• Home
  • 15 Desember 1998
  • English
  • rss
  • CARI BERITA
Home
Online
  • TEMPOinteraktif
  • English Edition
  • Koran Tempo
  • PDAT
  • Photostock
  • U-Mag
  • Ruang Baca
  • Blog
  • Jurnalisme Publik
  • iTempo
  • Video
  • Audio
  • Infografis
  • Halaman Utama
  • Ekonomi
    • Ekonomi dan Bisnis
    • Media
  • Gaya Hidup
    • Kesehatan
    • Televisi
  • Hukum
    • Hukum
  • Internasional
    • Luar Negeri
  • Nasional
    • Nasional
  • Opini
    • Kolom
    • Catatan Pinggir
    • Opini
  • Prelude
    • Album
    • Surat
    • Inovasi
    • Kartun
  • Sains
    • Lingkungan
    • Pendidikan
    • Ilmu dan Teknologi
    • Agama
  • Seni
    • Fotografi
    • Tari
    • Seni
  • Tokoh
    • Pokok dan Tokoh
  • Arsip
  • 15 Desember 1998
    Saham

    Mengincar Demam Januari

    DEMAM yang satu ini, bagi pemain pasar modal, justru bisa menjadi berkah. Ada peluang meraup rezeki jangka pendek saat memanfaatkan January fever. Konon, "demam Januari" bermula pada bulan Desember dan akan mendorong para investor untuk ramai-ramai melepas saham. Sebabnya, kebutuhan uang tunai pada akhir tahun cukup tinggi: biaya libur akhir tahun atau memberi bonus karyawan. Akibatnya, indeks bursa turun. Bagi penggemar demam Januari, inilah saatnya membeli saham.

    Saat libur pergantian tahun usai, antara Januari dan Februari para investor akan membeli kembali saham-saham di bursa. Yang dipilih, biasanya, adalah yang laporan akhir tahunnya bagus dan menjanjikan dividen besar. Saat itulah saham kembali dilepas. Kalau jeli memilih saham, January fever bisa mendatangkan untung lumayan. Jasso Winarto, Direktur Sigma Research Inc., yakin bahwa demam Januari bisa mendongkrak indeks saham yang sekarang ada di kisaran 390-400. "Januari nanti, indeks bisa sampai ke level 475," kata Jasso. Perkiraan ini makin kuat mengingat akhir tahun ini ada tiga peristiwa besar: Natal, Tahun Baru, dan Lebaran. Artinya, kebutuhan membengkak dan tingkat permintaan uang tunai jadi berlipat. Saham pun dilepas.

    Tapi, apa betul? Tunggu dulu. Di zaman susah begini, libur akhir tahun tidak akan banyak berpengaruh. Pardy Kendy, Direktur Treasury Bank Buana Indonesia, memastikan bahwa permintaan rupiah di ujung Desember ini tak akan membengkak. Berbeda dengan tahun-tahun yang lalu, lalu-lintas uang tidak akan bergolak. Sampai sebulan ke depan, rupiah akan tetap stabil di kisaran Rp 7.500. "Orang enggak berani terlalu pamer," kata Pardy sambil meyakinkan bahwa hal yang sama juga terjadi di pasar modal.

    Mohammad Syahrial, Kepala Riset Pentasena Securities, juga berpendapat sama. Alasannya, kondisi sebagian besar perusahaan publik sudah babak belur. Utang luar negeri membengkak dan pembagian dividen tidak ada, sehingga tidak mungkin ada kegairahan investasi saham di bulan Januari. Kalaupun ada transaksi, hanya akan terbatas pada saham-saham terpilih. "Saham bank, misalnya, tak akan dilirik orang," kata Syahrial. Maklum, para investor sulit menemukan bank yang sehat, yang konon pula akan memberikan gain berlipat.

    Hasan Zein Mahmud, mantan direktur utama PT Bursa Efek Jakarta, juga meragukan kehadiran demam Januari. Katanya, "Demam Januari hanya terjadi di Amerika." Sebab, capital gain yang didapat dari saham dipotong pajak yang disetor tiap awal tahun. Jadi, menurut Hasan Zein, ada kepentingan investor untuk menghindari pajak tersebut. Nanti, kalau penghitungan pajak sudah lewat, barulah perburuan saham dimulai kembali. Di Indonesia, gain saham tidak dikenai pajak sehingga tak ada dorongan untuk menjual saham pada akhir tahun.

    Ketimbang menunggu January fever, saran Hasan Zein, sebaiknya pilihlah investasi di saham-saham selektif. Saat ini, ada sekitar 10-15 persen jenis saham yang masih bisa dipegang satu sampai dua tahun. Apa saja itu? Hasan Zein tak bersedia menyebutnya. Sebagai patokan, Anda bisa melihat kenaikan laba bersih dan laba usaha tahun 1998. Struktur modal yang konservatif dan tidak dibebani utang dalam dolar AS juga merupakan faktor penting. Kalau semua unsur itu terpenuhi, menurut Hasan Zein, "Bagaimanapun fluktuatifnya bursa, saham begini masih relatif aman."

    Atau, Anda bisa juga berspekulasi. Kiatnya, ikuti perburuan saham yang naik turun dengan cepat. Istilahnya, goreng-menggoreng saham. "Dalam tempo satu setengah bulan, keuntungannya bisa 75 persen," kata Hasan, yang piawai membaca pergerakan harga saham. Hanya saja, untuk kiat berspekulasi, pemain harus jeli mengendalikan diri. Jangan sampai terlambat mengerem dan terus asyik menggoreng saham yang tidak likuid. Kalau itu terjadi, bisa-bisa Anda demam betulan..

    Mardiyah Chamim, Dwi Arjanto, Dewi Rina Cahyani


    "Nikmati tulisan lengkap artikel ini pada versi cetak dan versi digital majalah Tempo" Silahkan hubungi customer service kami untuk berlangganan edisi cetak di 021-5360409 ext 9. Silahkan hubungi Pusat Data Analisa Tempo untuk mendapatkan versi arsip dalam bentuk PDF, di 021-7255624 ext 486

    Download versi digitalnya :
    1. iPad : melalui aplikasi Tempo Media Apps. Klik disini
    2. Samsung Galaxy Tab melalui aplikasi Samsung E Reader. Klik disini
    3. Huawei Ideos S7 melalui aplikasi XL-Baca. Klik disini

    Terima Kasih.

cover

Agama

Menghirup Oksigen pada Bulan Suci

Album

Pergantian

Penghargaan

Catatan Pinggir

Reis

Fotografi

Tentang Perempuan dan Kekerasan

Inforial

Inforial

Tari

Keinginan untuk Menemukan Sesuatu

Televisi

Alternatif Segar di Antara yang Rombengan

TEMPO|interaktif

Olahraga

Mancini Tegaskan City Pantas di Puncak

Nasional

Cici Tegal Ingin Kasusnya Cepat Tuntas

Nasional

Taufiq Kiemas Minta FPI Hormati Kearifan Lokal Dayak

Nasional

Tak Mau Kecolongan, Sejumlah Penjara Ditambah CCTV

Olahraga

CAF Sumbang US$150.000 untuk Korban Tragedi Mesir

Nasional

Umar Patek Tak Dijerat Undang-Undang Terorisme

Nasional

Setara: FPI Ditolak Bukti Masyarakat Kecewa

Olahraga

Valencia Petik Kemenangan Pertama di 2012

Nasional

Forum Pendiri dan Deklarator buat Selamatkan Demokrat

Olahraga

Leverkusen Tanpa Ballack Lawan Barca

Olahraga

MU Terima Permohonan Maaf Liverpool

iklan generik

Top
  • Majalah Tempo
  • English Edition
  • Koran Tempo
  • PDAT
  • Photostock
  • U-Mag
  • Ruang Baca
  • Blog
  • Jurnalisme Publik
  • iTempo
  • Video
  • Audio
  • Infografis
  • Nasional
  • Metro
  • Bisnis
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Seni & Hiburan
  • Internasional
  • Selebritas
  • Kolom
  • English
  • Japanese
  • Help
  • About us
  • Contact
Copyright 2011 TEMPOinteraktif