• Home
  • 29 Januari 2001
  • English
  • rss
  • CARI BERITA
Home
Online
  • TEMPOinteraktif
  • English Edition
  • Koran Tempo
  • PDAT
  • Photostock
  • U-Mag
  • Ruang Baca
  • Blog
  • Jurnalisme Publik
  • iTempo
  • Video
  • Audio
  • Infografis
  • Halaman Utama
  • Ekonomi
    • Ekonomi dan Bisnis
    • Media
  • Gaya Hidup
    • Olahraga
    • Kesehatan
  • Hukum
    • Hukum
  • Internasional
    • Luar Negeri
  • Laporan Khusus
    • Laporan Khusus
  • Nasional
    • Nasional
  • Opini
    • Kolom
    • Catatan Pinggir
    • Opini
  • Prelude
    • Album
    • Surat
    • Inovasi
    • Kartun
  • Sains
    • Lingkungan
    • Pendidikan
    • Ilmu dan Teknologi
    • Buku
    • Agama
  • Tokoh
    • Pokok dan Tokoh
    • Wawancara
  • Arsip
  • 29 Januari 2001

    Widyawati

    B erpameran ia sudah berani. Tapi, giliran diminta menentukan harga lukisannya, Widyawati justru tersipu. Akibatnya, panitia pameran di Yogyakarta akhir Januari ini kebingungan. Padahal, harga ini penting, karena hasil penjualan pameran yang menampilkan Widyawati dan beberapa artis wanita lain ini akan disumbangkan ke panti rehabilitasi korban obat terlarang. "Semuanya memang masih belum dikasih harga. Habis, saya belum percaya diri dan malu," kata Widyawati, 51 tahun. Sekalipun mengaku amatir, bukan berarti istri aktor dan anggota DPR Sophan Sophiaan ini asal-asalan saat melukis. Ia pernah belajar khusus, pertama pada kakaknya sendiri. Awalnya memang untuk mengisi waktu kosong saat menunggui anak-anaknya yang sakit. Ia baru serius belajar pada 1989. Tak ada aliran khusus yang ditekuni pengagum karya Jeihan dan Popo Iskandar ini. Ini terlihat dari beragamnya corak lima lukisannya yang dipamerkan di Yogya. Widya menyebut sebetulnya saat ini sudah banyak yang memberi saran agar ia jadi pelukis profesional. Tapi ia masih ragu. "Saya ini termasuk orang yang angin-anginan, tidak terlalu ngoyo terhadap sesuatu," kata Widya.

    "Nikmati tulisan lengkap artikel ini pada versi cetak dan versi digital majalah Tempo" Silahkan hubungi customer service kami untuk berlangganan edisi cetak di 021-5360409 ext 9. Silahkan hubungi Pusat Data Analisa Tempo untuk mendapatkan versi arsip dalam bentuk PDF, di 021-7255624 ext 486

    Download versi digitalnya :
    1. iPad : melalui aplikasi Tempo Media Apps. Klik disini
    2. Samsung Galaxy Tab melalui aplikasi Samsung E Reader. Klik disini
    3. Huawei Ideos S7 melalui aplikasi XL-Baca. Klik disini

    Terima Kasih.

cover

Agama

Ironi di Tengah Gemerlap Imlek

Album

Meninggal Dunia

Buku

Teror Negara, Kematian bagi Jiwa

Catatan Pinggir

Rivai Apin

TEMPO|interaktif

Nasional

Polisi dan BIN Usut Penyerang Anas-Ibas

Nasional

Grasi Corby, Kekalahan Politik Diplomasi Indonesia

Seni & Hiburan

Konser Lady Gaga, Pengelola GBK Tolak Tanggapi

Seni & Hiburan

Ahmad Dhani Bakal Nostalgia Dewa 19

Metro

Bawa Narkoba, Putri Pedangdut Ditangkap

Tak Boleh Ada Mal di Taman Pramuka Cibubur

Internasional

Gaya Trio ‘Lara Croft' di Parkiran

KFC Indonesia Klaim Peduli Lingkungan

Teknologi

Mengapa Bakteri Usus Penting bagi Bayi?

Internasional

Tragis, Ratusan Siswi Sekolah Diduga Diracun

Internasional

Perjalanan Bersejarah Suu Kyi Segera Dimulai

iklan generik

Top
  • Majalah Tempo
  • English Edition
  • Koran Tempo
  • PDAT
  • Photostock
  • U-Mag
  • Ruang Baca
  • Blog
  • Jurnalisme Publik
  • iTempo
  • Video
  • Audio
  • Infografis
  • Nasional
  • Metro
  • Bisnis
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Seni & Hiburan
  • Internasional
  • Selebritas
  • Kolom
  • English
  • Japanese
  • Help
  • About us
  • Contact
Copyright 2011 TEMPOinteraktif