• Home
  • 22 Desember 1998
  • English
  • rss
  • CARI BERITA
Home
Online
  • TEMPOinteraktif
  • English Edition
  • Koran Tempo
  • PDAT
  • Photostock
  • U-Mag
  • Ruang Baca
  • Blog
  • Jurnalisme Publik
  • iTempo
  • Video
  • Audio
  • Infografis
  • Halaman Utama
  • Ekonomi
    • Ekonomi dan Bisnis
    • Media
  • Gaya Hidup
    • Olahraga
    • Kesehatan
    • Film
  • Hukum
    • Hukum
  • Internasional
    • Luar Negeri
  • Nasional
    • Nasional
  • Opini
    • Kolom
    • Catatan Pinggir
    • Opini
  • Prelude
    • Surat
    • Inovasi
    • Kartun
  • Sains
    • Pendidikan
    • Ilmu dan Teknologi
  • Seni
    • Teater
    • Seni
  • Tokoh
    • Pokok dan Tokoh
    • Wawancara
  • Arsip
  • 22 Desember 1998

    Fakta dan Fiksi

    Ada soal lain di samping masalah legitimasi. Dalam suasana orang sedang bersemangat menuntut Soeharto yang harus diadili, ajakan Gus Dur bisa diartikan sebagai penghapusan perkaranya dari jadwal persoalan reformasi. Bahkan, secara politis kedatangan Gus Dur ke kediaman Soeharto dianggap tidak bijaksana sama sekali. Urgensinya terlalu dicari-cari. Apa kepentingan Gus Dur yang sebenarnya, kalau begitu?

    Gus Dur juga memahami bahwa dasar permasalahan nasional sekarang terletak pada ketidakpercayaan umum yang meluas. Jadi jalan keluar bukanlah dengan cara yang menurunkan kredibilitas lebih jauh. Gus Dur sendiri di sana-sini juga ikut menambah rasa kurang percaya itu. Selain soal Soeharto, dia juga membuat pernyataan yang mendiskreditkan dan menuduh mahasiswa?tanpa kejelasan dan bukti apa pun?dibiayai negara asing seperti Amerika Serikat dan Libya, untuk menggagalkan pemilihan umum. Orang hanya bisa menggelengkan kepala mendengar dongeng yang tidak berujung-pangkal semacam ini. Apa tujuannya? Satu kali lancung, kepercayaan pada selebihnya juga bisa ikut gugur.

    Pada gilirannya, pertanyaan tentang "apa tujuannya" juga bisa dikenakan pada dialog nasional yang sedang diusahakannya itu. Dialog memang selalu perlu, tetapi bukan yang berpretensi terlalu banyak. Gus Dur akan tetap jadi tokoh yang penting, tidak ada yang akan menyangkalnya. Asalkan dia dibantu untuk lebih cermat lagi, demi kredibilitasnya. Sebab tak semua mau pasrah dan terpaksa percaya begitu saja.


    "Nikmati tulisan lengkap artikel ini pada versi cetak dan versi digital majalah Tempo" Silahkan hubungi customer service kami untuk berlangganan edisi cetak di 021-5360409 ext 9. Silahkan hubungi Pusat Data Analisa Tempo untuk mendapatkan versi arsip dalam bentuk PDF, di 021-7255624 ext 486

    Download versi digitalnya :
    1. iPad : melalui aplikasi Tempo Media Apps. Klik disini
    2. Samsung Galaxy Tab melalui aplikasi Samsung E Reader. Klik disini
    3. Huawei Ideos S7 melalui aplikasi XL-Baca. Klik disini

    Terima Kasih.

cover

Catatan Pinggir

Wiyasa

Inforial

Inforial

TEMPO|interaktif

Nasional

5 Bulan Dana Sertifikasi Guru Belum Cair

Nasional

Isak Tangis Sambut Kedatangan Jenazah Anggi

Nasional

Trik Anggota DPR Belanja di Belanda

Tak Diperkuat Villa, Pukulan Telak bagi Spanyol

Nasional

PPI Belanda Kritik Studi Banding DPR

Olahraga

Dzeko Tetap di Manchester City  

Alonso: Spanyol Akan Kerja Keras Pertahankan Gelar  

Nasional

Menteri Andi Diperiksa KPK Setengah Sepuluh Pagi  

Olahraga

Newcastle United Gaet Pemain Belia Prancis  

Bisnis

Kopi Indonesia Ungguli Kopi Brasil

Internasional

Penghasilan Turun, HP Pecat 27 Ribu Karyawan

iklan generik

Top
  • Majalah Tempo
  • English Edition
  • Koran Tempo
  • PDAT
  • Photostock
  • U-Mag
  • Ruang Baca
  • Blog
  • Jurnalisme Publik
  • iTempo
  • Video
  • Audio
  • Infografis
  • Nasional
  • Metro
  • Bisnis
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Seni & Hiburan
  • Internasional
  • Selebritas
  • Kolom
  • English
  • Japanese
  • Help
  • About us
  • Contact
Copyright 2011 TEMPOinteraktif