• Home
  • 29 Januari 2001
  • English
  • rss
  • CARI BERITA
Home
Online
  • TEMPOinteraktif
  • English Edition
  • Koran Tempo
  • PDAT
  • Photostock
  • U-Mag
  • Ruang Baca
  • Blog
  • Jurnalisme Publik
  • iTempo
  • Video
  • Audio
  • Infografis
  • Halaman Utama
  • Ekonomi
    • Ekonomi dan Bisnis
    • Media
  • Gaya Hidup
    • Olahraga
    • Kesehatan
  • Hukum
    • Hukum
  • Internasional
    • Luar Negeri
  • Laporan Khusus
    • Laporan Khusus
  • Nasional
    • Nasional
  • Opini
    • Kolom
    • Catatan Pinggir
    • Opini
  • Prelude
    • Album
    • Surat
    • Inovasi
    • Kartun
  • Sains
    • Lingkungan
    • Pendidikan
    • Ilmu dan Teknologi
    • Buku
    • Agama
  • Tokoh
    • Pokok dan Tokoh
    • Wawancara
  • Arsip
  • 29 Januari 2001

    Meninggal Dunia

    TAK ada lagi gemerlap dan ingar-bingar panggung musik untuk Deddy Stanzah. Musisi rock ternama Indonesia pada 1970-an ini memasuki tempat peristirahatan terakhirnya di Taman Pemakaman Umum Cikutra, Bandung, Selasa pekan lalu, setelah delapan bulan berjuang melawan penyakit jantung dan paru-paru basah yang menggerogoti tubuhnya. Musisi kelahiran Bandung, 1 April 1949, ini aktif bermain musik selepas bangku sekolah menengah atas. Nama Deddy semakin melambung setelah ia ikut mendirikan band The Rollies dan turut melahirkan lagu Hanya Bila Haus di Padang Tandus, Bimbi, Hari-Hari, dan Kemarau, yang pernah menjadi hit di kalangan pencinta musik rock Indonesia. Bersama Deddy Dores dan Jelly Tobing, Deddy membangun pula band Superkids. Kesibukan Deddy bermain musik pun tidak berkurang meski penyakitnya terus menggerogoti tubuhnya. Bapak dua anak ini, sembari berobat jalan, tetap mengurus peredaran album terakhirnya, Lukisan Setan, yang mulai beredar pada 1993 silam. * * * "BIJAKSANA Menggunakan Air." Inilah hasil suntingan artikel terakhir Slamet Soeseno, 73 tahun, sebelum Senin pekan lalu tutup usia. Belum jelas benar apa penyebab kematian penulis yang dikenal sebagai pemimpin redaksi Trubus dan redaktur Intisari ini. Slamet sempat jatuh pingsan ketika menunggu lift di kantor Intisari. Slamet mulai belajar menyusun tulisan ilmiah secara populer ketika bekerja di Laboratorium Perikanan Darat Bogor pada 1951-1958. Secara otodidak, bapak tiga anak ini mempelajari berbagai artikel di Star Weekly, Wereld (Belanda), dan buku karya Dr. Fritz Kahn untuk mencari gaya penulisan yang tidak membuat kening pembaca bekernyit. Nyatanya, tulisannya memang enak dikunyah. Tengok saja artikel Slamet seperti Skandal Sex Kaum Belut dan Ikan Mas sebagai Tukang Nonton Langit atau bukunya Dari Kutu Sampai ke Gajah. Slamet pintar dalam memilih kata-kata yang memikat pembaca. Isi tulisannya pun padat. Tak aneh bila majalah Intisari membukukan kumpulan tulisannya dalam seri Fauna Jenaka pada 1995.

    "Nikmati tulisan lengkap artikel ini pada versi cetak dan versi digital majalah Tempo" Silahkan hubungi customer service kami untuk berlangganan edisi cetak di 021-5360409 ext 9. Silahkan hubungi Pusat Data Analisa Tempo untuk mendapatkan versi arsip dalam bentuk PDF, di 021-7255624 ext 486

    Download versi digitalnya :
    1. iPad : melalui aplikasi Tempo Media Apps. Klik disini
    2. Samsung Galaxy Tab melalui aplikasi Samsung E Reader. Klik disini
    3. Huawei Ideos S7 melalui aplikasi XL-Baca. Klik disini

    Terima Kasih.

cover

Agama

Ironi di Tengah Gemerlap Imlek

Album

Meninggal Dunia

Buku

Teror Negara, Kematian bagi Jiwa

Catatan Pinggir

Rivai Apin

TEMPO|interaktif

Olahraga

City Kembali ke Puncak

Utama Motor, Dealer Khusus Moge Mulai Beroperasi

Motor Honda Raih Lima Penghargaan Merek Terbaik

PT ASTRA HONDA MOTOR

Olahraga

Usai Berdiskusi dengan Klub, Suarez Akui Kesalahan

Olahraga

Aston Villa-Manchester City Masih Tanpa Gol

Olahraga

Inter Milan Ditundukkan Tim Juru Kunci

Olahraga

Hadapi Aston Villa, City Rotasi Sejumlah Pemain

Bisnis

Duta Besar AS untuk Cina Menjadi Direktur Ford

Internasional

Kaisar Akihito Jalani Operasi Bedah Jantung

Olahraga

Luis Suarez Akhirnya Minta Maaf

Metro

Bus Hantam Angkot di Jagorawi, 16 Cedera  

iklan generik

Top
  • Majalah Tempo
  • English Edition
  • Koran Tempo
  • PDAT
  • Photostock
  • U-Mag
  • Ruang Baca
  • Blog
  • Jurnalisme Publik
  • iTempo
  • Video
  • Audio
  • Infografis
  • Nasional
  • Metro
  • Bisnis
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Seni & Hiburan
  • Internasional
  • Selebritas
  • Kolom
  • English
  • Japanese
  • Help
  • About us
  • Contact
Copyright 2011 TEMPOinteraktif