• Home
  • 14 Juni 1999
  • English
  • rss
  • CARI BERITA
Home
Online
  • TEMPOinteraktif
  • English Edition
  • Koran Tempo
  • PDAT
  • Photostock
  • U-Mag
  • Ruang Baca
  • Blog
  • Jurnalisme Publik
  • iTempo
  • Video
  • Audio
  • Infografis
  • Halaman Utama
  • Ekonomi
    • Ekonomi dan Bisnis
    • Media
  • Gaya Hidup
    • Olahraga
    • Kesehatan
    • Film
    • Televisi
  • Hukum
    • Hukum
  • Internasional
    • Luar Negeri
  • Laporan Utama
    • Laporan Utama
  • Nasional
    • Nasional
  • Opini
    • Kolom
    • Catatan Pinggir
    • Opini
  • Prelude
    • Surat
    • Inovasi
  • Sains
    • Pendidikan
    • Ilmu dan Teknologi
    • Buku
  • Selingan
    • Selingan
  • Seni
    • Teater
    • Seni
  • Tokoh
    • Pokok dan Tokoh
    • Wawancara
  • Arsip
  • 14 Juni 1999

    Bertanya kepada Galileo

    APA yang terjadi bila angin ditiupkan di antara dua lempeng besi, menurut Teori Bernoulli?" Jawabannya, "Kedua besi akan merapat karena ada kerenggangan udara di antara kedua lempeng." Percakapan ini tidak berlangsung dalam kelas ilmu alam. Ini bagian dari Kuis Galileo, yang ditayangkan Minggu malam di stasiun SCTV pekan lalu. Sejak 2 Mei 1999, Kuis Galileo setiap pekan menggedor-gedor daya pikir pemirsa dan sekaligus, inginnya, menghibur. Permainan ini mengkhususkan pertanyaan pada ilmu pengetahuan alam—tepatnya: kimia dan fisika. Kontestan dan pemirsa tidak perlu berkerut dahi memikirkan isi pertanyaan. Semuanya divisualkan lewat alat peraga dan tayangan gambar. Begini caranya bermain. Tiga orang pemandu kuis, Isam, Odi, dan Anisa, memajang alat peraga di atas meja, lalu mereka mengajukan tiga pertanyaan tentang berbagai peristiwa fisika atau kimia yang berhubungan dengan alat-alat tersebut. Kuis akan ditutup dengan pertanyaan keempat tentang perilaku binatang—juga ditayangkan secara visual. Contoh peragaan: sebutir telur tenggelam saat dimasukkan ke dalam gelas berisi air murni. Setelah demonstrasi itu, pemandu kuis bertanya: apa yang terjadi bila telur yang sama dimasukkan ke dalam gelas berisi air gula dan garam? Rangkaian pertanyaan ini memang banyak menyangkut kehidupan sehari-hari. Namun, peserta akan memerlukan ketelitian dan pengetahuan untuk menjawabnya sesuai dengan logika fisika dan kimia. Peserta kuis selalu terdiri atas tiga orang, dua pria dan seorang wanita. Mereka diminta menuliskan jawaban, yang langsung divisualkan di monitor televisi. Jawaban ini lantas diuji dalam pembuktian langsung melalui alat-alat peraga. Pemenang ditentukan berdasarkan jumlah perolehan boneka Galileo, maskot kuis yang berbentuk burung hantu memakai toga. Ada pula hadiah uang Rp 500 ribu-Rp 2 juta yang disediakan Indosat. Dibandingkan dengan kuis hiburan lain, Galileo terasa berat dan serius. Brata T. Hardjosubroto, Manajer Umum Pemasaran Indosat—salah satu produser Galilelo— menjelaskan bahwa kuis ini memang bersifat edutainment, mengandung unsur pendidikan sekaligus hiburan. "Tujuan kita mencerdaskan bangsa," ujarnya seperti agak berbau slogan. Namun, pihak produser tampaknya terlalu bersemangat "mendidik pemirsa" sehingga seperti mengabaikan segi hiburan. Padahal, "Ratu Kuis" Ani Sumadi menyebutkan bahwa unsur hiburan sangat penting untuk mengikat perhatian pemirsa. Untuk melahirkan Galileo, Indosat bekerja sama dengan stasiun SCTV, rumah produksi Yasawirya Tama Cita (YTC), Pusat Peragaan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (PP Iptek), serta biro iklan InterAdmark. Dari segi ide, acara ini bukan 100 persen "buatan dalam negeri". Produser mengadopsinya dari kuis Let's Ask Galileo buatan biro iklan Dentsu, Jepang. Tim Galileo Indonesia kemudian "mengindonesiakannya" dengan riset, desain pertanyaan, dan alat peraga yang sesuai untuk penonton Indonesia. Dalam hal semangat menularkan ilmu pengetahuan, usaha para produser Galileo boleh dipuji. Namun, cara mengemasnya adalah soal lain yang harus dipikirkan secara lebih serius. Komentar Ani Sumadi, "Yang terasa kurang dari acara itu adalah tak ada sama sekali unsur permainan dan hiburan meskipun tetap bagus dari segi penerangan dan pendidikan." Ani juga menekankan pentingnya khalayak penonton. Galileo, menurut Ani, akan cocok ditonton oleh anak-anak sekolah, tapi barangkali kurang sesuai bagi penonton umum. Elisha Kartini, 17 tahun, siswi kelas dua SMA Bunda Hati Kudus, Jakarta Barat, misalnya, mengatakan merasa senang sekaligus stres menonton acara itu. "Senang karena dapat pengetahuan baru yang langsung dibuktikan lewat alat peraga. Pusing karena rasanya seperti di kelas, bukan nyantai sembari menonton TV setelah mengerjakan pekerjaan rumah seabrek-abrek." Bahkan, peserta kuis sendiri mengaku sulit mengikuti permainan. "Kuis ini memang memerlukan persiapan yang baik," ujar Ma'ruf Samudra, salah seorang peserta kuis. Pendapat ini kurang lebih sama dengan 10 lebih narasumber TEMPO yang dihubungi per telepon secara acak. Ini bukan berarti tidak ada sisi yang menggembirakan: televisi, sebagai media massa, mulai tergerak menyiarkan "permainan serius", yang memerlukan persiapan serius, walau belum tentu memikat banyak penonton serius. Agaknya, masih perlu waktu untuk membuat orang terpikat pada Galileo— ahli matematika, ahli astronomi, dan ahli fisika Italia pada abad ke-16—serta burung hantu yang melambangkan kekayaan ilmu pengetahuan dalam sejarah manusia. Hermien Y. Kleden

    "Nikmati tulisan lengkap artikel ini pada versi cetak dan versi digital majalah Tempo" Silahkan hubungi customer service kami untuk berlangganan edisi cetak di 021-5360409 ext 9. Silahkan hubungi Pusat Data Analisa Tempo untuk mendapatkan versi arsip dalam bentuk PDF, di 021-7255624 ext 486

    Download versi digitalnya :
    1. iPad : melalui aplikasi Tempo Media Apps. Klik disini
    2. Samsung Galaxy Tab melalui aplikasi Samsung E Reader. Klik disini
    3. Huawei Ideos S7 melalui aplikasi XL-Baca. Klik disini

    Terima Kasih.

cover

Buku

Sesudah Pius Bicara

Kisah dari Balik Jeruji

Catatan Pinggir

Ia

Inforial

Kolaborasi Omega dan James Bond

Televisi

Bertanya kepada Galileo

TEMPO|interaktif

Metro

Bawa Narkoba, Putri Pedangdut Ditangkap

Tak Boleh Ada Mal di Taman Pramuka Cibubur

Internasional

Gaya Trio ‘Lara Croft' di Parkiran

KFC Indonesia Klaim Peduli Lingkungan

Teknologi

Mengapa Bakteri Usus Penting bagi Bayi?

Internasional

Tragis, Ratusan Siswi Sekolah Diduga Diracun

Internasional

Perjalanan Bersejarah Suu Kyi Segera Dimulai

Internasional

Polisi Myanmar Pukuli Demonstran Listrik Byar-Pet

Mencicipi Makanan Malaysia di Kedai Penang

Teknologi

Penjualan BlackBerry Turun, BBM Tetap Teratas

Layanan Telepon dari Pesawat Ditolak Penumpang

iklan generik

Top
  • Majalah Tempo
  • English Edition
  • Koran Tempo
  • PDAT
  • Photostock
  • U-Mag
  • Ruang Baca
  • Blog
  • Jurnalisme Publik
  • iTempo
  • Video
  • Audio
  • Infografis
  • Nasional
  • Metro
  • Bisnis
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Seni & Hiburan
  • Internasional
  • Selebritas
  • Kolom
  • English
  • Japanese
  • Help
  • About us
  • Contact
Copyright 2011 TEMPOinteraktif