• Home
  • 14 Februari 1999
  • English
  • rss
  • CARI BERITA
Home
Online
  • TEMPOinteraktif
  • English Edition
  • Koran Tempo
  • PDAT
  • Photostock
  • U-Mag
  • Ruang Baca
  • Blog
  • Jurnalisme Publik
  • iTempo
  • Video
  • Audio
  • Infografis
  • Halaman Utama
  • Ekonomi
    • Ekonomi dan Bisnis
  • Gaya Hidup
    • Olahraga
    • Kesehatan
    • Film
  • Hukum
    • Hukum
  • Internasional
    • Luar Negeri
  • Laporan Utama
    • Laporan Utama
  • Nasional
    • Nasional
  • Opini
    • Kolom
    • Catatan Pinggir
    • Opini
  • Prelude
    • Surat
    • Inovasi
  • Sains
    • Lingkungan
    • Pendidikan
    • Ilmu dan Teknologi
    • Buku
  • Seni
    • Fotografi
    • Seni
  • Tokoh
    • Pokok dan Tokoh
    • Obituari
  • Arsip
  • 14 Februari 1999

    Artha Rimba Tenggelam

    Kabar memprihatinkan kali ini datang dari Kalimantan Barat. Pekan lalu, Kapal Layar Motor (KLM) Artha Rimba tenggelam di Laut Cina Selatan. Baru seratus mil dari Singkawang, Sambas, tempat kapal diberangkatkan, Artha Rimba dihajar dan ditenggelamkan badai. Sejauh ini, baru dua jenazah yang ditemukan dan belum diketahui pasti berapa jumlah korban yang meninggal. Kapal kargo MV Hamada, yang berbendera Belize, hanya sanggup menyelamatkan 19 orang?termasuk nakhoda?yang terapung di laut selama dua hari dua malam. Seorang penumpang lain diselamatkan nelayan sehari berikutnya. Nakhoda Hermanto, yang kini dikawal ketat kepolisian, menyebutkan bahwa KLM Artha Rimba mengangkut 325 penumpang. Padahal Artha Rimba jelas-jelas kapal barang yang tidak dibolehkan mengangkut penumpang (apalagi ratusan). Kolom penumpang dalam surat izin berlayar (SIB) juga diisi kata "nihil". Hermanto mengaku tak tahu-menahu bagaimana bisa Artha Rimba mengangkut penumpang. "Saya hanya disuruh mengangkut," katanya. Menurut Hermanto, rombongan penumpang kapalnya adalah tenaga kerja Indonesia yang akan bekerja di perusahaan penebangan kayu di Kepulauan Riau. Mereka diantar Salim, anggota Kepolisian RI dari Riau, yang tidak ikut berlayar. Begitulah akhirnya bila penumpang dinilai tak lebih dari sekadar barang.

    "Nikmati tulisan lengkap artikel ini pada versi cetak dan versi digital majalah Tempo" Silahkan hubungi customer service kami untuk berlangganan edisi cetak di 021-5360409 ext 9. Silahkan hubungi Pusat Data Analisa Tempo untuk mendapatkan versi arsip dalam bentuk PDF, di 021-7255624 ext 486

    Download versi digitalnya :
    1. iPad : melalui aplikasi Tempo Media Apps. Klik disini
    2. Samsung Galaxy Tab melalui aplikasi Samsung E Reader. Klik disini
    3. Huawei Ideos S7 melalui aplikasi XL-Baca. Klik disini

    Terima Kasih.

cover

Buku

Bujukan untuk 'Sumeleh'

Catatan Pinggir

Jip

Fotografi

Foto-Foto Dunia yang Gaduh

TEMPO|interaktif

Olahraga

Leverkusen Tanpa Ballack Lawan Barca

Olahraga

MU Terima Permohonan Maaf Liverpool

Olahraga

City Kembali ke Puncak

Utama Motor, Dealer Khusus Moge Mulai Beroperasi

Motor Honda Raih Lima Penghargaan Merek Terbaik

PT ASTRA HONDA MOTOR

Olahraga

Usai Berdiskusi dengan Klub, Suarez Akui Kesalahan

Olahraga

Aston Villa-Manchester City Masih Tanpa Gol

Olahraga

Inter Milan Ditundukkan Tim Juru Kunci

Olahraga

Hadapi Aston Villa, City Rotasi Sejumlah Pemain

Bisnis

Duta Besar AS untuk Cina Menjadi Direktur Ford

Internasional

Kaisar Akihito Jalani Operasi Bedah Jantung

iklan generik

Top
  • Majalah Tempo
  • English Edition
  • Koran Tempo
  • PDAT
  • Photostock
  • U-Mag
  • Ruang Baca
  • Blog
  • Jurnalisme Publik
  • iTempo
  • Video
  • Audio
  • Infografis
  • Nasional
  • Metro
  • Bisnis
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Seni & Hiburan
  • Internasional
  • Selebritas
  • Kolom
  • English
  • Japanese
  • Help
  • About us
  • Contact
Copyright 2011 TEMPOinteraktif