Surat

Minta Tanggung Jawab PT Universal

Pada 13 Oktober 1997, kami telah membeli apartemen Permata Eksekutif di Jalan Pos Pengumben Raya, Jakarta 11550, atas nama istri saya, Nyonya Dissyfiana, seharga US$ 47.766,51, dengan lunas.

Sesuai dengan akta jual-beli Notaris Linda Ibrahim, S.H., Nomor 1228 Tanggal 28 Mei 1997, pihak pengembang, PT Universal Dwikarya, akan menyelesaikan pembangunan per 30 September 1998, dan apartemen diserahkan paling lambat 30 Oktober 1998. Bila hal itu tidak terealisasi, paling lambat 120 hari setelah itu atau tanggal 27 Februari 1999, pihak pengembang diharuskan membayar ganti rugi kepada kami sebesar bunga deposito dari nilai total pembelian sesuai dengan bunga bank dalam dolar AS per bulannya.

Sampai saat ini, kami telah menulis surat tiga kali kepada pengembang dan notarisnya, tapi tidak ada tanggapan. Dan bila ditanya melalui telepon, mereka selalu buang badan. Padahal, ketika menandatangani akta itu, kami sangat terpaksa karena ingin segera menggunakan apartemen tersebut. Karena itu, kami minta tanggung jawab PT Universal Dwikarya.

Dengan kejadian ini, ke mana kami harus menanyakan masalah ini? Kepada Menteri Perumahan Rakyat dan Pemukiman, REI, YLKI, notaris, atau kepada siapa? Bagi para pembeli yang senasib dan akan memperjuangkan haknya, mari bergabung bersama kami.

Ir. Satrio Tjaroko Utomo, M.Sc.
Jalan Cempakaputih Barat IV Nomor 4-B
Jakarta 10520

POKOK & TOKOH

WAWANCARA

KOLOM

CATATAN PINGGIR

TempoInteraktif

Timteng
Hamas Tolak Seruan Gencatan Senjata PBB
-----------------
Nusa
Kakek Uzur Akhirnya Ceraikan Bocah 12 Tahun
-----------------
Ekbis
Revisi Asumsi Makro Anggaran Diajukan Bulan Depan
-----------------
Nasional
Pemerintah Kaji Penurunan Bahan Bakar Minyak 15 Januari
-----------------
Sepakbola
Pemain Terbaik Dunia Diumumkan Senin
-----------------
Kriminal
Siswa Playgroup Dianiaya Guru
-----------------
Ekbis
Stimulus Fiskal Baru Terasa Beberapa Bulan Mendatang
-----------------
Nusa
Aceh Targetkan Ekspor Beras 2009
-----------------
Asia
Prajurit Amerika Tewas di Afganistan
-----------------
Nusa
Pengusutan Korupsi Pasar Turi Masih Gelap
-----------------