• Home
  • 22 Desember 1998
  • English
  • rss
  • CARI BERITA
Home
Online
  • TEMPOinteraktif
  • English Edition
  • Koran Tempo
  • PDAT
  • Photostock
  • U-Mag
  • Ruang Baca
  • Blog
  • Jurnalisme Publik
  • iTempo
  • Video
  • Audio
  • Infografis
  • Halaman Utama
  • Ekonomi
    • Ekonomi dan Bisnis
    • Media
  • Gaya Hidup
    • Olahraga
    • Kesehatan
    • Film
  • Hukum
    • Hukum
  • Internasional
    • Luar Negeri
  • Nasional
    • Nasional
  • Opini
    • Kolom
    • Catatan Pinggir
    • Opini
  • Prelude
    • Surat
    • Inovasi
    • Kartun
  • Sains
    • Pendidikan
    • Ilmu dan Teknologi
  • Seni
    • Teater
    • Seni
  • Tokoh
    • Pokok dan Tokoh
    • Wawancara
  • Arsip
  • 22 Desember 1998

    Empat 'Dosa' Clinton

    "Impeachment" seperti telah menjadi judul opera sabun paling populer menjelang akhir abad ke-21 ini. Setidaknya, ada lima wanita yang mengaku terlibat skandal seks dengan Presiden Clinton. Namun pengakuan Monica Lewinsky di depan Juri Agung pada 6 Agustus lalu adalah cerita paling sensasional tentang perilaku seksual Clinton. Bayangkan, melalui layar kaca televisi, kesaksian Monica telah membawa istilah "seks oral" ke dalam kehidupan sehari-hari keluarga Amerika. Skandal seks tak lagi hanya rumor di balik barikade informasi sejumlah presiden Amerika, tapi kini secara terbuka diakui sebagai perilaku sang Presiden: William Jefferson Clinton.

    Clinton hanya salah seorang bintang opera sabun. Ada "bintang" lain yang sekelas dari Partai Republik: Bob Livingston, juru bicara Majelis Rendah. Livingston, 55 tahun, Jumat pekan lalu secara mengejutkan mengaku terlibat hubungan di luar nikah. Pengakuan ini diperkuat dengan hasil investigasi sebuah majalah yang menemukan empat wanita yang mengaku telah terlibat skandal seks dengan ayah lima anak ini. Namun Livingston berkilah bahwa skandalnya dengan wanita lain itu bukan dengan pegawainya atau pembantunya. Dan yang lebih penting--bedanya dengan skandal Clinton--ia tak pernah diminta bersaksi di bawah sumpah tentang skandal itu.

    Meski Livingston tak bersih dari skandal seks, ia ikut mengobarkan kampanye impeachment terhadap Clinton. Komisi Peradilan Majelis Rendah melakukan voting terhadap empat pasal impeachment melawan Clinton pada Kamis, 10 Desember 1998. Pasal pertama: bersumpah palsu di depan Juri Agung tentang detail hubungannya dengan Monica Lewinsky. Pasal kedua: bersumpah palsu dalam pemeriksaan kasus skandalnya dengan Paula Jones. Pasal ketiga: menghambat proses peradilan, yakni menghalangi, menutupi, dan menghambat pembuktian kasus gugatan pelecehan seksual atas Paula Jones. Pasal keempat: menggunakan jabatannya selaku Presiden Amerika, secara sadar memberikan pernyataan publik yang tak sebenarnya, menyesatkan anggota kabinet--berharap mereka akan meneruskan pernyataan yang tak sebenarnya itu. Hasilnya, komisi peradilan menerima pasal pertama (21 suara setuju berbanding 16 suara tidak setuju), menerima pasal kedua (20 suara setuju berbanding 17 suara tidak setuju), dan menerima pasal ketiga (21 suara setuju berbanding 16 suara tidak setuju).

    Setidaknya Clinton harus mengantongi 218 suara dari 435 anggota Majelis Rendah agar resolusi impeachment tidak bergulir ke Senat. Namun, perimbangan kekuatan di Senat yang beranggotakan 100 orang, yang terdiri dari 55 anggota Republikan dan 45 anggota Demokrat, tak terlalu menguntungkan Clinton. Jika dua pertiga suara di Senat--yang berarti 66 suara--memutuskan impeachment, Clinton akan menjadi satu-satunya presiden Amerika yang didepak dari Gedung Putih karena empat "dosa-dosa"-nya yang bermuara skandal seks.**

    R.F.


    "Nikmati tulisan lengkap artikel ini pada versi cetak dan versi digital majalah Tempo" Silahkan hubungi customer service kami untuk berlangganan edisi cetak di 021-5360409 ext 9. Silahkan hubungi Pusat Data Analisa Tempo untuk mendapatkan versi arsip dalam bentuk PDF, di 021-7255624 ext 486

    Download versi digitalnya :
    1. iPad : melalui aplikasi Tempo Media Apps. Klik disini
    2. Samsung Galaxy Tab melalui aplikasi Samsung E Reader. Klik disini
    3. Huawei Ideos S7 melalui aplikasi XL-Baca. Klik disini

    Terima Kasih.

cover

Catatan Pinggir

Wiyasa

Inforial

Inforial

TEMPO|interaktif

Nasional

Isak Tangis Sambut Kedatangan Jenazah Anggi

Nasional

Trik Anggota DPR Belanja di Belanda

Tak Diperkuat Villa, Pukulan Telak bagi Spanyol

Nasional

PPI Belanda Kritik Studi Banding DPR

Olahraga

Dzeko Tetap di Manchester City  

Alonso: Spanyol Akan Kerja Keras Pertahankan Gelar  

Nasional

Menteri Andi Diperiksa KPK Setengah Sepuluh Pagi  

Olahraga

Newcastle United Gaet Pemain Belia Prancis  

Bisnis

Kopi Indonesia Ungguli Kopi Brasil

Internasional

Penghasilan Turun, HP Pecat 27 Ribu Karyawan

Bisnis

Asosiasi Kopi Akhirnya Patuhi Aturan Ekspor

iklan generik

Top
  • Majalah Tempo
  • English Edition
  • Koran Tempo
  • PDAT
  • Photostock
  • U-Mag
  • Ruang Baca
  • Blog
  • Jurnalisme Publik
  • iTempo
  • Video
  • Audio
  • Infografis
  • Nasional
  • Metro
  • Bisnis
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Seni & Hiburan
  • Internasional
  • Selebritas
  • Kolom
  • English
  • Japanese
  • Help
  • About us
  • Contact
Copyright 2011 TEMPOinteraktif