Hubungan Korpri-Golkar
JUMLAH anggota Korpri mencapai 6 juta. Jika diasumsikan tiap anggota mampu melakukan multilevel marketing dengan cara menggaet dua orang di lingkungannya, diperkirakan dapat meraih 12 juta suara. Jumlah tersebut merupakan tambang suara menggiurkan bagi Golkar.
Kita seharusnya berduka, sebagai organisasi masyarakat terdidik, Korpri ternyata hanya menjadi salah satu alat jusifikasi rezim Soeharto. Fungsi lembaga pelayan yang hanya bagi kepentingan masyarakat berubah menjadi budak kepentingan politik Orde Baru. Sehingga tuntutan empati terhadap kepentingan peningkatan dan pemerataan kesejateraan anggota Korpri, yang mungkin gajinya masih di bawah penghasilan buruh-buruh pelabuhan, tapi di tempat yang lain anggota Korpri mungkin di garasinya tersimpan mobil mewah.
Sebagai organisasi tempat pegawai negeri sipil memperjuangkan aspirasi dan kepentingannya, Korpri tidak saatnya lagi merupakan alat kepentingan Golkar. Kepentingan Korpri adalah kepentingan dalam wawasan kebangsaan. Biarkan anggota Korpri pada pemilu mendatang dapat menikmati suasana demokrasi bangsa yang bersih. Bersih dari tekanan dan rasa kecewa apabila anggota Korpri tidak berani menyuarakan kehendak nuraninya sendiri. Harapan kita semua sebagai anggota Korpri, tentu pemerintah mendatang adalah pemerintah yang memperoleh kemenangan secara politis dan moral.
Saya menghargai Bung Akbar, tapi tolonglah Golkar konsisten dengan perilaku fair play politik. Biarkan anggota Korpri memasuki era demokrasi yang sehat tanpa dihantui perasaan sewaktu-waktu dapat berhenti atau dimutasi dengan alasan yang tidak jelas karena kita mengambil sikap politik berbeda dengan induk organisasi kita. Dan saya rasa apabila Korpri sendiri ternyata tidak mampu menjawab reposisi dan redefinisi dirinya sendiri seiring dengan tuntutan reformasi, lebih baik Korpri dibubarkan saja. Karena adalah hal yang menakutkan apabila Korpri tetap hanya berfungsi sebagai belenggu kebebasan demokrasi pegawai negeri. Bagi saya sendiri, apa pun keputusan undang-undang nanti, dan apa pun keputusan organisasi Korpri terhadap hubungannya dengan Golkar, saya akan mencabut dukungan saya terhadap Golkar dan akan mendukung PAN pada pemilu Juni nanti. Semoga rekan-rekan anggota Korpri yang lain juga dapat merasakan angin kebebasan dalam berdemokrasi nanti. Marilah kita pilih partai yang menurut nurani kita mampu membawa diri kita menuju masyarakat Indonesia baru dan kita berikan pelayanan yang terbaik kepada seluruh lapisan masyarakat Indonesia tanpa memandang ras, suku, agama, partai, atau golongan apa pun. Satya Wijayantara
Jalan Kaji 10
Jakarta Pusat
