Bagaimana cara Anda mempertahankan produktivitas ini: 21 buku dalam delapan tahun?
Buku pertama saya adalah hasil rekaman dari ceramah dan latihan meditasi yang saya berikan kepada teman-teman ekspatriat. Rupanya, seorang dari mereka selalu merekam acara itu. Pada 1994, tatkala ia pulang ke Amerika, hasil rekaman itu ia serahkan kepada saya untuk dibukukan. Lima buku pertama saya praktis merupakan rekaman ceramah meditasi antara 1992 dan 1997. Setelah itu, karena animo pembaca bagusdan ternyata ada juga penghasilannyasaya menyisihkan empat-lima jam setiap hari untuk menulis.
Bagaimana upaya menerbitkannya?
Buku-buku itu tadinya ditulis dalam bahasa Inggris. Beberapa teman menerjemahkannya ke bahasa Indonesia. Saya mengedit dan mengoreksinya kembali. Lagi-lagi, seorang kawan mengirimkannya ke Gramedia. Tiga bulan kemudian, saya mendapat kabar naskah itu bisa diterbitkan.
Siapa pembaca yang Anda targetkan?
Orang-orang yang punya pendidikan, setidaknya kalangan akademis. Ternyata saya keliru. Ada tukang becak membaca buku saya dengan serius. Waktu saya lewat di Yogya, dia memanggil: ''Pak Krishna, ya?" Dia tahu saya dari buku-buku itu. Anak-anak SMP, misalnya, banyak juga yang membaca buku-buku saya.
Buku-buku Anda ini, dalam hal tertentu, sepertinya hanya merupakan kompilasi apresiasi spritual terhadap kitab-kitab agama?
Tidak selalu. Namun, kitab-kitab itu memang menjadi salah satu sumber utama pemahaman saya. Saya memang bukan ahli bahasa, buku, atau sastra, sehingga banyak kelemahan. Namun, kekuatan saya adalah saya bicara dalam bahasa yang bisa dipahami semua orang.
Apa inti seluruh apresiasi spiritual yang ingin Anda katakan?
Seandainya kita lebih saling mengenal dan mencinta, kekeliruan pandangan dan pengotakan dalam agama tidak akan terjadi.
Anda bilang pernah hampir mati dan hidup lagi hanya karena meditasi selama seminggu. Bagaimana menjelaskan ini dengan logis?
Karena saya percaya. Saya hidup dan yakin dengan kepercayaan bahwa saya akan sembuh. Dan itu membuat saya relaks. Ini bukan sesuatu yang bersifat mantra atau keajaiban. Ini pengalaman yang sangat empiris.
Apakah Anda merasa masyarakat membutuhkan apa yang Anda katakan?
Sama sekali tidak. Saya berpikir saya tengah berbicara dan menjerit di tengah hutan belukar, menjerit-jerit tanpa mengetahui ada yang mendengar atau tidak.
Omong-omong, berapa jam sehari Anda bermeditasi?
Dua puluh empat jam. Meditasi adalah menjaga kesadaran setiap saat sehingga tetap seimbang saat dipuji, dicerca, dilanda kesedihan, dan kegembiraan.
"Nikmati tulisan lengkap artikel ini pada versi cetak dan versi digital majalah Tempo" Silahkan hubungi customer service kami untuk berlangganan edisi cetak di 021-5360409 ext 9. Silahkan hubungi Pusat Data Analisa Tempo untuk mendapatkan versi arsip dalam bentuk PDF, di 021-7255624 ext 486
Download versi digitalnya :
1. iPad : melalui aplikasi Tempo Media Apps. Klik disini
2. Samsung Galaxy Tab melalui aplikasi Samsung E Reader. Klik disini
3. Huawei Ideos S7 melalui aplikasi XL-Baca. Klik disini
Terima Kasih.
