Sebab, perjuangan pemekaran Maluku dimulai sejak 40 tahun lalu. Para orang tua kami berjuang untuk cita-cita ini, bahkan ada yang dikirim ke Nusakambangan tanpa proses peradilan yang patut. Rakyat Maluku memang punya trauma sejarah. Dalam penilaian kami, peristiwa pada 1964, ketika proses pemekarannya tinggal selangkah lagi, itu gagal akibat tindakan beberapa elite politik di Ambon.
Pada 1960-an, Bupati Maluku Utara, waktu itu Mas Anom Djahir, menggalang dana dari rakyat untuk kepentingan pemekaran wilayah ini. Misalnya, mengumpulan dana melalui dana kopra Maluku-Irian Barat (Dakomib), yang disumbangkan ke pemerintah pusat melalui Yakub Mansur, Wakil Ketua DPRD GR Maluku Utara. Sayang, "sumbangan" itu tak berhasil mewujudkan cita-cita pemekaran Maluku Utara. Pada saat yang sama, daerah-daerah lain berhasil dimekarkan menjadi provinsi.
HALIK DJORORA
Lingkungan A, RT 001/001
Kelurahan Toboko, Ternate Selatan
Maluku Utara 97711
"Nikmati tulisan lengkap artikel ini pada versi cetak dan versi digital majalah Tempo" Silahkan hubungi customer service kami untuk berlangganan edisi cetak di 021-5360409 ext 9. Silahkan hubungi Pusat Data Analisa Tempo untuk mendapatkan versi arsip dalam bentuk PDF, di 021-7255624 ext 486
Download versi digitalnya :
1. iPad : melalui aplikasi Tempo Media Apps. Klik disini
2. Samsung Galaxy Tab melalui aplikasi Samsung E Reader. Klik disini
3. Huawei Ideos S7 melalui aplikasi XL-Baca. Klik disini
Terima Kasih.
