• Home
  • 26 Januari 1999
  • English
  • rss
  • CARI BERITA
Home
Online
  • TEMPOinteraktif
  • English Edition
  • Koran Tempo
  • PDAT
  • Photostock
  • U-Mag
  • Ruang Baca
  • Blog
  • Jurnalisme Publik
  • iTempo
  • Video
  • Audio
  • Infografis
  • Halaman Utama
  • Ekonomi
    • Ekonomi dan Bisnis
  • Gaya Hidup
    • Kesehatan
    • Perilaku
    • Film
  • Hukum
    • Hukum
  • Internasional
    • Luar Negeri
  • Laporan Utama
    • Laporan Utama
  • Nasional
    • Nasional
  • Opini
    • Kolom
    • Catatan Pinggir
    • Opini
  • Prelude
    • Surat
    • Inovasi
  • Sains
    • Pendidikan
  • Tokoh
    • Pokok dan Tokoh
  • Arsip
  • 26 Januari 1999

    Korpri, Contohlah ABRI

    POLEMIK boleh tidaknya PNS menjadi anggota partai politik, sebaiknya Korpri mencontoh ABRI. Sejak dulu, sekarang, dan masa datang ABRI menyatakan tidak memihak, berdiri di atas semua golongan. Memakai jaket sendiri, tidak menggunakan hak pilih dan dipilih/tidak ikut pemilu. Karena itu, di lembaga demokrasi, parlemen/DPR, ABRI yang jumlahnya kurang lebih setengah juta orang, meminta imbalan jatah gratis kursi demokrasi sebanyak 40 kursi. Analog dengan sikap demokrasi model ABRI, Korpri seharusnya juga bisa menyatakan tidak memihak, ABRI sudah di atas semua golongan. Korpri jumlahnya lebih kurang 5 juta orang, minta saja jatah kursi demokrasi di DPR sebanyak 40 kali (5 juta/0,5 juta) = 400 kursi. Apabila kursi demokrasi di Parlemen/DPR jumlahnya 550 kursi, sisa kursi yang diperebutkan oleh partai-partai yang jumlahnya lebih 120 adalah: 550-50-400 = 50 kursi. Apabila hal itu dapat dilaksanakan, dijamin Indonesia akan aman terkendali. Masalah ada yang ribut-ribut baik dari luar maupun dalam, terserah. Tentang agar Korpri dibubarkan, sebaiknya jangan, karena terkesan habis manis sepah dibuang. Selain itu, Korpri hanya satu, bila dibubarkan akan hilang, tidak ada Korpri lagi. Lebih baik Golkar saja yang dibubarkan, sebab bila Golkar dibubarkan masih ada lebih 120 partai penggantinya dan rakyat tidak akan menangisi. NARYO Taman Bougenville G 2-2 Jatibening, Pondok Gede Bekasi

    "Nikmati tulisan lengkap artikel ini pada versi cetak dan versi digital majalah Tempo" Silahkan hubungi customer service kami untuk berlangganan edisi cetak di 021-5360409 ext 9. Silahkan hubungi Pusat Data Analisa Tempo untuk mendapatkan versi arsip dalam bentuk PDF, di 021-7255624 ext 486

    Download versi digitalnya :
    1. iPad : melalui aplikasi Tempo Media Apps. Klik disini
    2. Samsung Galaxy Tab melalui aplikasi Samsung E Reader. Klik disini
    3. Huawei Ideos S7 melalui aplikasi XL-Baca. Klik disini

    Terima Kasih.

cover

Catatan Pinggir

Tokoh

Inforial

Cologne Water Yellow Ferrari

Prooptik Corporate Program

Menu Baru Planet Hollywood

TEMPO|interaktif

Bisnis

Jakarta Boros Bensin  

Bisnis

Pungutan Retribusi Daerah Bisa Dibatalkan  

Internasional

Ulama Libanon yang Diculik Segera Dibebaskan  

Bisnis

Bukopin Turunkan Rasio Dividen  

Bisnis

Industri Manufaktur Cina Memburuk  

Olahraga

Bos Chelsea: Torres Pemain Penting  

Olahraga

Chelsea Siap Lepas Kalou dan Bosingwa  

Bisnis

Pasokan Berkurang, Harga Elpiji di Jawa Timur Naik  

Nasional

Usai Ricuh Massa, Ratusan Polisi Jaga Lokasi Musda

Syamsi Dhuha Terima Sasakawa Health Prize

Nasional

Mirwan Amir Mengaku Mundur karena Sorotan Hukum

iklan generik

Top
  • Majalah Tempo
  • English Edition
  • Koran Tempo
  • PDAT
  • Photostock
  • U-Mag
  • Ruang Baca
  • Blog
  • Jurnalisme Publik
  • iTempo
  • Video
  • Audio
  • Infografis
  • Nasional
  • Metro
  • Bisnis
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Seni & Hiburan
  • Internasional
  • Selebritas
  • Kolom
  • English
  • Japanese
  • Help
  • About us
  • Contact
Copyright 2011 TEMPOinteraktif