• Home
  • 05 Februari 2001
  • English
  • rss
  • CARI BERITA
Home
Online
  • TEMPOinteraktif
  • English Edition
  • Koran Tempo
  • PDAT
  • Photostock
  • U-Mag
  • Ruang Baca
  • Blog
  • Jurnalisme Publik
  • iTempo
  • Video
  • Audio
  • Infografis
  • Halaman Utama
  • Ekonomi
    • Ekonomi dan Bisnis
    • Media
  • Gaya Hidup
    • Olahraga
    • Kesehatan
    • Film
  • Hukum
    • Hukum
  • Internasional
    • Luar Negeri
  • Laporan Utama
    • Laporan Utama
  • Nasional
    • Nasional
  • Opini
    • Kolom
    • Catatan Pinggir
    • Opini
  • Prelude
    • Album
    • Surat
    • Inovasi
    • Kartun
  • Sains
    • Lingkungan
    • Pendidikan
    • Ilmu dan Teknologi
    • Buku
    • Agama
  • Seni
    • Fotografi
    • Seni Rupa
  • Tokoh
    • Pokok dan Tokoh
    • Wawancara
  • Arsip
  • 05 Februari 2001

    Memetakan Gen Bakteri 'E. coli'

    NAMANYA bagus, Escherichia coli, tapi ulahnya bikin pusing. Bakteri berbahaya ini dapat menyebabkan seseorang keracunan, lalu sakit perut. Adapun penularannya bisa lewat makanan yang kotor atau tercemar. Setiap tahun tak kurang dari ratusan bahkan ribuan orang menjadi korban bakteri ini. Kejadian luar biasa terakhir terjadi di Jepang, tahun lalu. Enam ribu orang terserang muntaber setelah mengonsumsi daging yang tak dimasak matang dan tercemar E. coli. Kini ada peluang untuk menangkal bakteri itu. Para ilmuwan Universitas Wisconsin, Madison, yang dipimpin pakar gen Nicole Perna berhasil memetakan gen bakteri berbahaya itu. Sebagai awal, mereka telah memetakan 5.000 gen E. coli 0157:H7. Ketika membandingkan sekuen genetis dengan peta gen E.coli, mereka menemukan lebih dari 1.300 gen baru yang dapat menjelaskan mengapa strain bakteri tersebut sangat berbahaya, serta bagaimana cara mendiagnosis, mengatasi, dan mencegahnya. "Kami mengidentifikasi sejumlah besar gen baru yang mungkin berhubungan dengan sifat patogen dan kemampuan bertahan organisme di dalam perut," ujar Perna kepada kantor berita Reuters, dua pekan lalu. Dr. Dennis Lang dari National Institute of Allergy and Infectious Diseases (NIAID), yang mensponsori riset itu, yakin bahwa pengetahuan tentang genom E.coli akan bermanfaat bagi pengembangan vaksin antibakteri. Vaksin ini kelak berguna untuk mencegah meluasnya insiden keracunan. Wicaksono

    "Nikmati tulisan lengkap artikel ini pada versi cetak dan versi digital majalah Tempo" Silahkan hubungi customer service kami untuk berlangganan edisi cetak di 021-5360409 ext 9. Silahkan hubungi Pusat Data Analisa Tempo untuk mendapatkan versi arsip dalam bentuk PDF, di 021-7255624 ext 486

    Download versi digitalnya :
    1. iPad : melalui aplikasi Tempo Media Apps. Klik disini
    2. Samsung Galaxy Tab melalui aplikasi Samsung E Reader. Klik disini
    3. Huawei Ideos S7 melalui aplikasi XL-Baca. Klik disini

    Terima Kasih.

cover

Agama

Ijtihad Haji Versi Masdar

Jemaah dari Arus Bawah

Album

Meninggal Dunia

Buku

Opium di Tanah Jawa

Catatan Pinggir

Kepala

Fotografi

Dua Spies, Satu Tragedi

Seni Rupa

Menguak Representasi Budaya

TEMPO|interaktif

Metro

Reka Ulang Kasus Geng Motor, Siapa Pembunuh Ismail - Anggi Belum Jelas

Nasional

Polisi dan BIN Usut Penyerang Anas-Ibas

Nasional

Grasi Corby, Kekalahan Politik Diplomasi Indonesia

Seni & Hiburan

Konser Lady Gaga, Pengelola GBK Tolak Tanggapi

Seni & Hiburan

Ahmad Dhani Bakal Nostalgia Dewa 19

Metro

Bawa Narkoba, Putri Pedangdut Ditangkap

Tak Boleh Ada Mal di Taman Pramuka Cibubur

Internasional

Gaya Trio ‘Lara Croft' di Parkiran

KFC Indonesia Klaim Peduli Lingkungan

Teknologi

Mengapa Bakteri Usus Penting bagi Bayi?

Internasional

Tragis, Ratusan Siswi Sekolah Diduga Diracun

iklan generik

Top
  • Majalah Tempo
  • English Edition
  • Koran Tempo
  • PDAT
  • Photostock
  • U-Mag
  • Ruang Baca
  • Blog
  • Jurnalisme Publik
  • iTempo
  • Video
  • Audio
  • Infografis
  • Nasional
  • Metro
  • Bisnis
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Seni & Hiburan
  • Internasional
  • Selebritas
  • Kolom
  • English
  • Japanese
  • Help
  • About us
  • Contact
Copyright 2011 TEMPOinteraktif