• Home
  • 13 April 1999
  • English
  • rss
  • CARI BERITA
Home
Online
  • TEMPOinteraktif
  • English Edition
  • Koran Tempo
  • PDAT
  • Photostock
  • U-Mag
  • Ruang Baca
  • Blog
  • Jurnalisme Publik
  • iTempo
  • Video
  • Audio
  • Infografis
  • Halaman Utama
  • Ekonomi
    • Ekonomi dan Bisnis
  • Gaya Hidup
    • Olahraga
    • Kesehatan
    • Film
  • Hukum
    • Hukum
  • Internasional
    • Luar Negeri
  • Nasional
    • Nasional
  • Opini
    • Kolom
    • Catatan Pinggir
    • Opini
  • Prelude
    • Album
    • Surat
    • Inovasi
  • Sains
    • Lingkungan
    • Pendidikan
    • Buku
    • Agama
  • Seni
    • Teater
  • Tokoh
    • Pokok dan Tokoh
    • Wawancara
  • Arsip
  • 13 April 1999
    Wawancara Rudini:

    "Konflik Massa Paling Saya Takutkan"

    Kekerasan mengancam pemilihan umum. Insiden Purbalingga dan keonaran di pelbagai daerah menjelang masa kampanye ini åbisa dijadikan ukuran. Selain itu, kecurangan berupa mencuri ''semprit" kampanye dan praktek politik main uang juga membayang-bayangi pelaksanaan pesta demokrasi itu, yang direncanakan berlangsung 7 Juni mendatang. Bagaimana Komisi Pemilihan Umum (KPU) mengantisipasi ancaman serius tersebut? Ketua KPU, mantan Menteri Dalam Negeri Rudini, menjelaskan masalah ini selama sejam kepada Raju Febrian dari TEMPO di kantornya, Jakarta, sabtu pekan lalu. Petikannya:

    Kekerasan prakampanye mulai tampak. Bagaimana antisipasi KPU?

    Memang. Langkah pertama, saya mengirimkan surat kepada semua dewan pimpinan pusat partai politik untuk mengatur hal itu.

    Apa cukup dengan surat saja?

    Enggak. Maka kami koordinasikan hal itu dengan Kepolisian RI (Polri) dan Panitia Pengawas Pelaksanaan (Panwaslak) Pemilu. Kami, Panwaslak dan KPU, lembaga yang sejajar. Dulu memang Panwaslak berada di bawah Ketua KPU, yang dipimpin Kejaksaan Agung.

    Apa diperlukan badan baru untuk menangani penyelesaian konflik?

    Saya kira tidak. Kita bisa memanfaatkan Panwaslak agar operasional sebelum tahap-tahap ini dimulai. Jadi, mereka tidak hanya mengawasi kampanye dan pemungutan suara. Mereka sudah bisa mengawasi sebelumnya hal-hal yang bisa mengganggu fase persiapan pemilu dari sisi keamanan dan ketertiban.

    Bagaimana dengan kasus Purbalingga?

    Kami akan mengundang Panwaslak dan Polri untuk membicarakan pembagian kerja yang tegas. Sebab, sekarang itu seperti tidak ada yang menanganinya. Sementara itu, saya mengirim tim pencari fakta ke Purbalingga hanya untuk masukan.

    Bagaimana pola penyelesaian konflik?

    Polri bisa menyelesaikan dari sudut hukum, Panwaslak dari sudut politik.

    Lo, jadi ada dualisme lembaga dalam menyelesaikan satu masalah?

    Tapi, kalau ada koordinasi yang dekat, saya kira tidak apa.

    Soal pencurian start kampanye?

    Terus terang kami memang tidak mengatur hal itu. Menurut saya, soal mencuri start itu masih menjadi tugas pemerintah. Minggu depan saya akan melakukan koordinasi dengan Kepala Kepolisian RI (Kapolri) agar ada ketegasan bahwa jadwal kampanye mulai 19 Mei sampai 4 Juni. Jika ada kegiatan yang menyerupai kampanye sebelum tanggal itu, harus dilarang!

    Bagaimana soal larangan kampanye untuk menteri?

    Kami mengatur secara demokratis bahwa semua parpol dilarang menugasi anggotanya yang sedang menduduki jabatan negara untuk berkampanye. Parpol kan banyak yang punya trauma karena dulu pejabat negara dipakai pengaruhnya untuk kampanye.

    Bagaimana soal pengawasan politik main uang?

    Sampai sekarang baru terbatas pada penentuan batas-batas kewajaran saja. Misalnya boleh berkampanye dengan dana sekian....

    Anda khawatir terhadap pelaksanaan pemilu nanti?

    Yang paling krusial adalah masa kampanye! Jika kampanye mulus, saya kira pemungutan suara tidak menjadi masalah. Yang paling saya takutkan terutama masalah potensi konflik massa.

    Kan, itu bisa diatur, misalnya jumlah massa dibatasi dan harus di tempat tertutup?

    Sudah disebutkan hanya boleh 10 ribu orang. Tapi pengawasannya bagaimana? Dulu, pada Pemilu 1992, saya sudah mencoba melarang arak-arakan, tapi susah. Begitu ada yang arak-arakan, ketika dipersoalkan, mereka berkilah itu sekadar iringan kendaraan menuju tempat acara. Ini yang akan kami koordinasikan dengan Polri dan Panwaslak.

    Anda yakin pemilu terlaksana 7 Juni?

    Saya pribadi optimistis karena tidak ada parpol yang berniat menunda pemilu. Memang ada nada pesimistis di luar, tapi mereka kan enggak mengerti keadaan Indonesia.

    Tapi tetap ada kemungkinan mundur dari jadwal?

    Kalau kemungkinan sebagai analisis, bisa saja. Tapi kami tidak memikirkan itu. Dampaknya akan sangat besar walaupun dalam ketetapan MPR hanya disebutkan ''dalam bulan Juni". Kalau mundurnya sampai Juli, baru akan menjadi masalah konstitusional. Dampaknya mungkin bukan teknis, tapi politis dan psikologis.


    "Nikmati tulisan lengkap artikel ini pada versi cetak dan versi digital majalah Tempo" Silahkan hubungi customer service kami untuk berlangganan edisi cetak di 021-5360409 ext 9. Silahkan hubungi Pusat Data Analisa Tempo untuk mendapatkan versi arsip dalam bentuk PDF, di 021-7255624 ext 486

    Download versi digitalnya :
    1. iPad : melalui aplikasi Tempo Media Apps. Klik disini
    2. Samsung Galaxy Tab melalui aplikasi Samsung E Reader. Klik disini
    3. Huawei Ideos S7 melalui aplikasi XL-Baca. Klik disini

    Terima Kasih.

cover

Agama

Tafsir Misteri Sang Maut

Mati Suri dalam Buku

Album

Meninggal

Buku

Suara Asing di Negeri Bising

Catatan Pinggir

Kremus

Inforial

Bank Universal Investasikan US$ 2 Juta untuk Mesin Baru IBM

TEMPO|interaktif

Utama Motor, Dealer Khusus Moge Mulai Beroperasi

Motor Honda Raih Lima Penghargaan Merek Terbaik

PT ASTRA HONDA MOTOR

Olahraga

Usai Berdiskusi dengan Klub, Suarez Akui Kesalahan

Olahraga

Aston Villa-Manchester City Masih Tanpa Gol

Olahraga

Inter Milan Ditundukkan Tim Juru Kunci

Olahraga

Hadapi Aston Villa, City Rotasi Sejumlah Pemain

Bisnis

Duta Besar AS untuk Cina Menjadi Direktur Ford

Internasional

Kaisar Akihito Jalani Operasi Bedah Jantung

Olahraga

Luis Suarez Akhirnya Minta Maaf

Metro

Bus Hantam Angkot di Jagorawi, 16 Cedera  

Otomotif

KMI Gelar Test Drive KIA on Tour 2012

PT KIA MOBIL INDONESIA
iklan generik

Top
  • Majalah Tempo
  • English Edition
  • Koran Tempo
  • PDAT
  • Photostock
  • U-Mag
  • Ruang Baca
  • Blog
  • Jurnalisme Publik
  • iTempo
  • Video
  • Audio
  • Infografis
  • Nasional
  • Metro
  • Bisnis
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Seni & Hiburan
  • Internasional
  • Selebritas
  • Kolom
  • English
  • Japanese
  • Help
  • About us
  • Contact
Copyright 2011 TEMPOinteraktif