• Home
  • 29 Januari 2001
  • English
  • rss
  • CARI BERITA
Home
Online
  • TEMPOinteraktif
  • English Edition
  • Koran Tempo
  • PDAT
  • Photostock
  • U-Mag
  • Ruang Baca
  • Blog
  • Jurnalisme Publik
  • iTempo
  • Video
  • Audio
  • Infografis
  • Halaman Utama
  • Ekonomi
    • Ekonomi dan Bisnis
    • Media
  • Gaya Hidup
    • Olahraga
    • Kesehatan
  • Hukum
    • Hukum
  • Internasional
    • Luar Negeri
  • Laporan Khusus
    • Laporan Khusus
  • Nasional
    • Nasional
  • Opini
    • Kolom
    • Catatan Pinggir
    • Opini
  • Prelude
    • Album
    • Surat
    • Inovasi
    • Kartun
  • Sains
    • Lingkungan
    • Pendidikan
    • Ilmu dan Teknologi
    • Buku
    • Agama
  • Tokoh
    • Pokok dan Tokoh
    • Wawancara
  • Arsip
  • 29 Januari 2001

    Potensi America Online dan Time Warner Ancaman Monopoli Raksasa Media

    SEJARAH media baru saja membukukan peristiwa penting: perkawinan dua raksasa media dunia, Time Warner dan America Online (AOL). Sejarah bisnis pun mencatat perkawinan yang dilangsungkan pertengahan Januari lalu itu sebagai merger terbesar. Bayangkan saja, untuk mengambil 55 persen saham Time, AOL merogoh kocek US$ 165 miliar. Ini jumlah yang kurang lebih sama dengan lima kali lipat APBN tahun 2001, yang dipergunakan untuk membiayai penyelenggaraan Republik Indonesia yang berpenduduk lebih dari 220 juta ini. Lalu, apa yang akan dilahirkan pasangan baru itu? Meski buahnya masih harus ditunggu, tak sulit untuk menduga bahwa raksasa media ini bakal melahirkan sejumlah gebrakan baru. Yang pasti, langkah pasangan ini tak akan berhenti begitu perkawinan telah terjalin. Justru, merger adalah sebuah langkah awal. Hanya sepekan setelah bersatu, AOL-Time Warner langsung meniupkan gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK). Gelombang pertama menyapu 2.400 karyawan. Selain itu, masih ada 3.800 karyawan, termasuk ratusan eksekutif papan atas, yang masuk daftar tunggu pemecatan. ?Perampingan ini perlu supaya kami memiliki otot yang luwes untuk tumbuh,? kata Ed Adler. Juru bicara AOL-Time Warner ini juga mengakui, dalam waktu dekat akan ada rentetan penyingkiran berbagai pos yang dinilai mubazir. Sekitar 130 toko retail produk Warner Bros, misalnya, segera dilego karena dinilai tidak mencetak untung yang berarti. Gelombang pemecatan tentu tak terhindar. Perkawinan AOL dan Time Warner, yang sempat tertunda setahun, menghasilkan perusahaan yang ekstrajumbo. Perusahaan ini seperti gajah berkaki bengkak, yang sulit bergerak bila pos-pos tidak berguna tetap dibiarkan. AOL-Time Warner pun tak mungkin efektif mengeduk untung bila tetap tambun. Padahal, AOL-Time Warner berambisi mengail laba pada akhir bulan ini. Pada pengujung tahun nanti, raksasa media ini juga yakin betul bakal mencetak laba bersih US$ 1 miliar. Meski ada yang menilai keyakinan itu terlalu ambisius, perusahaan ini memang punya potensi yang cukup menyilaukan. Sebagai wakil media kuno, Time Warner Inc. diperkuat penerbitan dan perusahaan terkenal seperti Time, Fortune, People, Entertainment Weekly, CNN, HBO, dan industri film Warner Bros. Puluhan juta orang di seantero penjuru dunia terserap dalam jangkauan pemasaran kerajaan bisnis Time. Di pihak lain, America Online juga bukan pemain kelas teri. Perusahaan yang mewakili kubu media modern ini menyediakan jasa layanan internet komplet, mulai dari internet service provider (ISP), penjelajah internet Netscape Navigator, fasilitas chatting, e-mail, sampai belanja online Amazon.com. Grup AOL memiliki 26 juta pelanggan internet dan 148 juta pemakai fasilitas internet terdaftar yang tersebar di seluruh dunia. Sebagai pasangan, dua raksasa old and new media ini berstatus saling membutuhkan. AOL butuh basis pendapatan yang lebih nyata seperti yang dimiliki Time Warner. Maklumlah, iklim bisnis dunia maya belakangan makin suram seiring dengan jatuhnya berbagai perusahaan dotcom. Sementara itu, Time punya kebutuhan tenaga dan keahlian untuk mencengkeram bisnis media masa depan yang berbasis teknologi digital. Tentu saja AOL adalah kendaraan yang tepat untuk tujuan ini. Nah, berbekal kombinasi potensi yang dahsyat dari dua pihak, AOL-Time Warner yakin akan menuju posisi puncak. ?Kami akan menjadi penyedia informasi dan hiburan yang paling inovatif di dunia,? demikian pernyataan resmi Steve Casey, petinggi AOL. Bahkan, Casey optimistis, posisi Microsoft, perusahaan terbesar di dunia dengan aset US$ 585 miliar, akan tersalip lima tahun ke depan. Akan terwujudkah cita-cita Casey? Sampai kini belum ada prediksi yang pasti. Besaran angka, profil, dan potensi bisnis AOL-Time membuat para analis kebingungan. Sungguh susah memproyeksikan potensi riil pasangan baru ini, demikian tulis analis J.P. Morgan Securities dalam laporan rutinnya. ?Yang pasti, potensi itu betul-betul besar,? komentar sang analis. Namun, merger AOL-Time Warner tak cuma mendatangkan kecemerlangan cerita bisnis. Aksi bisnis ini juga memanen reaksi negatif. Federal Trade Commission (FTC), sebagai pemantau persaingan usaha di AS, banyak dikritik karena mengizinkan merger yang kontroversial ini. Reaksi negatif ini antara lain terekam dalam CNN.com?yang menggelar diskusi interaktif bertopik merger. Komentar yang terhimpun hampir semua merisaukan ancaman monopoli AOL-Time. ?Tak akan ada lagi ruang bagi pengusaha kecil,? kata seorang peserta. Peserta lain juga mengkhawatirkan kualitas sajian media?mulai dari televisi, musik, film, sampai berita?yang bakal monoton dan merugikan konsumen yang tersebar di seluruh dunia. Semua sajian akan berkiblat pada selera AOL-Time. Berita yang membahayakan kepentingan bisnis anak perusahaan imperium AOL-Time juga akan tersaring. Jadi, kata peserta tadi, ?Bersiaplah menghadapi megasensor.? Mardiyah Chamim (dari berbagai sumber)

    "Nikmati tulisan lengkap artikel ini pada versi cetak dan versi digital majalah Tempo" Silahkan hubungi customer service kami untuk berlangganan edisi cetak di 021-5360409 ext 9. Silahkan hubungi Pusat Data Analisa Tempo untuk mendapatkan versi arsip dalam bentuk PDF, di 021-7255624 ext 486

    Download versi digitalnya :
    1. iPad : melalui aplikasi Tempo Media Apps. Klik disini
    2. Samsung Galaxy Tab melalui aplikasi Samsung E Reader. Klik disini
    3. Huawei Ideos S7 melalui aplikasi XL-Baca. Klik disini

    Terima Kasih.

cover

Agama

Ironi di Tengah Gemerlap Imlek

Album

Meninggal Dunia

Buku

Teror Negara, Kematian bagi Jiwa

Catatan Pinggir

Rivai Apin

TEMPO|interaktif

Nasional

Polisi dan BIN Usut Penyerang Anas-Ibas

Nasional

Grasi Corby, Kekalahan Politik Diplomasi Indonesia

Seni & Hiburan

Konser Lady Gaga, Pengelola GBK Tolak Tanggapi

Seni & Hiburan

Ahmad Dhani Bakal Nostalgia Dewa 19

Metro

Bawa Narkoba, Putri Pedangdut Ditangkap

Tak Boleh Ada Mal di Taman Pramuka Cibubur

Internasional

Gaya Trio ‘Lara Croft' di Parkiran

KFC Indonesia Klaim Peduli Lingkungan

Teknologi

Mengapa Bakteri Usus Penting bagi Bayi?

Internasional

Tragis, Ratusan Siswi Sekolah Diduga Diracun

Internasional

Perjalanan Bersejarah Suu Kyi Segera Dimulai

iklan generik

Top
  • Majalah Tempo
  • English Edition
  • Koran Tempo
  • PDAT
  • Photostock
  • U-Mag
  • Ruang Baca
  • Blog
  • Jurnalisme Publik
  • iTempo
  • Video
  • Audio
  • Infografis
  • Nasional
  • Metro
  • Bisnis
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Seni & Hiburan
  • Internasional
  • Selebritas
  • Kolom
  • English
  • Japanese
  • Help
  • About us
  • Contact
Copyright 2011 TEMPOinteraktif