Clinton hanya salah seorang bintang opera sabun. Ada "bintang" lain yang sekelas dari Partai Republik: Bob Livingston, juru bicara Majelis Rendah. Livingston, 55 tahun, Jumat pekan lalu secara mengejutkan mengaku terlibat hubungan di luar nikah. Pengakuan ini diperkuat dengan hasil investigasi sebuah majalah yang menemukan empat wanita yang mengaku telah terlibat skandal seks dengan ayah lima anak ini. Namun Livingston berkilah bahwa skandalnya dengan wanita lain itu bukan dengan pegawainya atau pembantunya. Dan yang lebih penting--bedanya dengan skandal Clinton--ia tak pernah diminta bersaksi di bawah sumpah tentang skandal itu.
Meski Livingston tak bersih dari skandal seks, ia ikut mengobarkan kampanye impeachment terhadap Clinton. Komisi Peradilan Majelis Rendah melakukan voting terhadap empat pasal impeachment melawan Clinton pada Kamis, 10 Desember 1998. Pasal pertama: bersumpah palsu di depan Juri Agung tentang detail hubungannya dengan Monica Lewinsky. Pasal kedua: bersumpah palsu dalam pemeriksaan kasus skandalnya dengan Paula Jones. Pasal ketiga: menghambat proses peradilan, yakni menghalangi, menutupi, dan menghambat pembuktian kasus gugatan pelecehan seksual atas Paula Jones. Pasal keempat: menggunakan jabatannya selaku Presiden Amerika, secara sadar memberikan pernyataan publik yang tak sebenarnya, menyesatkan anggota kabinet--berharap mereka akan meneruskan pernyataan yang tak sebenarnya itu. Hasilnya, komisi peradilan menerima pasal pertama (21 suara setuju berbanding 16 suara tidak setuju), menerima pasal kedua (20 suara setuju berbanding 17 suara tidak setuju), dan menerima pasal ketiga (21 suara setuju berbanding 16 suara tidak setuju).
Setidaknya Clinton harus mengantongi 218 suara dari 435 anggota Majelis Rendah agar resolusi impeachment tidak bergulir ke Senat. Namun, perimbangan kekuatan di Senat yang beranggotakan 100 orang, yang terdiri dari 55 anggota Republikan dan 45 anggota Demokrat, tak terlalu menguntungkan Clinton. Jika dua pertiga suara di Senat--yang berarti 66 suara--memutuskan impeachment, Clinton akan menjadi satu-satunya presiden Amerika yang didepak dari Gedung Putih karena empat "dosa-dosa"-nya yang bermuara skandal seks.**
R.F.
"Nikmati tulisan lengkap artikel ini pada versi cetak dan versi digital majalah Tempo" Silahkan hubungi customer service kami untuk berlangganan edisi cetak di 021-5360409 ext 9. Silahkan hubungi Pusat Data Analisa Tempo untuk mendapatkan versi arsip dalam bentuk PDF, di 021-7255624 ext 486
Download versi digitalnya :
1. iPad : melalui aplikasi Tempo Media Apps. Klik disini
2. Samsung Galaxy Tab melalui aplikasi Samsung E Reader. Klik disini
3. Huawei Ideos S7 melalui aplikasi XL-Baca. Klik disini
Terima Kasih.
