• Home
  • 26 Februari 2001
  • English
  • rss
  • CARI BERITA
Home
Online
  • TEMPOinteraktif
  • English Edition
  • Koran Tempo
  • PDAT
  • Photostock
  • U-Mag
  • Ruang Baca
  • Blog
  • Jurnalisme Publik
  • iTempo
  • Video
  • Audio
  • Infografis
  • Halaman Utama
  • Ekonomi
    • Ekonomi dan Bisnis
  • Gaya Hidup
    • Olahraga
    • Kesehatan
    • Film
  • Hukum
    • Hukum
  • Internasional
    • Luar Negeri
  • Laporan Utama
    • Laporan Utama
  • Nasional
    • Nasional
  • Opini
    • Kolom
    • Catatan Pinggir
    • Opini
  • Prelude
    • Album
    • Surat
    • Inovasi
    • Kartun
  • Sains
    • Lingkungan
    • Ilmu dan Teknologi
    • Buku
    • Agama
  • Selingan
    • Layar
  • Seni
    • Tari
  • Tokoh
    • Pokok dan Tokoh
    • Obituari
    • Wawancara
  • Arsip
  • 26 Februari 2001

    Lemelson-MIT Award Menyulap Pembungkus Jadi Mikrocip

    JIKA suatu ketika Anda selesai menghabiskan penganan keripik kentang atau yang lain, jangan buru-buru membuang plastik pembungkusnya. Siapa tahu Anda bisa menjadi seorang penemu. Dalam jurnal Lemelson-MIT Award yang dipublikasikan Februari lalu, Brian N. Hubert, 27 tahun, memperoleh penghargaan Lemelson-Massachusetts Institute of Technology Award sebagai seorang penemu. Ia memenangi perlombaan bergengsi tersebut setelah berhasil menciptakan microchip yang berfungsi sebagai memori komputer dari bungkus penganan sejenis keripik tersebut. Berkat keberhasilannya ini, Hubert, yang tinggal di Yakima, Washington, Amerika Serikat, berhak mendapatkan hadiah US$ 30 ribu. MIT Award diberikan setiap tahun kepada peneliti dan ilmuwan yang menonjol di bidang pengetahuan kedokteran, biologi, kimia, fisika, dan sebagainya. Hubert, mahasiswa tingkat doktoral di MIT, berhasil menyisihkan peserta lomba lainnya yang terdiri atas peneliti dari berbagai disiplin ilmu. Salah satu nilai terpenting dari mikrocip temuan Hubert, ukurannya supermini dibandingkan dengan mikrocip lainnya. Mikrocip temuan Hubert seukuran nanometer atau sepersemiliar meter. Hebatnya lagi, bahan dasar mikrocip ini adalah plastik pembungkus kentang. Ide awal penemuan Hubert ini bermula ketika ia melihat sebuah alat komputer pendeteksi kadar darah pasien. Alat ini mempunyai kemampuan menganalisis partikel sel tubuh dalam jumlah besar dan dalam waktu yang singkat. Ia mempelajari hal ini dan menganalisisnya secara ilmiah, kemudian menuangkannya ke penemuan mikrocipnya. Plastik pembungkus kentang mengandung material metal seperti barium tetramethyl haptanedionate (TMHD) dalam bentuk lapisan. Plastik tersebut juga mengandung yatchrium oxide copper (YBCo), yang bila diproses secara kimiawi pemadatan pembungkusnya mengandung gelombang pulsa tinggi. "Rangkaian kerja senyawa kimia inilah yang direkayasa menjadi mikrocip," kata Hubert, yang juga seorang komposer dan pianis. Meski berteknologi murah, cip dari pembungkus ini memiliki tingkat gelombang pulsa yang berkecepatan tinggi dan bisa diterapkan dalam aplikasi pembuatan komponen elektronik ataupun komputer. Sebetulnya, "bakat" sebagai penemu sudah ada pada Hubert sejak ia berusia 14 tahun, yakni ketika ia menemukan sebuah alat "anti-tipu" bagi seseorang yang mengisi bensin di stasiun pengisian. Alat seukuran saku tersebut akan memberi tahu si konsumen jika bensin yang terisi tidak sesuai dengan yang dibayar. Kompetisi yang mengabadikan nama seorang penemu, Jerome Lemelson, ini telah melahirkan 500 temuan berbagai bidang. Tentang kejeniusan Hubert, salah seorang anak Jerome, Robert Lemelson, menganggapnya sebagai seorang Leonardo da Vinci muda, mengutip nama inspirator besar abad lampau. Hadriani Pudjiarti

    "Nikmati tulisan lengkap artikel ini pada versi cetak dan versi digital majalah Tempo" Silahkan hubungi customer service kami untuk berlangganan edisi cetak di 021-5360409 ext 9. Silahkan hubungi Pusat Data Analisa Tempo untuk mendapatkan versi arsip dalam bentuk PDF, di 021-7255624 ext 486

    Download versi digitalnya :
    1. iPad : melalui aplikasi Tempo Media Apps. Klik disini
    2. Samsung Galaxy Tab melalui aplikasi Samsung E Reader. Klik disini
    3. Huawei Ideos S7 melalui aplikasi XL-Baca. Klik disini

    Terima Kasih.

cover

Agama

Daging Kurban, Dikornetkan Saja

Album

Sakit

Buku

Buah Cinta Sang Budayawan

Catatan Pinggir

Infalibilitas

Layar

Lat, Crayon Shin-chan, dan Calvin: Kisah Para Bocah dalam Komik

Lat: Si Kampung Boy yang Rendah Hati

'Crayon Shin-chan', Sang Penebar Virus

Tari

Menengok Karya Tari Dua Luthan

TEMPO|interaktif

Nasional

Kelompok Siapa yang Usir Anas - Ibas di Ternate?

Metro

Reka Ulang Kasus Geng Motor, Siapa Pembunuh Ismail - Anggi Belum Jelas

Nasional

Polisi dan BIN Usut Penyerang Anas-Ibas

Nasional

Grasi Corby, Kekalahan Politik Diplomasi Indonesia

Seni & Hiburan

Konser Lady Gaga, Pengelola GBK Tolak Tanggapi

Seni & Hiburan

Ahmad Dhani Bakal Nostalgia Dewa 19

Metro

Bawa Narkoba, Putri Pedangdut Ditangkap

Tak Boleh Ada Mal di Taman Pramuka Cibubur

Internasional

Gaya Trio ‘Lara Croft' di Parkiran

KFC Indonesia Klaim Peduli Lingkungan

Teknologi

Mengapa Bakteri Usus Penting bagi Bayi?

iklan generik

Top
  • Majalah Tempo
  • English Edition
  • Koran Tempo
  • PDAT
  • Photostock
  • U-Mag
  • Ruang Baca
  • Blog
  • Jurnalisme Publik
  • iTempo
  • Video
  • Audio
  • Infografis
  • Nasional
  • Metro
  • Bisnis
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Seni & Hiburan
  • Internasional
  • Selebritas
  • Kolom
  • English
  • Japanese
  • Help
  • About us
  • Contact
Copyright 2011 TEMPOinteraktif