• Home
  • 23 Februari 1999
  • English
  • rss
  • CARI BERITA
Home
Online
  • TEMPOinteraktif
  • English Edition
  • Koran Tempo
  • PDAT
  • Photostock
  • U-Mag
  • Ruang Baca
  • Blog
  • Jurnalisme Publik
  • iTempo
  • Video
  • Audio
  • Infografis
  • Halaman Utama
  • Ekonomi
    • Ekonomi dan Bisnis
  • Gaya Hidup
    • Olahraga
    • Kesehatan
    • Film
  • Hukum
    • Hukum
  • Internasional
    • Luar Negeri
  • Laporan Utama
    • Laporan Utama
  • Nasional
    • Nasional
  • Opini
    • Kolom
    • Catatan Pinggir
    • Opini
  • Prelude
    • Album
    • Surat
    • Inovasi
  • Sains
    • Lingkungan
    • Pendidikan
    • Buku
  • Seni
    • Fotografi
    • Teater
    • Seni
  • Tokoh
    • Pokok dan Tokoh
    • Obituari
  • Arsip
  • 23 Februari 1999

    Validitas Investigasi BRI

    SAYA meragukan validitas pemberitaan TEMPO, edisi 19, 9-15 Februari 1999, rubrik Investigasi, mengenai BRI (Bank Rakyat Indonesia).

    1. Disebutkan bahwa Djokosantoso Moelyono sebelumnya adalah Direktur Utama Bank Exim. Sepengetahuan saya, semasa di Bank Exim, ia hanya sebagai direktur.
    2. Pada halaman 44 alinea 2 disebutkan Griya Tangerang Estetika (GTE) telah mengantongi kredit senilai Rp 340 miliar, sedangkan di alinea 8 disebutkan kelompok usaha Argo Manunggal (termasuk kredit untuk GTE) mendapat Rp 400 miliar. Di halaman 44 alinea 2, terdapat angka Rp 240 miliar untuk GTE. Sementara itu, pada tabel daftar debitur yang melanggar BMPK tercatat lain, plafon untuk Argo sebanyak Rp 649.038 juta. Angka-angka tersebut tidak ada kecocokan.
    3. Angka-angka yanga dimuat dalam tabel-tabel tidak mencantumkan sumbernya. Mengapa TEMPO bisa percaya begitu saja? Kalau tidak bisa mendapatkan konfirmasi dari BRI (karena memang mungkin lembaga itu menghadapi kendala untuk itu), mengapa tidak mengecek ke pihak lain, Bank Indonesia misalnya. Bank Indonesia sebagai otoritas moneter serta lembaga pengawas mempunyai data yang lengkap, mutakhir, dan terjamin validitasnya.
    4. Dari data yang masih meragukan tersebut sudah disebutkan bahwa BRI telah meninggalkan masyarakat kecil. Untuk diketahui, pada 2 Oktober 1998 di Washington D.C., Amerikat Serikat, telah ditetapkan suatu penghargaan internasional bidang micro-finance oleh Micro Finance Network, yang diberi nama Sugianto Award. Diambil dari nama salah seorang bekas direktur BRI (meninggal 1998).

    Zainuddin Mappa
    Jalan Langit-langit No.11
    Kayu Putih, Jakarta Timur

    Jawaban Redaksi

    1. Anda benar. Djokosantoso Mulyono memang mantan direktur Bank Exim, bukan direktur utama.
    2. Tentang GTE, menurut kami, yang benar adalah Rp 340 miliar. Penyebutan di alinea lain sebagai Rp 240 miliar adalah kekeliruan.
    3. Bank Indonesia, tentu saja, punya data yang lebih komprehensif. Namun, lembaga itu juga punya cakupan perhatian yang terlalu luas. Kami berharap, BRI?karena cakupannya lebih terfokus dan pihak yang mungkin dirugikan oleh pemberitaan kami-bisa memberikan angka menurut versinya. Sayang, mereka menolak.
    4. Data dan informasi yang kami peroleh membuat kami mempunyai kesimpulan berbeda dari Micro Finance Network.


    "Nikmati tulisan lengkap artikel ini pada versi cetak dan versi digital majalah Tempo" Silahkan hubungi customer service kami untuk berlangganan edisi cetak di 021-5360409 ext 9. Silahkan hubungi Pusat Data Analisa Tempo untuk mendapatkan versi arsip dalam bentuk PDF, di 021-7255624 ext 486

    Download versi digitalnya :
    1. iPad : melalui aplikasi Tempo Media Apps. Klik disini
    2. Samsung Galaxy Tab melalui aplikasi Samsung E Reader. Klik disini
    3. Huawei Ideos S7 melalui aplikasi XL-Baca. Klik disini

    Terima Kasih.

cover

Album

Meninggal

Buku

Buku Cepat, Menanti Badai Usai

Sukses Buku dari Mizan

Catatan Pinggir

Fo

Fotografi

Dan Anak-Anak Menjadi Korban

Inforial

Paket haloHAJI Telkomsel

Lemari Es 'Dual Swing Door' dari Sharp

Pena Perekam Suara Digital dari Samsung

TEMPO|interaktif

Metro

Listrik Biarpet, Warga Cipayung Kesal

Olahraga

Gagal ke Final Al-Nakbah, Timnas Diguyur Bonus  

Bisnis

Kobexindo Targetkan Penjualan Alat Berat Hingga 1.300 unit

Bisnis

Malaysia akan Kehabisan Lahan Sawit  

Bisnis

DPR Setujui RAPBN 2013 Masuk Badan Anggaran  

Bisnis

275 Daerah Belum Susun Raperda PBB  

Nasional

Istana Tak Tahu Ibas Nyaris Jadi Korban Bentrokan  

Metro

Rekonstruksi Pengeroyokan Kelasi Arifin Digelar  

Nasional

Pengadilan Pamekasan Eksekusi Rumah Dinas Polisi  

Bisnis

Kobexindo Akan Buka Lima Kantor Cabang Baru

Nasional

Ini Pemicu Serbuan Massa ke Anas dan Ibas  

iklan generik

Top
  • Majalah Tempo
  • English Edition
  • Koran Tempo
  • PDAT
  • Photostock
  • U-Mag
  • Ruang Baca
  • Blog
  • Jurnalisme Publik
  • iTempo
  • Video
  • Audio
  • Infografis
  • Nasional
  • Metro
  • Bisnis
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Seni & Hiburan
  • Internasional
  • Selebritas
  • Kolom
  • English
  • Japanese
  • Help
  • About us
  • Contact
Copyright 2011 TEMPOinteraktif