• Home
  • 06 April 1999
  • English
  • rss
  • CARI BERITA
Home
Online
  • TEMPOinteraktif
  • English Edition
  • Koran Tempo
  • PDAT
  • Photostock
  • U-Mag
  • Ruang Baca
  • Blog
  • Jurnalisme Publik
  • iTempo
  • Video
  • Audio
  • Infografis
  • Halaman Utama
  • Ekonomi
    • Ekonomi dan Bisnis
    • Media
  • Gaya Hidup
    • Olahraga
    • Kesehatan
    • Film
  • Hukum
    • Hukum
  • Internasional
    • Luar Negeri
  • Nasional
    • Nasional
  • Opini
    • Kolom
    • Catatan Pinggir
    • Opini
  • Prelude
    • Album
    • Surat
    • Inovasi
  • Sains
    • Lingkungan
    • Ilmu dan Teknologi
    • Buku
  • Selingan
    • Indonesiana
  • Seni
    • Fotografi
    • Tari
    • Seni
  • Tokoh
    • Pokok dan Tokoh
    • Wawancara
  • Arsip
  • 06 April 1999

    Selisih Tipis Soal Referendum

    DALAM kunjungan ke Aceh, 26 Maret lalu, Presiden B.J. Habibie secara terbuka telah menyatakan menyesal dan memohon maaf kepada masyarakat Aceh dan keluarga korban operasi militer pada masa lalu. Sayangnya, apa yang dilakukan Habibie belum berhasil meredam gejolak di daerah itu.

    Instruksi Presiden kepada ABRI agar tidak melakukan tindak kekerasan, permintaan pengusutan tuntas terhadap oknum ABRI ataupun masyarakat yang melawan hukum dan melanggar hak asasi manusia, pembongkaran kuburan massal korban operasi militer dan pemakaman korban sesuai dengan syariat Islam atas biaya pemerintah, serta pemberian amnesti, grasi, dan abolisi terhadap sejumlah narapidana politik, ternyata, tidak mampu meredam permintaan referendum. Referendum itu dimaksudkan untuk menentukan apakah Aceh merdeka atau tetap berada di bawah Republik Indonesia.

    Sesungguhnya, seberapa jauh referendum itu diminati masyarakat Indonesia? Dalam jajak pendapat TEMPO Interaktif periode 27 Maret-3 April, yang setuju referendum dan yang tidak setuju boleh dikatakan berimbang. Dari 1.598 pengakses, 765 menyatakan setuju, 772 berpendapat sebaliknya, sedangkan sisanya menyatakan tidak tahu. Jajak pendapat ini memang tidak bersifat ilmiah karena data pengakses tidak bisa diperoleh secara pasti. Namun, hasilnya bisa jadi lebih dari ?sekadar bermain-main?.

    Bagaimana pendapat Anda soal permintaan referendum masyarakat Aceh?
    Ya 47.9% 765
    Tidak 48.3% 772
    Tidak tahu 3.8% 61
    Total ..................................... : 100,% 1.598

    Jajak pendapat ini memang tidak bersifat ilmiah, antara lain, karena data para pengakses tidak bisa diperoleh. Namun hasilnya bukan "sekadar bermain-main"


    Jajak Pendapat Selanjutnya:

    Pekan depan, di rubrik ini Anda akan bisa mengikuti hasil jajak pendapat mengenai permintaan dana pemilu sebesar Rp 1 miliar untuk setiap partai politik peserta pemilu. Anda bisa urun pendapat dengan menyatakan setuju atau tidak setuju di http://www.tempo.co.id.
    Selamat mengikuti.


    "Nikmati tulisan lengkap artikel ini pada versi cetak dan versi digital majalah Tempo" Silahkan hubungi customer service kami untuk berlangganan edisi cetak di 021-5360409 ext 9. Silahkan hubungi Pusat Data Analisa Tempo untuk mendapatkan versi arsip dalam bentuk PDF, di 021-7255624 ext 486

    Download versi digitalnya :
    1. iPad : melalui aplikasi Tempo Media Apps. Klik disini
    2. Samsung Galaxy Tab melalui aplikasi Samsung E Reader. Klik disini
    3. Huawei Ideos S7 melalui aplikasi XL-Baca. Klik disini

    Terima Kasih.

cover

Album

Meninggal

Buku

Berkah yang Tak Semua Diminati

Sari Berita dan Teori Konspirasi

Catatan Pinggir

Teror

Fotografi

Tubuh tanpa Roh Setelah Revolusi

Indonesiana

Kisah Kursi Gubernur

Tari

Tari Sederhana dan Tari Muluk

TEMPO|interaktif

Nasional

Raja Solo Masih Terkunci dalam Keraton  

Nasional

10 Jam Dicecar KPK, Menteri Andi Bantah Terima Suap  

Olahraga

Main di Kandang, Persisam Kalah 0-1 atas Persiba  

Trio Macan Asli Penasaran dengan Akun @TrioMacan2000

Olahraga

Turun Minum, Inter Unggul 1-0 Atas Liga Selection

Nasional

Sabtu, Pengumuman Kelulusan SMA/SMK

Bisnis

Pameran Energi Terbarukan Digelar Juli  

Polisi dan Militer Tak Luput Dari Rekomendasi UPR  

Bisnis

Pertamina EP Bidik Produksi 18.000 Barel Minyak  

Nasional

Menteri Amir Persilakan Granat Menggugat  

Internasional

Taliban Racun 120 Siswi Sekolah Afganistan

iklan generik

Top
  • Majalah Tempo
  • English Edition
  • Koran Tempo
  • PDAT
  • Photostock
  • U-Mag
  • Ruang Baca
  • Blog
  • Jurnalisme Publik
  • iTempo
  • Video
  • Audio
  • Infografis
  • Nasional
  • Metro
  • Bisnis
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Seni & Hiburan
  • Internasional
  • Selebritas
  • Kolom
  • English
  • Japanese
  • Help
  • About us
  • Contact
Copyright 2011 TEMPOinteraktif