Ulah Oknum DLLAJ di Kalideres
Setelah itu, kami dicegat oleh oknum DLLAJ lain seraya mengambil SIM kami. Meskipun sudah meminta maaf karena tidak melihat tanda larangan mobil pribadi memasuki terminal, SIM kami tetap ditahan. Dengan arogan ia mengajak kami menemui komandannya di kantor.
SIM kami akhirnya dikembalikan oleh si komandan dengan "barter" uang Rp 20.000, yang disaksikan oleh istri saya. Saya tidak mempersoalkan nilai uang itu, tapi bagaimana mental oknum DLLAJ itu? Mohon perhatian Dirjen Hubdar.
Nama dan alamat pada redaksi
