• Home
  • 26 Februari 2001
  • English
  • rss
  • CARI BERITA
Home
Online
  • TEMPOinteraktif
  • English Edition
  • Koran Tempo
  • PDAT
  • Photostock
  • U-Mag
  • Ruang Baca
  • Blog
  • Jurnalisme Publik
  • iTempo
  • Video
  • Audio
  • Infografis
  • Halaman Utama
  • Ekonomi
    • Ekonomi dan Bisnis
  • Gaya Hidup
    • Olahraga
    • Kesehatan
    • Film
  • Hukum
    • Hukum
  • Internasional
    • Luar Negeri
  • Laporan Utama
    • Laporan Utama
  • Nasional
    • Nasional
  • Opini
    • Kolom
    • Catatan Pinggir
    • Opini
  • Prelude
    • Album
    • Surat
    • Inovasi
    • Kartun
  • Sains
    • Lingkungan
    • Ilmu dan Teknologi
    • Buku
    • Agama
  • Selingan
    • Layar
  • Seni
    • Tari
  • Tokoh
    • Pokok dan Tokoh
    • Obituari
    • Wawancara
  • Arsip
  • 26 Februari 2001

    Daging Kurban, Dikornetkan Saja

    ANDA ingin berkurban secara mudah, praktis, dan efektif? Datanglah ke counter restoran internasional McDonald's di Kota Jakarta, Bogor, Tangerang, Bekasi, Bandung, Semarang, dan Surabaya. Anda tinggal mendaftarkan diri dan menyetorkan uang. Sebagai bukti bahwa Anda telah menunaikan kewajiban menyembelih hewan kurban, Anda akan memperoleh tanda terima. Setelah Idul Adha, Senin pekan depan, Anda akan memperoleh laporan ke mana daging kurban itu disalurkan. Itulah cara berkurban "gaya" baru yang ditawarkan Yayasan Dompet Dhuafa Republika, lembaga sosial yang bergerak dalam bidang pengumpulan dan penyaluran zakat, infak, dan sedekah di Jakarta. Untuk menjaring calon pengurban secara lebih strategis, Dompet Dhuafa menggandeng sejumlah perusahaan waralaba yang terkenal. Salah satunya ya McDonald's itu. Nilai lebih cara itu, seperti kata Dompet Dhuafa, daging kurban bisa disalurkan ke desa-desa masyarakat miskin dan daerah-daerah yang belakangan ini dilanda bencana alam. Dompet Dhuafa memiliki program Tebar Hewan Kurban itu?begitu jasa layanan penyembelihan hewan kurban itu disebut?sejak 1994. Pada tahun 2000, program itu menyalurkan 4.516 ekor kambing dan 122 ekor sapi ke seluruh Indonesia. Program Dompet Dhuafa-McDonald's baru dimulai tahun ini. Tampaknya, banyak orang menyambutnya. Demikian setidaknya pantauan TEMPO di McDonald's Sarinah, Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta. Sejak dibuka 19 Februari lalu, meja layanan McDonald's-Dompet Dhuafa itu didatangi banyak orang. Ada yang masih bertanya-tanya soal prosedurnya. Namun, ada empat orang yang langsung mendaftar dan menyetorkan dana Rp 490 ribu per ekor kambing. "Mereka tertarik program ini karena tempat ini strategis," kata Sri Handayani, 20 tahun, tenaga sukarela untuk Dompet Dhuafa yang ditugasi di McDonald's Sarinah. Namun, Dompet Dhuafa tak sendirian dalam mencari terobosan cara berkurban. Yayasan Dompet Sosial Ummul Quro di Kota Bandung, misalnya, menawarkan jasa yang sama, tapi dengan terobosan yang hasilnya jauh lebih awet, yaitu pengornetan daging kurban. Jasa itu ditawarkan secara terbuka melalui iklan di koran. Dengan cara dikornetkan, daging kurban bisa diawetkan selama setahun. Dan karena itu, jangkauan penyalurannya tak terbatas. Dalam tradisi berkurban di Indonesia, penyembelihan dan pembagian daging biasanya ditangani oleh panitia Idul Kurban yang dibentuk takmir masjid di kampung atau lembaga-lembaga Islam. Setelah hewan kurban, yaitu kambing dan sapi, disembelih, dagingnya dibagikan ke lingkungan terdekat. Ada yang dibagikan dengan pemberian girik, lalu masyarakat mengambilnya ke masjid. Sebagian lain mengantarkannya dari pintu ke pintu. Bahkan, pernah ada panitia sebuah masjid di Yogya yang mengemas daging kurban dengan bungkus kardus yang indah dan rapi seperti layaknya kado. Dengan cara konvensional itu, pendistribusian daging terbatas oleh waktu. Maklum, daging hewan tak tahan lama. Nah, cara tersebut kini diterobos dengan pengornetan itu. Persoalannya: apakah cara itu tak melanggar fikih? Seperti layaknya ibadah, memang ada fikih yang mengatur tata cara penyembelihan dan pembagian hewan kurban. Soal jadwal penyembelihan, misalnya. Menurut Drs. Hasanuddin M.Ag. dari Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia, hewan kurban harus disembelih pada hari-hari haji yang disebut tasyrik, yaitu 10 hingga 13 Zulhijah. "Di luar hari itu, ya, bukan kurban," kata Hasanuddin. Sedangkan pembagian daging kurban tak dibatasi oleh delapan golongan (asnaf) seperti dalam zakat. Bahkan, daging pun bisa dibingkiskan untuk muslim yang mampu. Soalnya, pembagian kurban juga berfungsi untuk menyambung silaturahmi. "Kurban juga lambang kebersamaan dalam berbagi kebahagiaan," kata Hasanuddin. Karena itu, ia mendukung pengornetan. Pendapat Hasanuddin itu didasarkan pada hadis yang meriwayatkan bahwa Nabi Muhammad pernah meminta kaumnya menyimpan sebagian daging kurban untuk orang yang berhak tapi tak bisa datang pada hari kurban. Namun, sebetulnya, terobosan dari Bandung itu bukan hal baru. Arab Saudi sudah lama mengalengkan daging kurban yang menggunung di musim haji untuk dikirimkan ke luar negeri, misalnya ke negara-negara di Afrika. KMN, Gita W. Laksmini
cover

Agama

Daging Kurban, Dikornetkan Saja

Album

Sakit

Buku

Buah Cinta Sang Budayawan

Catatan Pinggir

Infalibilitas

Layar

Lat, Crayon Shin-chan, dan Calvin: Kisah Para Bocah dalam Komik

Lat: Si Kampung Boy yang Rendah Hati

'Crayon Shin-chan', Sang Penebar Virus

Tari

Menengok Karya Tari Dua Luthan

TEMPO|interaktif

Metro

Tak Mampu Bayar Persalinan, Seorang Bayi di Pamulang Disandera Bidan  

Bisnis

Target Selesaikan Restrukturisasi, Garuda Tak Janji Bagi Deviden

Nasional

Banjarnegara Prioritaskan Konservasi Dieng  

Gaya Hidup

Racun Berbahaya yang Mencemari Seafood  

Teknologi

Facebook Kalahkan Google  

Teknologi

Pengguna Twitter di Indonesia Menyamai Kaskus  

Nasional

Mahkamah Konstitusi Didesak Sediakan Fasilitas Telekonferensi  

Bisnis

Menteri Kehutanan Dukung Tambang Panas Bumi  

Nasional

Pemerintah Akan Ajukan Dua Calon Ketua KPK  

Internasional

Kim Jong Il Diperkirakan Wafat Kurang dari Tiga Tahun Lagi

Olahraga

Real Madrid, Antara Rooney dan Cole  

iklan generik

Top
  • Majalah Tempo
  • English Edition
  • Koran Tempo
  • PDAT
  • Photostock
  • U-Mag
  • Ruang Baca
  • Blog
  • Jurnalisme Publik
  • iTempo
  • Video
  • Audio
  • Infografis
  • Nasional
  • Metro
  • Bisnis
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Seni & Hiburan
  • Internasional
  • Selebritas
  • Kolom
  • English
  • Japanese
  • Help
  • About us
  • Contact
Copyright ©20010 TEMPOinteraktif