• Home
  • 06 April 1999
  • English
  • rss
  • CARI BERITA
Home
Online
  • TEMPOinteraktif
  • English Edition
  • Koran Tempo
  • PDAT
  • Photostock
  • U-Mag
  • Ruang Baca
  • Blog
  • Jurnalisme Publik
  • iTempo
  • Video
  • Audio
  • Infografis
  • Halaman Utama
  • Ekonomi
    • Ekonomi dan Bisnis
    • Media
  • Gaya Hidup
    • Olahraga
    • Kesehatan
    • Film
  • Hukum
    • Hukum
  • Internasional
    • Luar Negeri
  • Nasional
    • Nasional
  • Opini
    • Kolom
    • Catatan Pinggir
    • Opini
  • Prelude
    • Album
    • Surat
    • Inovasi
  • Sains
    • Lingkungan
    • Ilmu dan Teknologi
    • Buku
  • Selingan
    • Indonesiana
  • Seni
    • Fotografi
    • Tari
    • Seni
  • Tokoh
    • Pokok dan Tokoh
    • Wawancara
  • Arsip
  • 06 April 1999

    Sari Berita dan Teori Konspirasi

    Plot & Schemes that Brought Down Soeharto
    Oleh: Richard Mann
    Penerbit:Gateway Books, 1998
    Tebal: 348 halaman
    Produksi: Fox 2000

    Kita sering berharap lebih dari buku berbahasa Inggris dan dari penulis asing?bahkan jika itu tentang peristiwa di Indonesia. Tak semua harapan terpenuhi. Dan buku ini, kecuali pada kecepatannya terbit, masuk dalam kelompok yang mengecewakan itu.

    Richard Mann?"ilmuwan politik dan ahli ekonomi" asal Inggris?meliput dan berupaya menulis peristiwa-peristiwa politik dan ekonomi dua tahun terakhir menjelang Mei 1998 yang bersejarah serta beberapa bulan pemerintahan B.J. Habibie.

    Melalui serpihan berita yang dirangkai dengan lumayan?meski tidak sebagus dan semenarik Sterling Seagrave (The Marcos Dynasty dan Lords of the Rim)?Mann berkisah tentang peran Amerika (dan IMF), pembantu Soeharto yang "berkhianat", agenda Prabowo, dan klik-klik di tubuh militer.

    Judulnya bagus, setidaknya berbau drama, bernuansa konspirasi, dan mirip judul cerita detektif. Namun, buku ini hampir tak menawarkan perspektif baru dan mendalam. Data dan fakta-faktanya cukup kaya serta rinci, tapi miskin sumber eksklusif.

    Tak ada indeks, tak ada wawancara dengan aktor ataupun insider, dan tidak pula ada rujukan serius, kecuali nama-nama koran serta majalah dalam dan luar negeri yang isinya sebagian besar kita ketahui. Dengan kata lain, buku ini lebih mirip kumpulan kliping?seperti buku-buku "jatuhnya Soeharto" lain dari penulis Indonesia.

    Sebagai penulis yang mengakrabi Indonesia selama 20 tahun dan kawin dengan wanita Indonesia, Mann sebenarnya memiliki akses yang jauh lebih bagus dibandingkan dengan ilmuwan politik dan ahli ekonomi asing lain mana pun. Dia juga telah menerbitkan lebih dari 30 buku yang sebagian besar isinya tentang Indonesia dan sebagian di antaranya hasil kerja sama dengan badan-badan pemerintah Indonesia.

    Mann penulis yang produktif. Dan produktivitas, mudah dipahami, jarang menghasilkan sesuatu yang memuaskan. Sebelum ini, Mann telah menulis banyak aspek tentang Indonesia: buku-buku panduan wisata, panduan bisnis dan investasi, serta kehidupan para "ekspat" di Indonesia.

    Plot and Schemes tampaknya juga bersifat saling melengkapi dengan buku lain Mann yang terbit hampir bersamaan: Economic Crisis in Indonesia: the Full Story?sebuah pelacakan hari demi hari, langkah demi langkah, tragedi Indonesia sejak Juni 1997. Dia bahkan sudah menulis sejumlah cerpen (The Fortune Teller dan A Clown on the Streets of Jakarta) serta novel (Murder in Batavia).

    Namun, Richard Mann memang tidak berpretensi besar. Seperti ditulisnya dalam prakata buku ini, peristiwa-peristiwa yang menyertai kejatuhan Soeharto, menurut dia, "no more academic exercise." Buku ini memang tidak dimaksudkannya sebagai referensi akademis, tapi ditujukan buat "para pengusaha yang ingin tahu tentang kenapa dia dijatuhkan dan siapa yang menjatuhkannya."

    Para pengusaha asing pembaca buku ini mungkin akan mengambil banyak manfaat dari informasi di dalamnya. Namun, jika hanya menekankan pada plot serta skenario, buku ini bisa menjebak pemahaman mereka tentang hal-hal mendasar dari sosio-ekonomi-politik Indonesia. Buku ini juga menjadi kurang berdimensi, dan luput membahas secara serius pelajaran terpenting dari jatuhnya Soeharto: bahwa Orde Baru dan rezim Soeharto adalah bangunan yang niscaya hancur sejak awal.

    Bagaimanapun, tak terlalu mengherankan bahwa Mann sekadar puas dengan penjelasan "teori konspirasi" seperti itu.

    Farid Gaban


    "Nikmati tulisan lengkap artikel ini pada versi cetak dan versi digital majalah Tempo" Silahkan hubungi customer service kami untuk berlangganan edisi cetak di 021-5360409 ext 9. Silahkan hubungi Pusat Data Analisa Tempo untuk mendapatkan versi arsip dalam bentuk PDF, di 021-7255624 ext 486

    Download versi digitalnya :
    1. iPad : melalui aplikasi Tempo Media Apps. Klik disini
    2. Samsung Galaxy Tab melalui aplikasi Samsung E Reader. Klik disini
    3. Huawei Ideos S7 melalui aplikasi XL-Baca. Klik disini

    Terima Kasih.

cover

Album

Meninggal

Buku

Berkah yang Tak Semua Diminati

Sari Berita dan Teori Konspirasi

Catatan Pinggir

Teror

Fotografi

Tubuh tanpa Roh Setelah Revolusi

Indonesiana

Kisah Kursi Gubernur

Tari

Tari Sederhana dan Tari Muluk

TEMPO|interaktif

Nasional

Raja Solo Masih Terkunci dalam Keraton

Nasional

10 Jam Dicecar KPK, Menteri Andi Bantah Terima Suap  

Olahraga

Main di Kandang, Persisam Kalah 0-1 atas Persiba  

Trio Macan Asli Penasaran dengan Akun @TrioMacan2000

Olahraga

Turun Minum, Inter Unggul 1-0 Atas Liga Selection

Nasional

Sabtu, Pengumuman Kelulusan SMA/SMK

Bisnis

Pameran Energi Terbarukan Digelar Juli  

Polisi dan Militer Tak Luput Dari Rekomendasi UPR  

Bisnis

Pertamina EP Bidik Produksi 18.000 Barel Minyak  

Nasional

Menteri Amir Persilakan Granat Menggugat  

Internasional

Taliban Racun 120 Siswi Sekolah Afganistan

iklan generik

Top
  • Majalah Tempo
  • English Edition
  • Koran Tempo
  • PDAT
  • Photostock
  • U-Mag
  • Ruang Baca
  • Blog
  • Jurnalisme Publik
  • iTempo
  • Video
  • Audio
  • Infografis
  • Nasional
  • Metro
  • Bisnis
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Seni & Hiburan
  • Internasional
  • Selebritas
  • Kolom
  • English
  • Japanese
  • Help
  • About us
  • Contact
Copyright 2011 TEMPOinteraktif