• Home
  • 26 Februari 2001
  • English
  • rss
  • CARI BERITA
Home
Online
  • TEMPOinteraktif
  • English Edition
  • Koran Tempo
  • PDAT
  • Photostock
  • U-Mag
  • Ruang Baca
  • Blog
  • Jurnalisme Publik
  • iTempo
  • Video
  • Audio
  • Infografis
  • Halaman Utama
  • Ekonomi
    • Ekonomi dan Bisnis
  • Gaya Hidup
    • Olahraga
    • Kesehatan
    • Film
  • Hukum
    • Hukum
  • Internasional
    • Luar Negeri
  • Laporan Utama
    • Laporan Utama
  • Nasional
    • Nasional
  • Opini
    • Kolom
    • Catatan Pinggir
    • Opini
  • Prelude
    • Album
    • Surat
    • Inovasi
    • Kartun
  • Sains
    • Lingkungan
    • Ilmu dan Teknologi
    • Buku
    • Agama
  • Selingan
    • Layar
  • Seni
    • Tari
  • Tokoh
    • Pokok dan Tokoh
    • Obituari
    • Wawancara
  • Arsip
  • 26 Februari 2001

    Menemukan Hidup Lewat Karaoke

    Duets (2000) Sutradara : Bruce Paltrow Skenario : John Byrum Pemain : Gwyneth Paltrow, Paul Giamatti Produksi : Hollywood Pictures Dari segala penjuru, mereka datang ke Omaha, Nebraska. Mereka adalah penyanyi amatiran yang mencari perun-tungan dengan mengadu suara dengan iringan musik minus one alias karaoke. Setelah berkelana dari bar ke bar, kota ini jadi tujuan pamungkas. Di sanalah tersedia hadiah yang paling gede: duit kontan US$ 5.000. Film Duets, karya sutradara veteran Bruce Paltrow, tidak berpretensi menjadi film musikal, meski tema yang diangkat berputar pada soal itu. Film ini juga bukan sajian manis tentang perjuangan penyanyi amatir untuk menggapai kemenangan itu, yang kemudian—seperti biasa—berlanjut menjadi penyanyi profesional. Duets adalah potret manusia Amerika kiwari, lengkap dengan mimpi dan problematikanya. Hal itu dituturkan melalui tiga pasangan (duet) yang menjadi tokoh sentral dari film ini. Mereka adalah Ricky Dean (Huey Lewis, bintang pop 1980-an bersama The News), pria yang mencari peruntungan dari bar ke bar dengan bertaruh dengan penyanyi kelas kambing setempat. Dean adalah gambaran sosok manusia Amerika yang selalu ingin merasa bebas tanpa terikat apa pun, termasuk perkawinan. Tapi hal itu tiba-tiba berubah saat dia datang ke Las Vegas, mengunjungi salah satu teman dekatnya yang meninggal. Dia bertemu dengan seorang gadis cantik, Liv (Gwyneth Paltrow), yang ternyata anaknya sendiri hasil dari hubungan dengan mendiang teman dekatnya itu. Di luar dugaan, Liv—gadis bermata belok itu—kepengen ngintil ke mana pun Ricky pergi sambil berharap untuk membangun hubungan dengan ayah kandungnya sendiri. Sejak itu kebebasan sang bujangan tua itu mulai terbang. Duet kedua adalah Todd Woods (Paul Giamatti), seorang salesman yang telah menghabiskan hidupnya dari kota ke kota untuk mengejar impian Amerikanya. Tapi, sayangnya, kerja keras itu sama sekali tidak menimbulkan rasa respek dari keluarganya. Bahkan dia merasa diabaikan oleh keluarganya. Pusing dengan keadaan seperti itu, dia kabur dari rumah mencari peluang kebahagiaan lain di dunia luar. Di perjalanan dia bertemu dengan Reggie Kane (Andre Braugher), pesakitan yang baru keluar dari penjara dan membunuh seorang pengemudi truk. Keduanya merasa cocok. Yang terakhir adalah Billy (Scott Speedman), pemuda idealis yang pernah bercita-cita menjadi pendeta. Kecewa dengan kelakuan pacarnya yang berselingkuh, dia menghabiskan waktunya di bar. Di sanalah dia bertemu dengan Suzi (Maria Bello), cewek yang amat pintar menggunakan daya tarik seksualnya untuk mendapatkan apa saja yang diinginkannya. Pada Billy, dia minta diantar ke California untuk mengikuti kontes karaoke. Keenam orang inilah, dengan jalannya masing-masing, mencari sesuatu yang dapat mendatangkan kebahagiaan. Sayang, hal itu tak dapat mereka temukan. Tapi mereka tahu ada sebuah jalan yang bisa mengantar mereka ke sana: sebuah dunia lepas dari kebingungan dan kesunyian. Semua itu mereka dapatkan dalam "orkes kosong", yang dalam bahasa Jepang berarti karaoke. Di bar karaoke, mereka mendapatkan segalanya. Karaoke di sana memang berbeda dengan yang ada di Indonesia, yang tersekat dalam ruangan-ruangan sempit dan menjadi sangat pribadi. Di sana, melalui karaoke, mereka mendapatkan cara pengakuan publik. Berada di atas panggung, bernyanyi dengan lepas, dan setiap orang memberikan semangat. Bagi keenam tokoh itu, karaoke tidak lagi sekadar peranti pelepas penat, tapi jauh dari itu, mereka menemukan dunianya yang telah hilang. Seperti yang dikatakan Todd, yang mengaku sebagai orang yang bosan dengan mimpi Amerika, dia menemukan kembali gairah hidupnya yang baru. Satu adegan yang menarik adalah hadirnya seorang manajer dari seorang "penyanyi" karaoke. Manajer ini berfungsi seperti halnya manajer penyanyi top, termasuk untuk sekadar taruhan. Barangkali ini merupakan cara Bruce Paltrow mencibir masyarakat AS, yang selalu menggarap sesuatu menjadi bentuk hiburan yang bisa menghasilkan duit. Paltrow berhasil menggarap plot yang cukup runut dan menggambarkan karakternya yang unik. Paul Giamatti (Todd) tampil bersinar memerankan karakter yang diinginkan Paltrow. Dialah sang bintang. Selama separuh pertunjukan, Giamatti diberi kesempatan tampil "edan". Kesuntukan, kegairahan, dan ketololannya sangat sempurna. Bintang lainnya adalah Andre Braugher (Reggie). Ini merupakan keberhasilan sutradara yang banyak mendekam di tabung kaca. Selama karirnya, Duets merupakan film kedua setelah debutnya, yang dimulai dengan film A Little Sex, pada 1982. Selebihnya, dia lebih banyak berkiprah di dunia televisi. Yang disayangkan justru hadirnya sang anak, Gwyneth Paltrow, yang terasa mubazir untuk sekadar memerankan tokoh Liv. Agaknya, Paltrow merasa tidak percaya diri sehingga harus menggamit anaknya sendiri yang namanya memang tengah menjulang. Irfan Budiman

    "Nikmati tulisan lengkap artikel ini pada versi cetak dan versi digital majalah Tempo" Silahkan hubungi customer service kami untuk berlangganan edisi cetak di 021-5360409 ext 9. Silahkan hubungi Pusat Data Analisa Tempo untuk mendapatkan versi arsip dalam bentuk PDF, di 021-7255624 ext 486

    Download versi digitalnya :
    1. iPad : melalui aplikasi Tempo Media Apps. Klik disini
    2. Samsung Galaxy Tab melalui aplikasi Samsung E Reader. Klik disini
    3. Huawei Ideos S7 melalui aplikasi XL-Baca. Klik disini

    Terima Kasih.

cover

Agama

Daging Kurban, Dikornetkan Saja

Album

Sakit

Buku

Buah Cinta Sang Budayawan

Catatan Pinggir

Infalibilitas

Layar

Lat, Crayon Shin-chan, dan Calvin: Kisah Para Bocah dalam Komik

Lat: Si Kampung Boy yang Rendah Hati

'Crayon Shin-chan', Sang Penebar Virus

Tari

Menengok Karya Tari Dua Luthan

TEMPO|interaktif

Nasional

Kelompok Siapa yang Usir Anas - Ibas di Ternate?

Metro

Reka Ulang Kasus Geng Motor, Siapa Pembunuh Ismail - Anggi Belum Jelas

Nasional

Polisi dan BIN Usut Penyerang Anas-Ibas

Nasional

Grasi Corby, Kekalahan Politik Diplomasi Indonesia

Seni & Hiburan

Konser Lady Gaga, Pengelola GBK Tolak Tanggapi

Seni & Hiburan

Ahmad Dhani Bakal Nostalgia Dewa 19

Metro

Bawa Narkoba, Putri Pedangdut Ditangkap

Tak Boleh Ada Mal di Taman Pramuka Cibubur

Internasional

Gaya Trio ‘Lara Croft' di Parkiran

KFC Indonesia Klaim Peduli Lingkungan

Teknologi

Mengapa Bakteri Usus Penting bagi Bayi?

iklan generik

Top
  • Majalah Tempo
  • English Edition
  • Koran Tempo
  • PDAT
  • Photostock
  • U-Mag
  • Ruang Baca
  • Blog
  • Jurnalisme Publik
  • iTempo
  • Video
  • Audio
  • Infografis
  • Nasional
  • Metro
  • Bisnis
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Seni & Hiburan
  • Internasional
  • Selebritas
  • Kolom
  • English
  • Japanese
  • Help
  • About us
  • Contact
Copyright 2011 TEMPOinteraktif