• Home
  • 31 Mei 1999
  • English
  • rss
  • CARI BERITA
Home
Online
  • TEMPOinteraktif
  • English Edition
  • Koran Tempo
  • PDAT
  • Photostock
  • U-Mag
  • Ruang Baca
  • Blog
  • Jurnalisme Publik
  • iTempo
  • Video
  • Audio
  • Infografis
  • Halaman Utama
  • Ekonomi
    • Ekonomi dan Bisnis
    • Media
  • Gaya Hidup
    • Olahraga
    • Kesehatan
    • Film
  • Hukum
    • Hukum
  • Internasional
    • Luar Negeri
  • Nasional
    • Nasional
  • Opini
    • Kolom
    • Catatan Pinggir
    • Opini
  • Prelude
    • Album
    • Surat
    • Inovasi
  • Sains
    • Lingkungan
    • Pendidikan
    • Ilmu dan Teknologi
    • Buku
  • Selingan
    • Indonesiana
  • Seni
    • Seni Rupa
    • Teater
  • Tokoh
    • Pokok dan Tokoh
    • Wawancara
  • Arsip
  • 31 Mei 1999

    Penobatan

    SILANG sengketa pengganti Paku Alam VIII terjawab sudah. Setelah melalui konflik keluarga yang panjang, Rabu, 26 Mei 1999 pekan lalu, Kanjeng Pangeran Haryo (K.P.H.) Ambarkusumo, 61 tahun, dinobatkan menjadi Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Aryo (K.G.P.A.A.) Paku Alam IX oleh sesepuh Pakualaman, Prof Dr. Ir. K.P.H. P.K. Haryasudirja Sasra.

    K.G.P.A.A. Paku Alam IX mengenakan pakaian adat Jawa, beskap lengkap warna hitam, dihiasi manik-manik kuning emas. Ia menggantikan ayahnya yang meninggal September 1998.

    Upacara jumenengan raja Jawa akhir abad ke-20 ini terasa tak punya kesan agung. Lima saudara laki-laki, dari sembilan bersaudara lain ibu, dari K.G.P.A.A. Paku Alam IX tidak hadir. Adapun satu-satunya raja di Jawa yang hadir hanya Hamengku Buwono X.

    Usai penobatan, ia membuat tiga keputusan baru, pertama mengangkat istrinya menjadi permaisuri yang bergelar Kanjeng Bendoro Raden Ayu (K.B.R.Ay.) Ambarkusumo. Kedua, mengukuhkan permaisuri PA VIII, yang semula bergelar Kanjeng Raden Ayu (K.R.Ay.), menjadi K.B.R.Ay. Ketiga, mengangkat putra pertamanya, R.M. Wijoseno Hariyo Bimo, S.E., menjadi Bendoro Pangeran Hariyo (B.P.H.) Suryodilogo, dan dua adiknya memperoleh gelar Bendoro Raden Mas Hariyo (B.R.M.H.).

    K.G.P.A.A. Paku Alam, usai penobatan, dikirab mengelilingi wilayah Pakualaman dengan kereta Kyai Manik Kumolo, yang sudah berusia 2 abad. Kereta hadiah dari Thomas Stamford Rafles kepada Paku Alam I ini digunakan hanya untuk jumenengan.

    Meninggal

    MOXA Henry Nadeak, 57 tahun, yang dikenal sebagai wartawan senior, meninggal dunia di Rumah Sakit Harapan Kita, Jakarta, Senin, 24 Mei 1999. Mantan Wakil Pemimpin Redaksi Harian Sinar Harapan itu terkena serangan jantung. Ratusan kerabat hadir di rumah duka, termasuk Sabam Siagian, mantan Pemimpin Redaksi The Jakarta Post, dan Sabam Sirait dari PDI Perjuangan. "Ia adalah wartawan senior yang sangat dihormati oleh para yuniornya," kata Petron Curie, Pemimpin Umum Harian Suara Bangsa, yang juga adik almarhum.


    "Nikmati tulisan lengkap artikel ini pada versi cetak dan versi digital majalah Tempo" Silahkan hubungi customer service kami untuk berlangganan edisi cetak di 021-5360409 ext 9. Silahkan hubungi Pusat Data Analisa Tempo untuk mendapatkan versi arsip dalam bentuk PDF, di 021-7255624 ext 486

    Download versi digitalnya :
    1. iPad : melalui aplikasi Tempo Media Apps. Klik disini
    2. Samsung Galaxy Tab melalui aplikasi Samsung E Reader. Klik disini
    3. Huawei Ideos S7 melalui aplikasi XL-Baca. Klik disini

    Terima Kasih.

cover

Album

Penobatan

Buku

Esensi dari Esensi Naguib Mahfouz

Catatan Pinggir

Siapa

Indonesiana

Maling Pulsa Telepon Ambon

Inforial

OPEL Zafira dengan Multi-Variable Seat System

Seni Rupa

Realitas dan Fantasi Kekerasan

TEMPO|interaktif

Alami Infeksi, Elton John Batal Manggung

Olahraga

Pelatih Inter Puji Andik Vermansyah

Internasional

Pelaut Iran Selamatkan Kapal AS dari Perompak  

Kehadiran Terry Tak Ganggu Kondisi Skuad Inggris

Nasional

Jenazah Susana Korban Sukhoi Disambut Histeris

Olahraga

535 Atlet Sepatu Roda di Hamengku Buwono Cup

Teknologi

Mengapa Bakteri Usus Penting bagi Bayi  

Nasional

Jokowi Siap Jadi Mediator Konflik Keraton Solo  

Olahraga

Aguero: City Selevel dengan Madrid dan Barca

Pemimpin Jemaat HKBP Filadelfia Diancam Dibunuh

Nasional

Di Yogya, Dahlan Iskan Ogah Bagi Sembako Gratis

iklan generik

Top
  • Majalah Tempo
  • English Edition
  • Koran Tempo
  • PDAT
  • Photostock
  • U-Mag
  • Ruang Baca
  • Blog
  • Jurnalisme Publik
  • iTempo
  • Video
  • Audio
  • Infografis
  • Nasional
  • Metro
  • Bisnis
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Seni & Hiburan
  • Internasional
  • Selebritas
  • Kolom
  • English
  • Japanese
  • Help
  • About us
  • Contact
Copyright 2011 TEMPOinteraktif