• Home
  • 29 Desember 1998
  • English
  • rss
  • CARI BERITA
Home
Online
  • TEMPOinteraktif
  • English Edition
  • Koran Tempo
  • PDAT
  • Photostock
  • U-Mag
  • Ruang Baca
  • Blog
  • Jurnalisme Publik
  • iTempo
  • Video
  • Audio
  • Infografis
  • Halaman Utama
  • Ekonomi
    • Ekonomi dan Bisnis
    • Media
  • Gaya Hidup
    • Kesehatan
    • Perilaku
  • Hukum
    • Hukum
  • Internasional
    • Luar Negeri
  • Nasional
    • Nasional
  • Opini
    • Kolom
    • Catatan Pinggir
    • Opini
  • Prelude
    • Surat
    • Inovasi
    • Kartun
  • Sains
    • Lingkungan
    • Ilmu dan Teknologi
    • Buku
    • Agama
  • Seni
    • Teater
    • Seni
  • Tokoh
    • Pokok dan Tokoh
    • Wawancara
  • Arsip
  • 29 Desember 1998

    Catatan untuk Gus Dur

    Bagi saya, Abdurrahman Wahid alias Gus Dur bukanlah seorang moralis atau humanis, tetapi lebih tepat dikategorikan sebagai politikus. Beberapa catatan terhadap sepak-terjang Gus Dur menunjukkan hal itu. Tahun 1984, ketika pecah tragedi berdarah Tanjungpriok, komentar Gus Dur sama sekali tidak menyentuh kepentingan ratusan korban (yang tewas dan luka-luka), tetapi lebih condong kepada pembelaan terhadap ABRI (Benny Moerdani dan Try Sutrisno) serta pemerintah (Soeharto). Bahkan dengan sigap Gus Dur mendampingi Benny Moerdani (ketika itu menjabat Panglima ABRI) berkeliling ke berbagai pesantren, menemui para ulama, untuk meyakinkan kepada kalangan ulama bahwa tragedi Tanjungpriok merupakan sebab-akibat yang "bisa dimengerti" dan sama sekali bukan tragedi pembantaian terhadap umat Islam. Ketika warga NU di Timor Timur diusir disertai pula dengan perusakan masjid dan tempat ibadah lainnya (September 1995), yang pertama-tama dilakukan Gus Dur adalah mengimbau kepada umat Islam agar tidak terpancing dan melakukan tindakan destruktif. Sebuah imbauan yang sangat janggal. Sebab, bagaimana mungkin korban yang sudah teraniaya itu bisa melakukan tindakan destruktif. Begitu juga dengan peristiwa Banyuwangi (dan sekitarnya). Ketika pertama kali Gus Dur berkomentar, peristiwa itu sudah agak lama berlangsung, dan titik perhatian Gus Dur juga tidak tertuju kepada korban dan keluarganya, tetapi kepada ABRI, yang ditudingnya berada di balik semua kejadian itu. Bahkan dengan enteng Gus Dur menuding dalang peristiwa Banyuwangi duduk di kabinet. Baru setelah itu NU membentuk tim pencari fakta. Masih banyak catatan lain yang menunjukkan bahwa Gus dur memang politikus, bukan moralis atau humanis. Sebab, seorang moralis atau humanis lebih cenderung menolong korban (dan keluarganya), tanpa memandang latar belakang politik dan muatan ideologis yang menyertai sebuah tragedi. Dan bukan lebih berpihak kepada embusan angin. Irfan Suryahardy Suryodiningratan MJ 2/721 Mantrijeron, Yogyakarta 55141

    "Nikmati tulisan lengkap artikel ini pada versi cetak dan versi digital majalah Tempo" Silahkan hubungi customer service kami untuk berlangganan edisi cetak di 021-5360409 ext 9. Silahkan hubungi Pusat Data Analisa Tempo untuk mendapatkan versi arsip dalam bentuk PDF, di 021-7255624 ext 486

    Download versi digitalnya :
    1. iPad : melalui aplikasi Tempo Media Apps. Klik disini
    2. Samsung Galaxy Tab melalui aplikasi Samsung E Reader. Klik disini
    3. Huawei Ideos S7 melalui aplikasi XL-Baca. Klik disini

    Terima Kasih.

cover

Agama

Natal di Atas Puing-Puing

Buku

Estetika Islam dalam Sastra Melayu

Catatan Pinggir

Passarola

Inforial

Inforial

TEMPO|interaktif

Nasional

Ribuan Pelayat Sambut Jenazah Femi

Nasional

Terbar Senyum Menteri Andi Mallarangeng di KPK

Olahraga

Milan Belum Tentu Permanenkan Aquilani

Nasional

Grasi bagi Corby, Ini Jawaban Istana

Nasional

Grasi Corby, SBY Bantah Ada Kesepakatan Australia

Nasional

Politikus Golkar Nyatakan Grasi Corby Bisa Dicabut

Nasional

UGM Tuan Rumah Kongres Pancasila IV  

Paksa Si Kecil Makan Bikin Stres Anak

Nasional

Hanya Ketemu Staf, Anggota DPR Ngambek di Belanda  

Nasional

5 Bulan Dana Sertifikasi Guru Belum Cair  

Nasional

Isak Tangis Sambut Kedatangan Jenazah Anggi

iklan generik

Top
  • Majalah Tempo
  • English Edition
  • Koran Tempo
  • PDAT
  • Photostock
  • U-Mag
  • Ruang Baca
  • Blog
  • Jurnalisme Publik
  • iTempo
  • Video
  • Audio
  • Infografis
  • Nasional
  • Metro
  • Bisnis
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Seni & Hiburan
  • Internasional
  • Selebritas
  • Kolom
  • English
  • Japanese
  • Help
  • About us
  • Contact
Copyright 2011 TEMPOinteraktif