• Home
  • 29 Desember 1998
  • English
  • rss
  • CARI BERITA
Home
Online
  • TEMPOinteraktif
  • English Edition
  • Koran Tempo
  • PDAT
  • Photostock
  • U-Mag
  • Ruang Baca
  • Blog
  • Jurnalisme Publik
  • iTempo
  • Video
  • Audio
  • Infografis
  • Halaman Utama
  • Ekonomi
    • Ekonomi dan Bisnis
    • Media
  • Gaya Hidup
    • Kesehatan
    • Perilaku
  • Hukum
    • Hukum
  • Internasional
    • Luar Negeri
  • Nasional
    • Nasional
  • Opini
    • Kolom
    • Catatan Pinggir
    • Opini
  • Prelude
    • Surat
    • Inovasi
    • Kartun
  • Sains
    • Lingkungan
    • Ilmu dan Teknologi
    • Buku
    • Agama
  • Seni
    • Teater
    • Seni
  • Tokoh
    • Pokok dan Tokoh
    • Wawancara
  • Arsip
  • 29 Desember 1998

    Estetika Islam dalam Sastra Melayu

    Yang Indah, Berfaedah, dan Kamal: Sejarah Sastra Melayu dalam Abad 7-19
    Penulis: Vladimir I. Braginsky
    Penerbit: INIS Jakarta, 1998, 695 halaman

    V.I. BRAGINSKY tidaklah asing bagi peneliti sastra Melayu. Sarjana prolifik kelahiran Moskow ini banyak mengungkapkan hal penting yang sering disembunyikan sarjana Eropa tentang arti serta relevansi sastra Melayu. Berbeda dengan sarjana Eropa seperti Winstedt, Overbeck, dan Drewes, yang meremehkan arti penting karya penulis Melayu dan sumbangan Islam bagi perkembangan kebudayaan Indonesia, Braginsky bersikap sebaliknya.

    Karya-karya penulis Melayu menjadi penting bukan saja karena ikut menentukan bentuk perkembangan sastra Indonesia dan Malaysia modern, tapi juga karena merupakan fondasi utama kebudayaan Melayu Islam dan berperan dalam penyebaran Islam di Asia Tenggara. Karena itu, karya Hamzah Fansuri, Syamsudin Sumatrani, Tun Sri Lanang, Bukhari Jauhari, Nuruddin Raniri, dan Raja Ali Haji tak dapat diabaikan dalam kajian Islam dan kebudayaan.

    Buku ini disusun menjadi tiga bagian yang dibagi lagi menjadi delapan bab. Bagian I tentang perkembangan sastra Melayu Kuno yang direkonstruksi berdasarkan gambar relief di candi-candi Jawa, teks-teks Jawa Kuno, dan teks-teks zaman Hindu Buddha yang disalin kembali pada zaman Islam. Bab II tentang sistem genre dan karya-karya zaman Islam awal, yang umumnya anonim dan berupa saduran karya Arab-Persia atau Indo-Persia.

    Bagian III merupakan bagian terpenting karena di bagian inilah konsep dan teori yang akan diterapkan penulis menemukan sasaran tepat. Inti terpenting bagian ini ialah pembicaraan tentang pentingnya kesadaran diri dan individualitas sebagai asas penciptaan sastra. Adalah penulis Melayu Islam yang pertama memperkenalkan arti penting kesadaran diri dalam penulisan sastra. Untuk itu, penulis Melayu biasa menggunakan istilah dagang dan faqir, yaitu pribadi yang bebas dari selain Allah tapi selalu terpaut kepada-Nya. Dengan itu, kesadaran diri yang dimaksud ialah "diri insan" sebagai khalifah Allah di atas bumi dan hamba-Nya.

    Pokok bahasan penting buku ini ialah pemaparan hubungan estetika Melayu dengan kosmologi Islam, serta tradisi hikmah dan ta'wil (hermeneutika) sufi. Tatanan batin sastra Melayu, yaitu wawasan estetik dan pandangan dunianya, sering dilupakan. Para sarjana umumnya melihat perkembangan sastra Melayu berdasarkan faktor luar, yaitu pengaruh sastra Arab dan Persia. Padahal, karya penulis Melayu adalah hasil endapan dan penghayatan serta hasil pentransformasian yang mendalam terhadap karya Islam Arab dan Persia yang mempengaruhinya.

    Agar bisa menyingkap tatanan batin, Braginsky memakai metode hermeneutika historis, yaitu penafsiran spiritual terhadap makna simbolis teks dengan melihat wawasan estetik. Karena estetika Melayu didasarkan pada kosmologi Islam, khususnya ajaran tatanan makrokosmos (al-'alam al-kabir) dan mikrokosmos (al-'alam al-saghir), pemahaman terhadap kosmologi Islam penting. Kosmologi ini didasarkan pada ayat-ayat Alquran, yaitu tanda-tanda yang membawa manusia kepada pemahaman akan keberadaan-Nya.

    Berdasarkan pandangan ini, dalam estetika Melayu Islam dikatakan bahwa yang zahir (di luar) merupakan tangga naik menuju yang batin. Maka, ungkapan estetik dalam sastra hadir bukan demi tujuan estetik, melainkan untuk membawa pembaca menuju yang ada di dalam, yaitu ma'na.

    Braginsky menggolongkan sastra Melayu Klasik berdasarkan corak estetik yang akan ditampilkan. Ada tiga golongan: (1) Karya-karya yang menggarap estetika zahir atau sfera hiburan. Termasuk di dalamnya Hikayat Isma Yatim, Hikayat Syah Mardan, dan Hikayat Bayan Budiman. Tujuan penulisan pelipur lara ialah menyerasikan kesan-kesan kejiwaan yang kacau karena kobaran nafsu melalui keindahan estetik sastra; (2) Karya-karya yang menggarap estetika hikmah, termasuk hikayat Nabi, adab, serta karya sejarah dan didaktis; (3) Karya-karya yang menggarap estetika batin atau sfera kamal (kesempurnaan). Karya-karya ini menggambarkan upaya manusia mencapai pengetahuan tertinggi, misalnya syair-syair sufi Hamzah Fansuri.

    Lewat buku ini, kita makin menyadari besarnya sumbangan penulis sufi dan ahli tasawuf terhadap perkembangan Islam di Nusantara. Kata Braginsky, "Sementara cabang-cabang ilmu Islam seperti fikih, kalam, dan usuluddin sering dipandang sebagai 'tubuh' tradisi Islam, tasawuf dapat disebut sebagai roh yang memberikan kehidupan kepada tubuh itu. Berkat tasawuf, Islam dapat diasimilasi ke alam pikiran Melayu, sedangkan sastra sufinya memegang peranan penting dalam pembentukan sastra dan kesadaran diri..." (halaman 278).

    Abdul Hadi W.M.


    "Nikmati tulisan lengkap artikel ini pada versi cetak dan versi digital majalah Tempo" Silahkan hubungi customer service kami untuk berlangganan edisi cetak di 021-5360409 ext 9. Silahkan hubungi Pusat Data Analisa Tempo untuk mendapatkan versi arsip dalam bentuk PDF, di 021-7255624 ext 486

    Download versi digitalnya :
    1. iPad : melalui aplikasi Tempo Media Apps. Klik disini
    2. Samsung Galaxy Tab melalui aplikasi Samsung E Reader. Klik disini
    3. Huawei Ideos S7 melalui aplikasi XL-Baca. Klik disini

    Terima Kasih.

cover

Agama

Natal di Atas Puing-Puing

Buku

Estetika Islam dalam Sastra Melayu

Catatan Pinggir

Passarola

Inforial

Inforial

TEMPO|interaktif

Nasional

Hanya Ketemu Staf, Anggota DPR Ngambek di Belanda

Nasional

5 Bulan Dana Sertifikasi Guru Belum Cair

Nasional

Isak Tangis Sambut Kedatangan Jenazah Anggi

Nasional

Trik Anggota DPR Belanja di Belanda

Tak Diperkuat Villa, Pukulan Telak bagi Spanyol  

Nasional

PPI Belanda Kritik Studi Banding DPR  

Olahraga

Dzeko Tetap di Manchester City  

Alonso: Spanyol Akan Kerja Keras Pertahankan Gelar  

Nasional

Menteri Andi Diperiksa KPK Setengah Sepuluh Pagi  

Olahraga

Newcastle United Gaet Pemain Belia Prancis  

Bisnis

Kopi Indonesia Ungguli Kopi Brasil

iklan generik

Top
  • Majalah Tempo
  • English Edition
  • Koran Tempo
  • PDAT
  • Photostock
  • U-Mag
  • Ruang Baca
  • Blog
  • Jurnalisme Publik
  • iTempo
  • Video
  • Audio
  • Infografis
  • Nasional
  • Metro
  • Bisnis
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Seni & Hiburan
  • Internasional
  • Selebritas
  • Kolom
  • English
  • Japanese
  • Help
  • About us
  • Contact
Copyright 2011 TEMPOinteraktif