Saya adalah pengguna tetap layanan transportasi kereta api yang disediakan Perumka. Jalur yang paling sering saya tempuh adalah Jakarta- Yogya (pp.) dengan kelas tempat duduk tergantung kebutuhan maupun kondisi keuangan saya. Sepanjang pengamatan saya, empat tahun terakhir ini pelayanan yang diberikan Perumka bukannya meningkat, melainkan justru merosot.
Peluncuran kereta eksekutif seri Argo memang menggembirakan. Namun, di sisi lain, sejak adanya seri Argo tersebut, waktu tempuh kereta yang kelasnya di bawahnya menjadi molor. Sering kali, satu kereta bisnis terpaksa ngendon lebih dari satu jam di stasiun kecil untuk didahului kereta Argo, dan ini tidak hanya terjadi satu kali dalam satu perjalanan. Dengan begini, Perumka telah ikut menyumbangkan pupuk kecemburuan sosial.
Selain itu, tingkat kebersihan di kereta kelas bisnis pun makin memprihatinkan. Sudah jamak bila dijumpai kecoa atau tikus hilir-mudik di sela-sela tubuh penumpang yang tidur di lantai gerbong.
Sebagai penumpang yang membayar dan antre untuk mendapatkannya, saya merasa berhak mempertanyakan kemampuan Perumka dalam melayani pemakainya. Dan, layanan kereta api merupakan salah satu contoh monopoli yang buruk.
ANTO M.
Durentiga, Jakarta Selatan
"Nikmati tulisan lengkap artikel ini pada versi cetak dan versi digital majalah Tempo" Silahkan hubungi customer service kami untuk berlangganan edisi cetak di 021-5360409 ext 9. Silahkan hubungi Pusat Data Analisa Tempo untuk mendapatkan versi arsip dalam bentuk PDF, di 021-7255624 ext 486
Download versi digitalnya :
1. iPad : melalui aplikasi Tempo Media Apps. Klik disini
2. Samsung Galaxy Tab melalui aplikasi Samsung E Reader. Klik disini
3. Huawei Ideos S7 melalui aplikasi XL-Baca. Klik disini
Terima Kasih.

