• Home
  • 13 April 1999
  • English
  • rss
  • CARI BERITA
Home
Online
  • TEMPOinteraktif
  • English Edition
  • Koran Tempo
  • PDAT
  • Photostock
  • U-Mag
  • Ruang Baca
  • Blog
  • Jurnalisme Publik
  • iTempo
  • Video
  • Audio
  • Infografis
  • Halaman Utama
  • Ekonomi
    • Ekonomi dan Bisnis
  • Gaya Hidup
    • Olahraga
    • Kesehatan
    • Film
  • Hukum
    • Hukum
  • Internasional
    • Luar Negeri
  • Nasional
    • Nasional
  • Opini
    • Kolom
    • Catatan Pinggir
    • Opini
  • Prelude
    • Album
    • Surat
    • Inovasi
  • Sains
    • Lingkungan
    • Pendidikan
    • Buku
    • Agama
  • Seni
    • Teater
  • Tokoh
    • Pokok dan Tokoh
    • Wawancara
  • Arsip
  • 13 April 1999

    Bagaimana Menerjemahkan Xanana?

    Kesulitan di Timor Timur sekarang justru terjadi karena kian tampak harapan. Pada saat ini, kian tampak harapan kian terasa pula pelan-pelannya jalan menuju ke harapan itu. Pilihan cara terbaik untuk penyelesaian Timor Timur sudah menyingsing, yaitu pemberian kesempatan bagi rakyat di wilayah itu untuk memilih: merdeka dari Indonesia atau jadi bagian yang otonom dari RI. Pemberian suara langsung?dengan kata lain sama dengan ''referendum"?sudah diterima oleh Pemerintah Indonesia. Maka, semua pihak lebih baik tetap pada pilihan cara ''from the bullet to the ballot". Bentrok berdarah di Liquica yang menimbulkan banyak korban, sayangnya, membuktikan bahwa ABRI tak bisa menjaga perdamaian di Timor Timur. Belum lagi laporan yang mengatakan bahwa ABRI bukan saja memihak pada kelompok pro-integrasi, tetapi juga mengedrop senjata pada kelompok sipil itu. Dengan senjata ini, pro-integrasi yang membentuk kelompok dengan berbagai nama menyerang kubu pro-kemerdekaan. Tak ada tampak niat mencegah kekerasan itu dilakukan. Tetapi jika karena itu Xanana Gusmao bermaksud ''memaklumkan perang", maksud ini tidak menguntungkan siapa saja secara strategis. Apalagi di suatu masa ketika, akhir bulan ini, masalah Timor Timur kembali masuk meja perundingan yang difasilitasi Sekjen PBB Kofi Annan. Maka ucapan Xanana perlu ditimbang baik-baik?oleh dia sendiri, kalangan pejuang kemerdekaan Timor Timur, dan Pemerintah Indonesia. Reaksi Pemerintah Indonesia yang berlebihan menimbulkan kesan sikap kurang berpikir panjang, apalagi main ancam: memindahkan Xanana ke LP Nusakambangan, sebagaimana diusulkan Menteri Feisal Tanjung. Pernyataan Xanana, dalam keadaan kesal dan setelah menerima laporan bentrok berdarah di Liquica, perlu diterjemahkan sebagai seruan agar kejadian di Liquica itu tidak terulang. Para pemimpin rakyat di Timor Timur?baik yang pro-kemerdekaan maupun pro-integrasi?sendiri lebih jernih menangkap pernyataan Xanana. Tak banyak yang setuju jika itu berarti mengobarkan perang lebih luas. Xanana sendiri kemudian menjelaskan: ia tak menyebutkan perang itu sebagai baku tembak dan saling bunuh. Perang lebih diartikan sebagai usaha pembelaan diri. Iklim perang itu, kata Xanana, toh sudah tercipta ketika kelompok sipil pro-integrasi menyatakan pendiriannya dengan senjata?yang kalau tidak datang resmi dari ABRI, tidak juga dikontrol dan dibereskan oleh ABRI. Kenyataan yang terakhir ini memang menyebabkan seruan Xanana akan terdengar keras sampai ke PBB. Tafsir dari seruan itu: undangan kepada tentara PBB ke Timor Timur, dengan tugas pertama melucuti senjata dari tangan sipil. Kalau ABRI tak bisa melucuti senjata di tangan para sipil, tak bisa memberi ketenteraman pada rakyat Timor Timur untuk berpikir jernih mengenai masa depannya, berpaling ke tentara PBB merupakan pilihan terbaik yang ada. Kalau TNI menolak kehadiran tentara PBB, ya, ia harus berbuat sesuatu yang berarti untuk kedamaian di sana.

    "Nikmati tulisan lengkap artikel ini pada versi cetak dan versi digital majalah Tempo" Silahkan hubungi customer service kami untuk berlangganan edisi cetak di 021-5360409 ext 9. Silahkan hubungi Pusat Data Analisa Tempo untuk mendapatkan versi arsip dalam bentuk PDF, di 021-7255624 ext 486

    Download versi digitalnya :
    1. iPad : melalui aplikasi Tempo Media Apps. Klik disini
    2. Samsung Galaxy Tab melalui aplikasi Samsung E Reader. Klik disini
    3. Huawei Ideos S7 melalui aplikasi XL-Baca. Klik disini

    Terima Kasih.

cover

Agama

Tafsir Misteri Sang Maut

Mati Suri dalam Buku

Album

Meninggal

Buku

Suara Asing di Negeri Bising

Catatan Pinggir

Kremus

Inforial

Bank Universal Investasikan US$ 2 Juta untuk Mesin Baru IBM

TEMPO|interaktif

Nasional

Cekcok di Keraton Solo Jadi Tontonan Turis

Nasional

Serangan Ibas-Anas, Marzuki Minta Pers Tak Urusi Demokrat

Metro

Tiap Bulan, Terjadi 10 Aksi Pelecehan Seksual di Depok

Nasional

Mahfud MD Minta Pemerintah Transparan Soal Corby  

Nasional

Romli: Grasi Corby Murni Kebijakan Politik

Olahraga

Tandang ke Sriwijaya, Persipura Optimistis Menang

Nasional

Raja Solo Masih Terkunci dalam Keraton  

Nasional

10 Jam Dicecar KPK, Menteri Andi Bantah Terima Suap  

Olahraga

Main di Kandang, Persisam Kalah 0-1 atas Persiba  

Trio Macan Asli Penasaran dengan Akun @TrioMacan2000

Olahraga

Turun Minum, Inter Unggul 1-0 Atas Liga Selection

iklan generik

Top
  • Majalah Tempo
  • English Edition
  • Koran Tempo
  • PDAT
  • Photostock
  • U-Mag
  • Ruang Baca
  • Blog
  • Jurnalisme Publik
  • iTempo
  • Video
  • Audio
  • Infografis
  • Nasional
  • Metro
  • Bisnis
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Seni & Hiburan
  • Internasional
  • Selebritas
  • Kolom
  • English
  • Japanese
  • Help
  • About us
  • Contact
Copyright 2011 TEMPOinteraktif