• Home
  • 29 Desember 1998
  • English
  • rss
  • CARI BERITA
Home
Online
  • TEMPOinteraktif
  • English Edition
  • Koran Tempo
  • PDAT
  • Photostock
  • U-Mag
  • Ruang Baca
  • Blog
  • Jurnalisme Publik
  • iTempo
  • Video
  • Audio
  • Infografis
  • Halaman Utama
  • Ekonomi
    • Ekonomi dan Bisnis
    • Media
  • Gaya Hidup
    • Kesehatan
    • Perilaku
  • Hukum
    • Hukum
  • Internasional
    • Luar Negeri
  • Nasional
    • Nasional
  • Opini
    • Kolom
    • Catatan Pinggir
    • Opini
  • Prelude
    • Surat
    • Inovasi
    • Kartun
  • Sains
    • Lingkungan
    • Ilmu dan Teknologi
    • Buku
    • Agama
  • Seni
    • Teater
    • Seni
  • Tokoh
    • Pokok dan Tokoh
    • Wawancara
  • Arsip
  • 29 Desember 1998

    TKI Mengelus Dada

    Membaca laporan tim investigasi TEMPO berjudul "Sampai Kapan Keluarga Cendana Menikmati Pertamina" (10-16 November 1998), saya sebagai TKI hanya bisa mengelus dada. Uang negara sebanyak itu merupakan uang rakyat, tapi hanya dapat dinikmati segelintir orang yang sebetulnya sudah tidak kekurangan lagi. Sementara itu, rakyat banyak menjerit ke sana ke mari hanya untuk mengisi perut. Ironisnya, sampai sekarang pemerintah tidak segera membersihkan praktek-praktek yang tidak benar di Pertamina. Kami (TKI--Tenaga Kerja Indonesia) hanya bisa berangan-angan, tidak banyak rakyat Indonesia menjadi TKI dengan segala beban mental (citra bangsa Indonesia di luar negeri babak belur, apalagi setelah perisitiwa 13-14 Mei) dan harus rela banting tulang di negeri orang. Kami hanya bisa memendam sakit hati melihat kesan pandangan sebagian orang kepada TKI, dengan segala keadaan selalu dianggap menciptakan berbagai masalah. Mulai dari menambah tingkat kejahatan, memperparah penyakit sosial masyarakat, sampai dianggap mengurangi hak rakyat setempat menggunakan fasilitas umum (telepon dan angkutan), serta berbagai kesan yang menyakitkan. Kami hanya bisa berharap semoga Bapak-Bapak yang di atas peduli atas nasib kami, yang sebenarnya lebih mencintai kerja di negeri sendiri. Kami mungkin belum bisa menerima julukan dari sebagian orang bahwa bangsa Indonesia sebagai bangsa perusuh. Kembalikan hak kami, hapuskan KKN, ciptakan pemerintahan yang bersih dan peduli rakyat. Terima kasih. SUMANTRI TKI ? Malaysia Nomor Paspor AA 014643

    "Nikmati tulisan lengkap artikel ini pada versi cetak dan versi digital majalah Tempo" Silahkan hubungi customer service kami untuk berlangganan edisi cetak di 021-5360409 ext 9. Silahkan hubungi Pusat Data Analisa Tempo untuk mendapatkan versi arsip dalam bentuk PDF, di 021-7255624 ext 486

    Download versi digitalnya :
    1. iPad : melalui aplikasi Tempo Media Apps. Klik disini
    2. Samsung Galaxy Tab melalui aplikasi Samsung E Reader. Klik disini
    3. Huawei Ideos S7 melalui aplikasi XL-Baca. Klik disini

    Terima Kasih.

cover

Agama

Natal di Atas Puing-Puing

Buku

Estetika Islam dalam Sastra Melayu

Catatan Pinggir

Passarola

Inforial

Inforial

TEMPO|interaktif

Olahraga

Leverkusen Tanpa Ballack Lawan Barca

Olahraga

MU Terima Permohonan Maaf Liverpool

Olahraga

City Kembali ke Puncak

Utama Motor, Dealer Khusus Moge Mulai Beroperasi

Motor Honda Raih Lima Penghargaan Merek Terbaik

PT ASTRA HONDA MOTOR

Olahraga

Usai Berdiskusi dengan Klub, Suarez Akui Kesalahan

Olahraga

Aston Villa-Manchester City Masih Tanpa Gol

Olahraga

Inter Milan Ditundukkan Tim Juru Kunci

Olahraga

Hadapi Aston Villa, City Rotasi Sejumlah Pemain

Bisnis

Duta Besar AS untuk Cina Menjadi Direktur Ford

Internasional

Kaisar Akihito Jalani Operasi Bedah Jantung

iklan generik

Top
  • Majalah Tempo
  • English Edition
  • Koran Tempo
  • PDAT
  • Photostock
  • U-Mag
  • Ruang Baca
  • Blog
  • Jurnalisme Publik
  • iTempo
  • Video
  • Audio
  • Infografis
  • Nasional
  • Metro
  • Bisnis
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Seni & Hiburan
  • Internasional
  • Selebritas
  • Kolom
  • English
  • Japanese
  • Help
  • About us
  • Contact
Copyright 2011 TEMPOinteraktif