• Home
  • 08 Desember 1998
  • English
  • rss
  • CARI BERITA
Home
Online
  • TEMPOinteraktif
  • English Edition
  • Koran Tempo
  • PDAT
  • Photostock
  • U-Mag
  • Ruang Baca
  • Blog
  • Jurnalisme Publik
  • iTempo
  • Video
  • Audio
  • Infografis
  • Halaman Utama
  • Ekonomi
    • Ekonomi dan Bisnis
    • Media
  • Gaya Hidup
    • Kesehatan
    • Film
  • Hukum
    • Hukum
  • Internasional
    • Luar Negeri
  • Nasional
    • Nasional
  • Opini
    • Kolom
    • Catatan Pinggir
    • Opini
  • Prelude
    • Surat
    • Inovasi
    • Kartun
  • Sains
    • Lingkungan
    • Pendidikan
    • Ilmu dan Teknologi
    • Agama
  • Seni
    • Teater
    • Seni
  • Tokoh
    • Pokok dan Tokoh
    • Wawancara
  • Arsip
  • 08 Desember 1998

    Langkah Politik Sang Bahurani

    BAWANG ternyata bisa menjadi alat ampuh dalam politik. Gara-gara harga bawang, bumbu dapur utama di India--melambung gila-gilaan--Partai Bharatiya Janata yang saat ini berkuasa harus menelan kekalahan pahit saat pemilihan umum November lalu. Suara dari tiga negara bagian utama, yaitu New Delhi, Rajashtan, dan Madya Pradesh, jatuh ke tangan Partai Kongres yang saat ini dipimpin Sonia Gandhi. Janda mendiang Rajiv Gandhi ini tampaknya paham betul khasiat bawang, baik di dapur maupun di panggung politik. Beberapa bulan sebelum pemilu, para kandidat dari Partai Kongres telah membagikan bawang gratis kepada penduduk. Bahkan, pada saat kampanye pun mereka menggunakan balon udara berbentuk bawang sebagai simbol. Dan, buktinya, rakyat tersentuh. Kemenangan ini sontak membabat kesan bahwa kiprah Sonia Gandhi di panggung politik hanya berdasar kebesaran nama keluarga Gandhi--kesan yang tak terlalu salah bila mengingat setahun lalu, Sonia masih terlihat sebagai janda yang sedang berduka akibat tewasnya Rajiv, sang suami, akibat serangan bom gerilyawan Tamil. Tragedi tersebut memang sangat memukul Sonia. Sejak semula ia tidak setuju dengan keinginan Rajiv untuk terjun ke politik. Setelah peristiwa itu, ibu dari Rahul (28 tahun) dan Priyanka (27 tahun) itu lebih memilih bergiat di Yayasan Rajiv Gandhi. Tawaran untuk memimpin Kongres ditolaknya. Pada April tahun ini, semuanya berubah. Sonia menarik sumpahnya untuk tidak terjun ke politik setelah munculnya tuduhan suap jual-beli senjata senilai US$ 1,3 miliar dari perusahaan yang membawa-bawa nama Rajiv. Untuk membela nama keluarga Gandhi, Sonia membutuhkan lebih dari sekadar aura keanggunan wanita yang berduka. Kecintaan Sonia pada Rajiv memang sangat mendalam. Lahir di kota kecil Orbassano, Turin, Italia, 52 tahun lalu, Sonia tumbuh dari keluarga Katolik yang taat. Ia adalah putri kedua dari tiga anak pasangan Paula dan Stefano Maino. Ayahnya adalah pekerja konstruksi. Ia bertemu Rajiv di Inggris ketika kuliah di Oxford. Sarjana sastra Inggris dan Rusia ini menikah dengan Rajiv pada 1968. Indira Gandhi, sang ibu mertua, yang semula menentang perkawinan mereka, akhirnya justru memanggil Sonia "Bahurani" yang berarti menantu kesayangan. Sekalipun tetap beragama Katolik, sang menantu kesayangan mengikuti ritual keluarga Gandhi, seperti berpuasa dan melakukan sesaji. Bahkan, ia khusus belajar memasak cara India kepada keluarga Amitabh Bachan, bintang film India terpopuler yang menjadi sobat Rajiv sejak kecil. Sonia, yang resmi menjadi warga negara India pada 1982 itu, juga memilih sari sebagai busana sehari-hari. Bersama Rajiv yang saat itu berprofesi sebagai pilot, Sonia menjalani kehidupan tenang sebagai ibu rumah tangga. Namun takdir berkehendak lain. Pertama, Sanjay, yang diproyeksikan sebagai pewaris Indira Gandhi, tewas dalam kecelakaan helikopter pada 1982. Setelah itu, sang Bahurani menjadi orang pertama yang menyaksikan Indira, yang dipanggilnya "Mummy", jatuh bersimbah darah setelah diberondong pengawalnya yang berasal dari suku Sikh pada 1984. Kedekatan Sonia dengan Indira ini juga tercermin lewat penampilan Sonia sekarang. Sebelum terjun ke panggung politik, Sonia telah mempelajari rekaman video penampilan Indira di depan publik. Hasilnya, tindak-tanduk Sonia, terutama cara ia memberi salam, adalah duplikat sempurna dari sang mertua. Namun, dalam sikap politik, Sonia jauh berbeda dengan Indira. Bila Indira memilih India yang terisolasi dan pro-Soviet (sehingga tak beranjak dari kemiskinan), Sonia menampilkan wajah modern dan sarat pesan perdamaian. Bila Perdana Menteri Atal Vajpayee dari Partai Bharatiya Janata menganggap Cina dan Pakistan sebagai ancaman, sehingga meluncurkan program percobaan nuklir yang menggusarkan negara Barat, Sonia menjanjikan wajah India yang tidak agresif. Tak mengherankan bila Amerika sudah mengirimkan pesan, perundingan Washington-Delhi akan lebih mudah bila Kongres yang berkuasa. Saat ini Sonia memang belum memutuskan untuk mencalonkan diri sebagai Perdana Menteri. Tampaknya, ia lebih suka menjadi the king-maker sembari menunggu matangnya Rahul dan Priyanka. Memang, mereka belum menunjukkan minat. Namun, dengan nama Gandhi di belakang, perjalanan nasib mereka bisa diprediksi. Pengalaman Sonia adalah contohnya. Yusi A. Pareanom

    "Nikmati tulisan lengkap artikel ini pada versi cetak dan versi digital majalah Tempo" Silahkan hubungi customer service kami untuk berlangganan edisi cetak di 021-5360409 ext 9. Silahkan hubungi Pusat Data Analisa Tempo untuk mendapatkan versi arsip dalam bentuk PDF, di 021-7255624 ext 486

    Download versi digitalnya :
    1. iPad : melalui aplikasi Tempo Media Apps. Klik disini
    2. Samsung Galaxy Tab melalui aplikasi Samsung E Reader. Klik disini
    3. Huawei Ideos S7 melalui aplikasi XL-Baca. Klik disini

    Terima Kasih.

cover

Agama

Obat itu Bernama Kultus

Catatan Pinggir

Simetri

Inforial

Ungkapkan ketulusan hati dengan perhatian dari The Body Shop

TEMPO|interaktif

Awan Selimuti Jakarta Sepanjang Hari  

Garuda Diskon 10 Persen untuk Tamu Accor Group

Olahraga

Balotelli Bahagia di Manchester City  

Seni & Hiburan

Lady Gaga: Saya Menghormati Semua Agama dan Budaya

Seni & Hiburan

Begini Promotor Lady Gaga Gelar Konser di Jakarta

Nasional

Grasi untuk Corby, SBY Dikecam

Otomotif

Uji Converter Kit, Nissan Serahkan Evalia ke UGM

Nasional

Grasi Corby, Australia Diminta Bersikap Adil

Syarat Gelar Konser Lady Gaga Belum Lengkap?

Nasional

Hari Ini, Andi Mallarangeng Diperiksa KPK

Konser Lady Gaga Sudah Dapat Restu Pemerintah

iklan generik

Top
  • Majalah Tempo
  • English Edition
  • Koran Tempo
  • PDAT
  • Photostock
  • U-Mag
  • Ruang Baca
  • Blog
  • Jurnalisme Publik
  • iTempo
  • Video
  • Audio
  • Infografis
  • Nasional
  • Metro
  • Bisnis
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Seni & Hiburan
  • Internasional
  • Selebritas
  • Kolom
  • English
  • Japanese
  • Help
  • About us
  • Contact
Copyright 2011 TEMPOinteraktif