Film Accidental Hero pernah diputar dan cukup populer di Indonesia. Film itu menceritakan seseorang yang tadinya "biasa-biasa saja" tapi tiba-tiba secara kebetulan menjadi pahlawan. Begitulah Riza Primadi mengumpamakan dirinya. "Tak ada istimewanya apa yang saya dan teman-teman Liputan 6 SCTV lakukan," kata Riza, yang Sabtu dua pekan lalu mewakili rekan-rekannya menerima penghargaan Institut Studi Arus Informasi (ISAI). Mereka dinilai mendukung kebebasan pers di televisi.
Menurut Riza, 37 tahun, apa yang mereka lakukan memang seharusnya dilakukan oleh jurnalis yang profesional. "Pokoknya asal tidak membuat kita disomasi atau diculik, ya, jalan," prinsip Riza.
Tapi liputan mereka, khususnya "tragedi Semanggi", November lalu, membuat beberapa pihak "tak enak perut". Maka beredar kabar bahwa Riza dan kawan-kawan akan "dibredel" dengan cara baru. Namun, berkat perlawanan awak SCTV, niat "membredel" tersebut akhirnya batal. Atau ditunda?
"Nikmati tulisan lengkap artikel ini pada versi cetak dan versi digital majalah Tempo" Silahkan hubungi customer service kami untuk berlangganan edisi cetak di 021-5360409 ext 9. Silahkan hubungi Pusat Data Analisa Tempo untuk mendapatkan versi arsip dalam bentuk PDF, di 021-7255624 ext 486
Download versi digitalnya :
1. iPad : melalui aplikasi Tempo Media Apps. Klik disini
2. Samsung Galaxy Tab melalui aplikasi Samsung E Reader. Klik disini
3. Huawei Ideos S7 melalui aplikasi XL-Baca. Klik disini
Terima Kasih.

