Surat

Politik Pelayanan Kesehatan

KAMI ingin melengkapi artikel "Jamu (Tak) Mampir di New York" (TEMPO 18 Januari 1999, halaman 76) tentang pengembangan industri jamu.

Menurut kami, politik pelayanan kesehatan nasional Indonesia menganaktirikan obat tradisional Indonesia dan merelakan obat dan metode pengobatan Barat memonopoli jalur pelayanan kesehatan nasional. Pengobatan dan obat tradisional Indonesia, yang de facto diterima dan diakui masyarakat, hanya dibina dan diawasi melalui jalur "belas kasihan", tanpa pengakuan formal yang menyejajarkan karsa dan karya budaya bangsa Indonesia dengan budaya Barat.

Namun, di masa reformasi ini, Depkes RI, melalui Dirjen Pengawasan Obat dan Makanan, telah nyata memperhatikan dan berupaya mereformasi status anak tiri obat dan pengobatan tradisional Indonesia di negeri sendiri. Apalagi industri farmasi budaya Barat terpuruk akibat 95 persen ketergantungan impor. Bahkan tema Hari Kesehatan Nasional 1998 secara eksplisit mengatakan, "Kembali ke obat asli Indonesia."

Semoga slogan itu benar-benar mengobarkan semangat reformasi "kebangkitan nasional" politik pelayanan kesehatan nasional Indonesia.

JAYA SUPRANA
Wakil Ketua Gabungan Pengusaha Jamu Indonesia
Jalan Ki Mangunsarkoro 106, Semarang

POKOK & TOKOH

KOLOM

CATATAN PINGGIR

TempoInteraktif

Timteng
Resolusi PBB Mandul, Israel Terus Gempur Gaza
-----------------
Perbankan_keuangan
Bank Harus Tambah Modal 15 Persen
-----------------
Politik
Kalla Tegaskan Dirinya Adalah Pemimpin Nasional
-----------------
Hukum
Rizal Ramli: Penetapan Status Tersangka Itu Politis
-----------------
Nasional
Pemerintah Menolak Kirim Relawan Perang
-----------------
Timteng
Hamas Tolak Seruan Gencatan Senjata PBB
-----------------
Nusa
Kakek Uzur Akhirnya Ceraikan Bocah 12 Tahun
-----------------
Ekbis
Revisi Asumsi Makro Anggaran Diajukan Bulan Depan
-----------------
Nasional
Pemerintah Kaji Penurunan Bahan Bakar Minyak 15 Januari
-----------------
Sepakbola
Pemain Terbaik Dunia Diumumkan Senin
-----------------