• Home
  • 01 Februari 1999
  • English
  • rss
  • CARI BERITA
Home
Online
  • TEMPOinteraktif
  • English Edition
  • Koran Tempo
  • PDAT
  • Photostock
  • U-Mag
  • Ruang Baca
  • Blog
  • Jurnalisme Publik
  • iTempo
  • Video
  • Audio
  • Infografis
  • Halaman Utama
  • Ekonomi
    • Ekonomi dan Bisnis
    • Media
  • Gaya Hidup
    • Olahraga
    • Perilaku
    • Film
  • Hukum
    • Hukum
  • Internasional
    • Luar Negeri
  • Nasional
    • Nasional
  • Opini
    • Kolom
    • Catatan Pinggir
    • Opini
  • Prelude
    • Ralat
    • Album
    • Surat
    • Inovasi
  • Sains
    • Pendidikan
    • Buku
  • Seni
    • Teater
    • Seni
  • Tokoh
    • Pokok dan Tokoh
  • Arsip
  • 01 Februari 1999

    Hubungan Korpri-Golkar

    JUMLAH anggota Korpri mencapai 6 juta. Jika diasumsikan tiap anggota mampu melakukan multilevel marketing dengan cara menggaet dua orang di lingkungannya, diperkirakan dapat meraih 12 juta suara. Jumlah tersebut merupakan tambang suara menggiurkan bagi Golkar.

    Kita seharusnya berduka, sebagai organisasi masyarakat terdidik, Korpri ternyata hanya menjadi salah satu alat jusifikasi rezim Soeharto. Fungsi lembaga pelayan yang hanya bagi kepentingan masyarakat berubah menjadi budak kepentingan politik Orde Baru. Sehingga tuntutan empati terhadap kepentingan peningkatan dan pemerataan kesejateraan anggota Korpri, yang mungkin gajinya masih di bawah penghasilan buruh-buruh pelabuhan, tapi di tempat yang lain anggota Korpri mungkin di garasinya tersimpan mobil mewah.

    Sebagai organisasi tempat pegawai negeri sipil memperjuangkan aspirasi dan kepentingannya, Korpri tidak saatnya lagi merupakan alat kepentingan Golkar. Kepentingan Korpri adalah kepentingan dalam wawasan kebangsaan. Biarkan anggota Korpri pada pemilu mendatang dapat menikmati suasana demokrasi bangsa yang bersih. Bersih dari tekanan dan rasa kecewa apabila anggota Korpri tidak berani menyuarakan kehendak nuraninya sendiri. Harapan kita semua sebagai anggota Korpri, tentu pemerintah mendatang adalah pemerintah yang memperoleh kemenangan secara politis dan moral.

    Saya menghargai Bung Akbar, tapi tolonglah Golkar konsisten dengan perilaku fair play politik. Biarkan anggota Korpri memasuki era demokrasi yang sehat tanpa dihantui perasaan sewaktu-waktu dapat berhenti atau dimutasi dengan alasan yang tidak jelas karena kita mengambil sikap politik berbeda dengan induk organisasi kita. Dan saya rasa apabila Korpri sendiri ternyata tidak mampu menjawab reposisi dan redefinisi dirinya sendiri seiring dengan tuntutan reformasi, lebih baik Korpri dibubarkan saja. Karena adalah hal yang menakutkan apabila Korpri tetap hanya berfungsi sebagai belenggu kebebasan demokrasi pegawai negeri. Bagi saya sendiri, apa pun keputusan undang-undang nanti, dan apa pun keputusan organisasi Korpri terhadap hubungannya dengan Golkar, saya akan mencabut dukungan saya terhadap Golkar dan akan mendukung PAN pada pemilu Juni nanti. Semoga rekan-rekan anggota Korpri yang lain juga dapat merasakan angin kebebasan dalam berdemokrasi nanti. Marilah kita pilih partai yang menurut nurani kita mampu membawa diri kita menuju masyarakat Indonesia baru dan kita berikan pelayanan yang terbaik kepada seluruh lapisan masyarakat Indonesia tanpa memandang ras, suku, agama, partai, atau golongan apa pun.

    Satya Wijayantara
    Jalan Kaji 10
    Jakarta Pusat


    "Nikmati tulisan lengkap artikel ini pada versi cetak dan versi digital majalah Tempo" Silahkan hubungi customer service kami untuk berlangganan edisi cetak di 021-5360409 ext 9. Silahkan hubungi Pusat Data Analisa Tempo untuk mendapatkan versi arsip dalam bentuk PDF, di 021-7255624 ext 486

    Download versi digitalnya :
    1. iPad : melalui aplikasi Tempo Media Apps. Klik disini
    2. Samsung Galaxy Tab melalui aplikasi Samsung E Reader. Klik disini
    3. Huawei Ideos S7 melalui aplikasi XL-Baca. Klik disini

    Terima Kasih.

cover

Album

Meninggal

Buku

Antara Hukum dan Kehidupan

Catatan Pinggir

Pnina

Ralat

RALAT :

TEMPO|interaktif

Nasional

Ini Pemicu Serbuan Massa ke Anas dan Ibas

Otomotif

Awas, Bahan bakar Etanol Pekat Bisa Merusak Mesin

Bisnis

Pelambatan Manufaktur Cina Bebani Bursa Asia

Nasional

Indofarma Bukan Distributor Alat Kesehatan

Welbeck Masih Cedera, Inggris Krisis Penyerang

Bisnis

Jakarta Boros Bensin  

Bisnis

Pungutan Retribusi Daerah Bisa Dibatalkan  

Internasional

Ulama Libanon yang Diculik Segera Dibebaskan  

Bisnis

Bukopin Turunkan Rasio Dividen  

Bisnis

Industri Manufaktur Cina Memburuk  

Olahraga

Bos Chelsea: Torres Pemain Penting  

iklan generik

Top
  • Majalah Tempo
  • English Edition
  • Koran Tempo
  • PDAT
  • Photostock
  • U-Mag
  • Ruang Baca
  • Blog
  • Jurnalisme Publik
  • iTempo
  • Video
  • Audio
  • Infografis
  • Nasional
  • Metro
  • Bisnis
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Seni & Hiburan
  • Internasional
  • Selebritas
  • Kolom
  • English
  • Japanese
  • Help
  • About us
  • Contact
Copyright 2011 TEMPOinteraktif