• Home
  • 15 Desember 1998
  • English
  • rss
  • CARI BERITA
Home
Online
  • TEMPOinteraktif
  • English Edition
  • Koran Tempo
  • PDAT
  • Photostock
  • U-Mag
  • Ruang Baca
  • Blog
  • Jurnalisme Publik
  • iTempo
  • Video
  • Audio
  • Infografis
  • Halaman Utama
  • Ekonomi
    • Ekonomi dan Bisnis
    • Media
  • Gaya Hidup
    • Kesehatan
    • Televisi
  • Hukum
    • Hukum
  • Internasional
    • Luar Negeri
  • Nasional
    • Nasional
  • Opini
    • Kolom
    • Catatan Pinggir
    • Opini
  • Prelude
    • Album
    • Surat
    • Inovasi
    • Kartun
  • Sains
    • Lingkungan
    • Pendidikan
    • Ilmu dan Teknologi
    • Agama
  • Seni
    • Fotografi
    • Tari
    • Seni
  • Tokoh
    • Pokok dan Tokoh
  • Arsip
  • 15 Desember 1998

    Kue Parkir Jakarta

    Parkir Negara
    Pengelola: BP Perparkiran DKI
    Lahan: satu gedung parkir (Glodok--600 petak parkir), 311 lokasi jalan (1.200 petak parkir), taman parkir (Blok M dan Mayestik--1.470 petak parkir)
    Perkiraan omzet: Rp 25 miliar per tahun (12,8 persen)
    Pengelola: PD Pasar Jaya
    Lahan: pelataran parkir pasar-pasar besar; ada 20 pasar seperti ini di Jakarta Perkiraan omzet: Rp 6 miliar per tahun (3,2 persen)

    Parkir Swasta
    Pengelola:perusahaan-perusahaan swasta bekerja sama dengan pemilik gedung/lahan; pemain utama: PT Securindo Packatama Indonesia, PT Tetuko; ada pula pemilik gedung yang mengelola lahan parkirnya sendiri, seperti PT Langgeng Ayomlestari (Mal Blok M) dan PT Pakuon Subentra (Plaza Blok M)
    Lahan: bangunan atau pelataran parkir di kompleks gedung swasta maupun pemerintah; ada sekitar 300 lokasi seperti ini di Jakarta
    Perkiraan omzet:Rp 78 miliar per tahun (40,2 persen)

    *Keterangan: Perusahaan-perusahaan swasta itu memberikan pajak pendapatan sekitar 10 persen untuk negara. Di masa lalu, mereka diwajibkan menyetor 25 persen dari pendapatan kepada BP Perparkiran (dengan asumsi lembaga ini memonopoli bisnis parkir), tapi ketentuan itu dihapuskan pada 1997.

    Parkir Liar

    Pengelola: kelompok dan individu;
    pemain utama: organisasi kepemudaan seperti FKPPI dan Pemuda Pancasila
    Lahan: ruas-ruas jalan hampir di seluruh Jakarta, kecuali yang tidak dikelola oleh pemda; ada sekitar 260 ribu mobil (20 persen dari populasi) yang setiap hari diparkir di jalanan
    Perkiraan omzet: Rp 85 miliar per tahun (43,8 persen)

    Matematika Kejanggalan

    Target dan Realisasi Retribusi Parkir DKI Jakarta

    Tahun

    Target

    Realisasi

    1994/95

    13.623.600.000

    9.528.711.537

    1995/96

    16.079.580.000

    11.242.513.401

    1996/97

    18.300.000.000

    11.272.171.023

    1997/98

    25.000.000.000

    13.688.936.290

    1998/99*

    7.850.000.000

    4.566.617.869

    Sumber: Badan Pengelola Perparkiran DKI Jaya

    *)Data sampai November 1998

    Data target dan realisasi pendapatan parkir di atas lebih banyak menimbulkan pertanyaan ketimbang jawaban.

    Angka dalam data pada 1998/99 terlihat turun drastis dari tahun sebelumnya. Itu bisa dipahami dari hilangnya potongan 25 persen dari pengelola parkir swasta yang dulu dinikmati BP Perparkiran--tapi dihapuskan pada 1997. Artinya, pada tahun terakhir, BP Perparkiran hanya mengelola kawasan parkir yang memang secara langsung dikelolanya.

    Tapi dari manakah angka target Rp 7,85 miliar pada 1998/99 ditentukan? Menurut pihak BP Perparkiran, angka itu diperoleh dari "rapat koordinasi". Tapi bagaimana menghitungnya? Apa pula asumsi yang dipakai? Dan apa kendalanya? Tak diperoleh jawaban atas pertanyaan-pertanyaan itu.

    Menurut badan tersebut, pihaknya mengelola satu gedung parkir (Glodok) yang berisi 600 petak parkir; tiga taman parkir berisi 1.470 petak parkir; dan 311 ruas jalan berisi 1.200 petak parkir. Petak parkir yang dikuasainya ada 4.100.

    Jika target itu benar, tiap-tiap petak menghasilkan Rp 5.245 per hari. Taruhlah ongkos parkir per mobil per jam Rp 300, sedangkan pendapatan bersihnya Rp 200 per mobil per jam, maka kita bisa memperoleh angka bahwa tiap-tiap petak parkir dihuni 26 mobil dalam sehari.

    Pertanyaannya: 26 mobil per hari per petak parkir itu merupakan gambaran yang pesimistis ataukah optimistis? Terlalu optimistis. Menurut estimasi Tim Investigasi TEMPO, gambaran lebih rasional yang bisa dihasilkan oleh tiap-tiap petak parkir adalah 10 mobil per hari (sebagian besar petak yang dikuasai BP Perparkiran justru tutup pada malam hari). Dengan asumsi ini, pendapatan yang bisa diperoleh justru hanya sekitar Rp 3 miliar setahun.

    Jika begitu, tidakkah target tadi justru terlalu tinggi? Atau ada faktor lain?

    Yang tak kalah aneh adalah asumsi BP Perparkiran menyangkut petak parkir di jalanan. Pertama: benarkah ruas jalan justru menurun (590 menjadi 311), bukannya meningkat akibat pembangunan kota? Kedua, jika benar ruas jalan turun, logiskah mengasumsikan bahwa hanya ada empat petak parkir pada tiap-tiap ruas (1.200 dibagi 311 ruas)?

    Sejumlah pertanyaan ini tidak terjawab. Dan itu hanya berarti satu: perparkiran di Jakarta dikelola jauh dari profesional, tidak accountable.


    "Nikmati tulisan lengkap artikel ini pada versi cetak dan versi digital majalah Tempo" Silahkan hubungi customer service kami untuk berlangganan edisi cetak di 021-5360409 ext 9. Silahkan hubungi Pusat Data Analisa Tempo untuk mendapatkan versi arsip dalam bentuk PDF, di 021-7255624 ext 486

    Download versi digitalnya :
    1. iPad : melalui aplikasi Tempo Media Apps. Klik disini
    2. Samsung Galaxy Tab melalui aplikasi Samsung E Reader. Klik disini
    3. Huawei Ideos S7 melalui aplikasi XL-Baca. Klik disini

    Terima Kasih.

cover

Agama

Menghirup Oksigen pada Bulan Suci

Album

Pergantian

Penghargaan

Catatan Pinggir

Reis

Fotografi

Tentang Perempuan dan Kekerasan

Inforial

Inforial

Tari

Keinginan untuk Menemukan Sesuatu

Televisi

Alternatif Segar di Antara yang Rombengan

TEMPO|interaktif

Olahraga

Leverkusen Tanpa Ballack Lawan Barca

Olahraga

MU Terima Permohonan Maaf Liverpool

Olahraga

City Kembali ke Puncak

Utama Motor, Dealer Khusus Moge Mulai Beroperasi

Motor Honda Raih Lima Penghargaan Merek Terbaik

PT ASTRA HONDA MOTOR

Olahraga

Usai Berdiskusi dengan Klub, Suarez Akui Kesalahan

Olahraga

Aston Villa-Manchester City Masih Tanpa Gol

Olahraga

Inter Milan Ditundukkan Tim Juru Kunci

Olahraga

Hadapi Aston Villa, City Rotasi Sejumlah Pemain

Bisnis

Duta Besar AS untuk Cina Menjadi Direktur Ford

Internasional

Kaisar Akihito Jalani Operasi Bedah Jantung

iklan generik

Top
  • Majalah Tempo
  • English Edition
  • Koran Tempo
  • PDAT
  • Photostock
  • U-Mag
  • Ruang Baca
  • Blog
  • Jurnalisme Publik
  • iTempo
  • Video
  • Audio
  • Infografis
  • Nasional
  • Metro
  • Bisnis
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Seni & Hiburan
  • Internasional
  • Selebritas
  • Kolom
  • English
  • Japanese
  • Help
  • About us
  • Contact
Copyright 2011 TEMPOinteraktif