• Home
  • 22 Desember 1998
  • English
  • rss
  • CARI BERITA
Home
Online
  • TEMPOinteraktif
  • English Edition
  • Koran Tempo
  • PDAT
  • Photostock
  • U-Mag
  • Ruang Baca
  • Blog
  • Jurnalisme Publik
  • iTempo
  • Video
  • Audio
  • Infografis
  • Halaman Utama
  • Ekonomi
    • Ekonomi dan Bisnis
    • Media
  • Gaya Hidup
    • Olahraga
    • Kesehatan
    • Film
  • Hukum
    • Hukum
  • Internasional
    • Luar Negeri
  • Nasional
    • Nasional
  • Opini
    • Kolom
    • Catatan Pinggir
    • Opini
  • Prelude
    • Surat
    • Inovasi
    • Kartun
  • Sains
    • Pendidikan
    • Ilmu dan Teknologi
  • Seni
    • Teater
    • Seni
  • Tokoh
    • Pokok dan Tokoh
    • Wawancara
  • Arsip
  • 22 Desember 1998

    PPP Pemersatu Partai Islam?

    Usulan Suhandi agar partai Islam bersatu dalam PPP (TEMPO, edisi 24-30 November 1998, halaman 10) kiranya perlu dipertanyakan kembali, karena banyak faktor yang harus dipertimbangkan dengan seksama. Pantaskah?

    Walaupun Golkar dapat dianggap sebagai pihak yang paling bertanggung jawab terhadap situasi serta kondisi negara dan bangsa yang terpuruk saat ini, mengingat Golkar merupakan fraksi mayoritas di DPR dan MPR. Bagaimanapun juga PPP dan PDI tidak dapat melepaskan tanggung jawabnya, karena secara bersama-sama secara membabi buta tetap mendukung Soeharto sebagai presiden selama 32 tahun.

    Beberapa waktu lalu, saya masih ingat, bagaimana tidak aspiratifnya PPP terhadap aspirasi masyarakat luas. Ketika TEMPO, Editor, dan DeTik dibredel pemerintah Orde Baru, DPP PDI menentang tindakan sewenang-wenang pemerintah. DPP Golkar menyatakan sikap menyesalkan tindakan pemerintah, tetapi Buya Ismail Hasan Metareum dalam kedudukannya sebagai Ketua Umum PPP justru menyatakan "dapat memahami" pembredelan beberapa media cetak tersebut. Sehingga terkesan bahwa PPP ternyata lebih Golkar dibandingkan dengan Golkar itu sendiri.

    Pada saat mahasiswa Indonesia menentang pencalonan kembali Soeharto sebagai presiden menjelang Sidang Umum MPR tahun 1998 lalu, kembali PPP mencalonkan Soeharto yang nyata-nyata tidak disukai. Bahkan untuk mengajukan orang atau tokoh PPP sendiri sebagai calon presiden, PPP tidak punya keberanian. Mungkin keadaan negara kita tidak akan separah ini bila saja PPP benar-benar menjalankan ajaran amar ma?ruf nahi mungkar, tapi tampaknya tokoh-tokoh PPP telah melupakan ajaran tersebut.

    Kalau pada Sidang Istimewa MPR baru-baru ini PPP berjuang menampung aspirasi mahasiswa dan masyarakat luas, saya menilai sebagai upaya untuk dapat survive kembali, mengingat saat ini sudah banyak didirikan partai-partai berazaskan Islam. Paling tidak upaya tersebut dapat mengurangi dosa-dosa PPP selama 32 tahun yang lewat.

    Untuk itu, saya berpendapat tidaklah pada tempatnya partai-partai Islam yang ada bergabung dengan PPP, mengingat PPP itu sendiri merupakan produk Orde Baru. Justru PPP sebaiknya meleburkan diri ke dalam partai-partai Islam yang ada, atau paling tidak terlibat dengan kekotoran rezim Soeharto, pilihlah tokoh-tokoh baru misalnya Baharuddin Lopa atau Bismar Siregar. Dengan tokoh-tokoh baru tersebut, barulah PPP dapat berjalan seiring dengan partai-partai Islam baru yang reformis.

    SUYOTO M.S.
    Jalan Praja Lapangan RT 014/001
    Kebayoran Lama, Jakarta Selatan


    "Nikmati tulisan lengkap artikel ini pada versi cetak dan versi digital majalah Tempo" Silahkan hubungi customer service kami untuk berlangganan edisi cetak di 021-5360409 ext 9. Silahkan hubungi Pusat Data Analisa Tempo untuk mendapatkan versi arsip dalam bentuk PDF, di 021-7255624 ext 486

    Download versi digitalnya :
    1. iPad : melalui aplikasi Tempo Media Apps. Klik disini
    2. Samsung Galaxy Tab melalui aplikasi Samsung E Reader. Klik disini
    3. Huawei Ideos S7 melalui aplikasi XL-Baca. Klik disini

    Terima Kasih.

cover

Catatan Pinggir

Wiyasa

Inforial

Inforial

TEMPO|interaktif

Nasional

Isak Tangis Sambut Kedatangan Jenazah Anggi

Nasional

Trik Anggota DPR Belanja di Belanda

Tak Diperkuat Villa, Pukulan Telak bagi Spanyol

Nasional

PPI Belanda Kritik Studi Banding DPR

Olahraga

Dzeko Tetap di Manchester City  

Alonso: Spanyol Akan Kerja Keras Pertahankan Gelar  

Nasional

Menteri Andi Diperiksa KPK Setengah Sepuluh Pagi  

Olahraga

Newcastle United Gaet Pemain Belia Prancis  

Bisnis

Kopi Indonesia Ungguli Kopi Brasil

Internasional

Penghasilan Turun, HP Pecat 27 Ribu Karyawan

Bisnis

Asosiasi Kopi Akhirnya Patuhi Aturan Ekspor

iklan generik

Top
  • Majalah Tempo
  • English Edition
  • Koran Tempo
  • PDAT
  • Photostock
  • U-Mag
  • Ruang Baca
  • Blog
  • Jurnalisme Publik
  • iTempo
  • Video
  • Audio
  • Infografis
  • Nasional
  • Metro
  • Bisnis
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Seni & Hiburan
  • Internasional
  • Selebritas
  • Kolom
  • English
  • Japanese
  • Help
  • About us
  • Contact
Copyright 2011 TEMPOinteraktif