• Home
  • 26 Februari 2001
  • English
  • rss
  • CARI BERITA
Home
Online
  • TEMPOinteraktif
  • English Edition
  • Koran Tempo
  • PDAT
  • Photostock
  • U-Mag
  • Ruang Baca
  • Blog
  • Jurnalisme Publik
  • iTempo
  • Video
  • Audio
  • Infografis
  • Halaman Utama
  • Ekonomi
    • Ekonomi dan Bisnis
  • Gaya Hidup
    • Olahraga
    • Kesehatan
    • Film
  • Hukum
    • Hukum
  • Internasional
    • Luar Negeri
  • Laporan Utama
    • Laporan Utama
  • Nasional
    • Nasional
  • Opini
    • Kolom
    • Catatan Pinggir
    • Opini
  • Prelude
    • Album
    • Surat
    • Inovasi
    • Kartun
  • Sains
    • Lingkungan
    • Ilmu dan Teknologi
    • Buku
    • Agama
  • Selingan
    • Layar
  • Seni
    • Tari
  • Tokoh
    • Pokok dan Tokoh
    • Obituari
    • Wawancara
  • Arsip
  • 26 Februari 2001

    E.C.W. Neloe dan Pernyataannya itu

    Di tengah promosi gencar yang dilakukan Bank Mandiri?untuk memperbanyak nasabah, meningkatkan sinergi, dan memperkuat struktur modal?tiba-tiba saja pekan lalu mencuat isu tentang permohonan kredit Texmaco sebesar US$ 60 juta kepada bank tersebut. Adalah Didi Supriyanto dari Komisi IX DPR RI yang menanyakan perihal permohonan kredit Texmaco itu kepada Direktur Utama Bank Mandiri, E.C.W. Neloe. Mungkin karena sangat terkejut, jawaban Neloe terkesan defensif. Ia mengaku tidak tahu-menahu untuk apa dan kapan permohonan kredit itu diajukan oleh Texmaco. Bagi Neloe sendiri, jawabannya itu bagaikan pedang bermata dua. Kalau dia memang tidak tahu-menahu tentang permohonan kredit Texmaco, pernyataannya seputar tidak tahu-menahu itu akan sulit diterima oleh masyarakat. Sebaliknya, kalau Neloe tidak mengatakan yang sebenarnya, maka untuk seterusnya ia terpaksa mengulangi hal yang sama. Semua bawahannya terpaksa berbuat serupa, suka atau tidak suka. Sementara itu, masyarakat bertanya-tanya, bagaimana orang nomor satu di bank BUMN yang sedemikian besar sama sekali tidak dilapori oleh stafnya, tentang permohonan kredit dari satu grup usaha yang juga sangat besar. Lalu masyarakat akan menjawab sendiri, "Tidak mungkin, ia semestinya tahu. Atau secepatnya diberi tahu." Menyikapi pernyataan Neloe dengan kecerewetan bukanlah perilaku yang kampungan. Kecerewetan perlu dan harus, untuk mengetahui "dalamnya laut, hitamnya lubuk". Apalagi di situ tersangkut permohonan kredit US$ 60 juta, yang setara dengan Rp 570 miliar. Ini jumlah yang tidak sedikit, bahkan untuk Bank Mandiri yang sudah menelan dana rekap dari pemerintah Rp 179,45 triliun. Dan menyadari bahwa Texmaco adalah grup usaha yang "utangnya melilit sekeliling pinggang", maka kecerobohan Bank Mandiri akan tidak termaafkan kalau sampai menyalurkan US$ 60 juta itu kepada pemilik Texmaco, Sinivasan. Tapi tentang ini apa kata Dirjen Pembinaan BUMN, I Nyoman Tjager? Pejabat ini menjamin bahwa tidak akan ada intervensi dari pemerintah kepada Bank Mandiri, berkaitan dengan permohonan kredit Texmaco itu. Sungguh kedengarannya tak masuk nalar. Bagaimana mungkin Departemen Keuangan berdiam diri, padahal mengetahui bahwa modal Bank Mandiri tidak terlalu solid, sementara Texmaco yang mau berutang ke Mandiri justru masih berutang Rp 16,5 triliun di BPPN?! Apakah angka-angka itu tidak bicara apa-apa pada Tjager? Wallahualam. Ketidakpastian yang dihadapi masyarakat dalam hidup sehari-hari sudah terlalu banyak, sehingga alangkah bijak kalau tidak disulut dengan pernyataan yang tak jelas ujung pangkalnya. Perlu kejelasan, misalnya, tentang Bank Mandiri yang struktur modalnya lemah, tapi oleh Texmaco dianggap mampu mengucurkan US$ 60 juta. Bahwa Sinivasan memohon kredit ke Mandiri bukan karena kinerja bank ini hebat, tapi lebih mungkin karena Texmaco tidak lagi bankable di mata bank-bank swasta yang lain. Seperti diketahui, aset Texmaco konon sudah semua diagunkan, baik kepada kreditor di dalam maupun luar negeri. Benar, sampai sekarang Texmaco masih bertahan, tapi kemampuannya membayar utang sangat diragukan. Jadi, masalahnya sederhana saja. Namun, tanpa turut campur sebuah lembaga tinggi seperti DPR, masalah itu bisa menjadi tidak sederhana. Dan kalau tidak awas, bisa membawa malapetaka. Setelah BNI berdarah-darah karena mengucurkan triliunan rupiah ke Texmaco, sungguh mustahil bila sekarang pemerintah juga mengorbankan Bank Mandiri. Dalam hal ini, kecerewetan mengenai pernyataan Neloe, mudah-mudahan, ada hikmahnya. Terutama menjelang go public Bank Mandiri, Oktober depan, yang berencana meraup dana masyarakat Rp 4-5 triliun.

    "Nikmati tulisan lengkap artikel ini pada versi cetak dan versi digital majalah Tempo" Silahkan hubungi customer service kami untuk berlangganan edisi cetak di 021-5360409 ext 9. Silahkan hubungi Pusat Data Analisa Tempo untuk mendapatkan versi arsip dalam bentuk PDF, di 021-7255624 ext 486

    Download versi digitalnya :
    1. iPad : melalui aplikasi Tempo Media Apps. Klik disini
    2. Samsung Galaxy Tab melalui aplikasi Samsung E Reader. Klik disini
    3. Huawei Ideos S7 melalui aplikasi XL-Baca. Klik disini

    Terima Kasih.

cover

Agama

Daging Kurban, Dikornetkan Saja

Album

Sakit

Buku

Buah Cinta Sang Budayawan

Catatan Pinggir

Infalibilitas

Layar

Lat, Crayon Shin-chan, dan Calvin: Kisah Para Bocah dalam Komik

Lat: Si Kampung Boy yang Rendah Hati

'Crayon Shin-chan', Sang Penebar Virus

Tari

Menengok Karya Tari Dua Luthan

TEMPO|interaktif

Nasional

Grasi untuk Corby, Indonesia Tabrak Konvensi PBB

Nasional

Terima Grasi, Corby Sehat dan Ketawa-ketiwi

Nasional

Kelompok Siapa yang Usir Anas - Ibas di Ternate?

Metro

Reka Ulang Kasus Geng Motor, Siapa Pembunuh Ismail - Anggi Belum Jelas

Nasional

Polisi dan BIN Usut Penyerang Anas-Ibas

Nasional

Grasi Corby, Kekalahan Politik Diplomasi Indonesia

Seni & Hiburan

Konser Lady Gaga, Pengelola GBK Tolak Tanggapi

Seni & Hiburan

Ahmad Dhani Bakal Nostalgia Dewa 19

Metro

Bawa Narkoba, Putri Pedangdut Ditangkap

Tak Boleh Ada Mal di Taman Pramuka Cibubur

Internasional

Gaya Trio ‘Lara Croft' di Parkiran

iklan generik

Top
  • Majalah Tempo
  • English Edition
  • Koran Tempo
  • PDAT
  • Photostock
  • U-Mag
  • Ruang Baca
  • Blog
  • Jurnalisme Publik
  • iTempo
  • Video
  • Audio
  • Infografis
  • Nasional
  • Metro
  • Bisnis
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Seni & Hiburan
  • Internasional
  • Selebritas
  • Kolom
  • English
  • Japanese
  • Help
  • About us
  • Contact
Copyright 2011 TEMPOinteraktif