• Home
  • 29 Desember 1998
  • English
  • rss
  • CARI BERITA
Home
Online
  • TEMPOinteraktif
  • English Edition
  • Koran Tempo
  • PDAT
  • Photostock
  • U-Mag
  • Ruang Baca
  • Blog
  • Jurnalisme Publik
  • iTempo
  • Video
  • Audio
  • Infografis
  • Halaman Utama
  • Ekonomi
    • Ekonomi dan Bisnis
    • Media
  • Gaya Hidup
    • Kesehatan
    • Perilaku
  • Hukum
    • Hukum
  • Internasional
    • Luar Negeri
  • Nasional
    • Nasional
  • Opini
    • Kolom
    • Catatan Pinggir
    • Opini
  • Prelude
    • Surat
    • Inovasi
    • Kartun
  • Sains
    • Lingkungan
    • Ilmu dan Teknologi
    • Buku
    • Agama
  • Seni
    • Teater
    • Seni
  • Tokoh
    • Pokok dan Tokoh
    • Wawancara
  • Arsip
  • 29 Desember 1998

    Nasib Mahasiswa

    Sering kali kita mendengar pejabat pemerintah mengatakan bahwa ekonomi membaik, inflasi turun, dan kemiskinan berkurang. Entah yang ke berapa kali saya mendengarnya. Tapi dari semua itu, fakta di masyarakat sangatlah berbeda. Harga tidak mau turun, uang semakin sulit dicari, tarif jasa semakin mahal, dan masih banyak lagi.

    Salah satu golongan masyarakat yang merasakan pahitnya keadaan itu ialah mahasiswa. Entah berapa ratus ribu dari mereka yang terpaksa harus tidak melanjutkan kuliah. Mereka dengan sangat terpaksa mengorbankan studi karena tidak mempunyai uang untuk membayar kuliah, bahkan untuk biaya hidup. Pemerintah memberikan beasiswa, toh program tersebut tidak menjangkau mahasiswa sehingga mereka terancam drop out (DO). Selain jumlah beasiswa per orang per bulan minim, sasarannya juga meluas sehingga mahasiswa umum pun (kondisi ekonomi cukup) dapat ikut serta. Sedangkan mahasiswa ekonomi lemah terancam DO, karena tidak bisa membayar biaya studi. Program beasiswa itu seolah-olah tak lebih dari program populis seperti program bantuan lainnya. Masa depan bangsa ini terletak di pundak generasi muda, salah satunya mahasiswa. Diperlukan anggota masyarakat yang peduli membantu masalah ini atau yayasan-yayasan yang mampu menggalang beasiswa nasional. Mahasiswa bukan hanya mereka yang berdemonstrasi, tapi juga mereka yang kesulitan ekonomi, contohnya saya. Untuk meneruskan kuliah di semester akhir rasanya sulit. Usaha-usaha telah saya lakukan antara lain: bekerja sambilan (upah minim sekali), mencari beasiswa (belum dapat), cuti studi (tetap harus bayar SPP), mengirim surat pembaca tidak dimuat, mengirim surat ke pejabat pemerintahan tidak digubris. Semuanya mengecewakan. Saya tidak berharap apa-apa, tetapi kepedulian warga Indonesia terhadap masa depan generasi muda, terutama mahasiswa yang senasib dengan saya sangat besar artinya. Sehingga masa depan generasi muda bangsa ini tidak terus-menerus menjadi dagelan politik yang mulai tidak lucu.

    WAHYU SUBARDI
    Gendeng Gondokusumo 4/954
    Yogyakarta 55225


    "Nikmati tulisan lengkap artikel ini pada versi cetak dan versi digital majalah Tempo" Silahkan hubungi customer service kami untuk berlangganan edisi cetak di 021-5360409 ext 9. Silahkan hubungi Pusat Data Analisa Tempo untuk mendapatkan versi arsip dalam bentuk PDF, di 021-7255624 ext 486

    Download versi digitalnya :
    1. iPad : melalui aplikasi Tempo Media Apps. Klik disini
    2. Samsung Galaxy Tab melalui aplikasi Samsung E Reader. Klik disini
    3. Huawei Ideos S7 melalui aplikasi XL-Baca. Klik disini

    Terima Kasih.

cover

Agama

Natal di Atas Puing-Puing

Buku

Estetika Islam dalam Sastra Melayu

Catatan Pinggir

Passarola

Inforial

Inforial

TEMPO|interaktif

Olahraga

City Kembali ke Puncak

Utama Motor, Dealer Khusus Moge Mulai Beroperasi

Motor Honda Raih Lima Penghargaan Merek Terbaik

PT ASTRA HONDA MOTOR

Olahraga

Usai Berdiskusi dengan Klub, Suarez Akui Kesalahan

Olahraga

Aston Villa-Manchester City Masih Tanpa Gol

Olahraga

Inter Milan Ditundukkan Tim Juru Kunci

Olahraga

Hadapi Aston Villa, City Rotasi Sejumlah Pemain

Bisnis

Duta Besar AS untuk Cina Menjadi Direktur Ford

Internasional

Kaisar Akihito Jalani Operasi Bedah Jantung

Olahraga

Luis Suarez Akhirnya Minta Maaf

Metro

Bus Hantam Angkot di Jagorawi, 16 Cedera  

iklan generik

Top
  • Majalah Tempo
  • English Edition
  • Koran Tempo
  • PDAT
  • Photostock
  • U-Mag
  • Ruang Baca
  • Blog
  • Jurnalisme Publik
  • iTempo
  • Video
  • Audio
  • Infografis
  • Nasional
  • Metro
  • Bisnis
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Seni & Hiburan
  • Internasional
  • Selebritas
  • Kolom
  • English
  • Japanese
  • Help
  • About us
  • Contact
Copyright 2011 TEMPOinteraktif