• Home
  • 07 Juni 1999
  • English
  • rss
  • CARI BERITA
Home
Online
  • TEMPOinteraktif
  • English Edition
  • Koran Tempo
  • PDAT
  • Photostock
  • U-Mag
  • Ruang Baca
  • Blog
  • Jurnalisme Publik
  • iTempo
  • Video
  • Audio
  • Infografis
  • Halaman Utama
  • Ekonomi
    • Ekonomi dan Bisnis
  • Gaya Hidup
    • Olahraga
    • Kesehatan
    • Televisi
  • Hukum
    • Hukum
  • Internasional
    • Luar Negeri
  • Nasional
    • Nasional
  • Opini
    • Kolom
    • Catatan Pinggir
    • Opini
  • Prelude
    • Album
    • Surat
    • Inovasi
  • Sains
    • Lingkungan
    • Pendidikan
    • Ilmu dan Teknologi
    • Buku
  • Selingan
    • Selingan
  • Seni
    • Teater
    • Seni
  • Tokoh
    • Pokok dan Tokoh
    • Wawancara
  • Arsip
  • 07 Juni 1999

    Tips Kesehatan

    Menghambat Kanker Usus Besar

    Penyakit kanker usus besar sering disebut penyakit orang kaya. Maklum, jenis kanker ini diduga berhubungan dengan diet yang kebanyakan daging yang berlemak tetapi sangat kurang makanan berserat. Nah, untuk menghambat kanker usus besar ternyata yang diperlukan adalah menu murah meriah: makanan berbahan baku kedelai atau teh hijau.

    Menurut studi yang dilakukan terhadap tumor pada binatang dan sel kanker manusia, lektin dalam kedelai dan polifenol yang terkandung dalam teh hijau mampu menghambat pertumbuhan kanker usus besar. Temuan ini, menurut Reuters, akhir Mei lalu dipresentasikan dalam sebuah konferensi tahunan penyakit-penyakit pencernaan di Orlando, Amerika Serikat.

    Manfaat lektin telah dibuktikan sebuah tim dari Imperial College School of Medicine di London, Inggris, yang meneliti tikus percobaan. Selama delapan minggu, dari beberapa tikus yang menderita tumor usus, sebagian diberi diet standar dan sebagian lainnya mendapat diet yang banyak mengandung lektin. Ternyata, pada tikus yang hanya mendapat makanan standar, tumornya terus berkembang. Sebaliknya, pada tikus yang mendapat diet dengan lektin yang tinggi, pertumbuhan tumornya berkurang sampai 36 persen. Pengamatan mikroskopis juga membuktikan, lektin kedelai ternyata mengikat sel-sel tumor. Sedangkan jaringan sehat di dekat sel tumor itu sama sekali tidak disentuhnya.

    Daya hambat teh hijau malah lebih hebat. Studi yang dikerjakan Dr. Dharma Cauhan dan koleganya di University of California, San Diego, AS, membuktikan epigallicathecin gallate (komponen aktif dalam teh hijau) bukan hanya bisa menghambat pertumbuhan sel kanker usus besar manusia. Dalam percobaan di laboratorium, dosis moderat salah satu jenis polifenol itu bisa menghambat pertumbuhan sel kanker hingga 60 persen hanya dalam tiga hari. Dosis moderat ini setara dengan dua cangkir teh hijau setiap hari.


    Bila Pencernaan Terganggu

    Pencernaan terganggu, bila sekali-sekali saja, masih bisa ditoleransi. Namun, bila sering, tentu mengganggu. Kalau Anda tak ingin mengatasinya dengan obat-obatan, mungkin Anda bisa menerapkan temuan peneliti Jerman ini. Menurut Dr. Stephan Koehler dari Dr. Wilmar Schwabe Pharmaceuticals, Karlsruhe, Jerman, paduan minyak permen (peppermint) dan minyak jintan sangat membantu meredakan gangguan pencernaan. Temuan itu disampaikan dalam konferensi tahunan tentang penyakit-penyakit pencernaan di Orlando, akhir Mei lalu.

    Minyak peppermint dan jintan mengandung beberapa komponen yang bisa mengendurkan otot polos?jenis otot yang banyak terdapat di dinding alat pencernaan. Manfaat itu terlihat dalam percobaan terhadap 96 pasien yang menderita gangguan pencernaan kronis yang bukan disebabkan oleh luka (non-ulcerative). Kepada mereka diberikan campuran minyak permen dan jintan atau campuran plasebo, sehari dua kali.

    Menurut Koehler, pasien yang menerima campuran minyak melaporkan bahwa tingkat ketidaknyamanan yang mereka alami menurun hingga sedikitnya 50 persen. Sebaliknya, para pengguna plasebo melaporkan gejala gangguan pencernaan yang mereka alami hanya sedikit lebih ringan.


    "Nikmati tulisan lengkap artikel ini pada versi cetak dan versi digital majalah Tempo" Silahkan hubungi customer service kami untuk berlangganan edisi cetak di 021-5360409 ext 9. Silahkan hubungi Pusat Data Analisa Tempo untuk mendapatkan versi arsip dalam bentuk PDF, di 021-7255624 ext 486

    Download versi digitalnya :
    1. iPad : melalui aplikasi Tempo Media Apps. Klik disini
    2. Samsung Galaxy Tab melalui aplikasi Samsung E Reader. Klik disini
    3. Huawei Ideos S7 melalui aplikasi XL-Baca. Klik disini

    Terima Kasih.

cover

Album

Pensiun

Buku

Mari Bermeditasi dengan Anand

Pengembaraan Anand Krishna

Catatan Pinggir

Mukjizat

Inforial

Konsep Baru Kelas Bisnis British Airways

Televisi

Berdebat di Layar Kaca Indonesia

Masih ada 'Hantu' di TV Kita

TEMPO|interaktif

Internasional

Tragis, Ratusan Siswi Sekolah Diduga Diracun

Internasional

Perjalanan Bersejarah Suu Kyi Segera Dimulai

Internasional

Polisi Myanmar Pukuli Demonstran Listrik Byar-Pet

Mencicipi Makanan Malaysia di Kedai Penang

Teknologi

Penjualan BlackBerry Turun, BBM Tetap Teratas

Layanan Telepon dari Pesawat Ditolak Penumpang

Gaya Hidup

Buku Murah di Pameran Bandar

Inforial

Menyelami Gaya Hidup Urban Legian

The 101 Legian

Inforial

Luncurkan BII KPR Bebas Bunga

Bank Internasional Indonesia (BII)

Inforial

Makin Dikenal melalui Superbrands

Sirup Kurnia

Bisnis

Tahun Ini, Garuda Tambah 21 Pesawat Baru

iklan generik

Top
  • Majalah Tempo
  • English Edition
  • Koran Tempo
  • PDAT
  • Photostock
  • U-Mag
  • Ruang Baca
  • Blog
  • Jurnalisme Publik
  • iTempo
  • Video
  • Audio
  • Infografis
  • Nasional
  • Metro
  • Bisnis
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Seni & Hiburan
  • Internasional
  • Selebritas
  • Kolom
  • English
  • Japanese
  • Help
  • About us
  • Contact
Copyright 2011 TEMPOinteraktif