• Home
  • 26 Februari 2001
  • English
  • rss
  • CARI BERITA
Home
Online
  • TEMPOinteraktif
  • English Edition
  • Koran Tempo
  • PDAT
  • Photostock
  • U-Mag
  • Ruang Baca
  • Blog
  • Jurnalisme Publik
  • iTempo
  • Video
  • Audio
  • Infografis
  • Halaman Utama
  • Ekonomi
    • Ekonomi dan Bisnis
  • Gaya Hidup
    • Olahraga
    • Kesehatan
    • Film
  • Hukum
    • Hukum
  • Internasional
    • Luar Negeri
  • Laporan Utama
    • Laporan Utama
  • Nasional
    • Nasional
  • Opini
    • Kolom
    • Catatan Pinggir
    • Opini
  • Prelude
    • Album
    • Surat
    • Inovasi
    • Kartun
  • Sains
    • Lingkungan
    • Ilmu dan Teknologi
    • Buku
    • Agama
  • Selingan
    • Layar
  • Seni
    • Tari
  • Tokoh
    • Pokok dan Tokoh
    • Obituari
    • Wawancara
  • Arsip
  • 26 Februari 2001

    Lompatan Gila Stacy Dragila

    SEWAKTU bocah, Stacy Dragila punya hobi yang cukup gila-gilaan. Tumbuh di kawasan pertanian California, Amerika Serikat, ia ketularan polah kakak lelakinya, yang gemar olahraga rodeo, khususnya melaso dan mengikat ternak. Siapa nyana pengalaman masa kecil ini membuat Dragila kini jadi pelompat galah putri nomor satu di dunia. Memang, tak ada hewan yang dilibatkan dalam lompat galah, pula tak ada tongkat dalam rodeo. Namun, dua olahraga itu punya kesamaan. Keduanya butuh kecepatan, koordinasi, dan yang paling penting nyali tinggi. Bukti paling nyata kehebatan Dragila adalah pemecahan rekor dunia empat kali atas namanya sendiri dalam tiga minggu. Pada 28 Januari lalu, ia mencatat rekor 4,63 meter. Lantas, pada 2 Februari, ia memperbaikinya dengan mengagumkan di Millrose Game. Betapa tidak, dalam tempo 30 menit saja, ia dua kali mencetak rekor baru, 4,65 meter dan 4,66 meter. Rekor paling mutakhir dibukukannya di Pocatello, Idaho, dengan lompatan setinggi 4,70 meter pada 19 Februari lalu. Prestasi terakhir ini membuahkan bonus US$ 50 ribu dari USA Track&Field. Gelar ratu lompat galah kini memang layak dilekatkan pada Dragila. Lajang yang lahir 25 Maret 1971 di Auburn, California, ini sebelumnya sudah mencatat sederet prestasi gemilang. Sejak 1996, praktis nomor ini jadi miliknya di Amerika. Pada 1999, ia jadi wanita pertama yang meraih gelar juara dunia. Ia juga jadi perebut medali emas pertama Olimpiade tahun lalu. Cabang ini memang baru mengawali debutnya di Olimpiade Sydney. Di final, ia sanggup melewati mistar setinggi 4,60 meter pada lompatan ketiga. Ketinggian ini menyamai rekor dunia sebelumnya, yang dipegang Emma George dari Australia. Ketenarannya kini sudah menembus lingkar atletik. Media cetak dan elektronik berkali-kali memajangnya dalam edisi khusus. Biro iklan pun berebut menariknya. Salah satu iklan kartu kredit yang dibintanginya diudarakan pada ajang bergengsi final tahunan Super Bowl (sepak bola Amerika). Yang juga istimewa, Dragila ikut tampil memamerkan tubuh liatnya dalam kalender semitelanjang edisi bintang olahraga tahun 2001. Ia bersedia melakukan ini karena hasil penjualan kalender dipakai untuk amal. Dragila sendiri sebetulnya memulai karir atletiknya di lari gawang. Ia tergolong pelari yang bagus. Sayang, tekniknya kasar. Sumber kelemahan, pelatih pertamanya di bangku sekolah menengah adalah pelatih gulat. Di bangku kuliah, ia beranjak ke cabang saptalomba. Catatan prestasinya cukup lumayan, dengan skor tertinggi 4.700. Suatu hari, pada musim semi tahun 1993, Dave Nielsen, sang pelatih, memberikan galah untuk dicoba anak asuhnya. Reaksi pertama Dragila dan teman-temannya adalah tertawa terbahak. Maklum, cabang ini belum lazim dipraktekkan atlet wanita. Ketinggian pertama yang dicicipinya 1,85 meter. ?Saya baru bisa melewatinya setelah mencoba ribuan kali,? Dragila mengenang dengan geli. Nielsen sendiri menyebut anak asuhnya tak punya bakat alam. Namun, Nielsen terus-menerus menyemangati karena yakin dengan potensi Dragila. Mistar setinggi 2 meter baru bisa dilewati sarjana pendidikan kesehatan dari Idaho State University ini setelah satu tahun berlatih. Salah satu pencambuk semangatnya justru olok-olok dari rekan-rekan laki-lakinya yang meragukannya. Dragila, yang kini tengah mengejar master untuk bidang studi yang sama, menyebut peran masa kecilnya sangat berpengaruh untuk mengatasi tekanan ini. ?Dengan punya kakak lelaki yang galak, saya jadi terbiasa agresif dan kompetitif baik secara mental maupun fisik,? kata Dragila. Target Dragila dalam waktu dekat adalah mencoba ketinggian 4,88 meter. Ini adalah ketinggian yang tergolong gila-gilaan. Tak pernah ada atlet wanita lain yang pernah mencobanya. Dragila sendiri bukan tak sadar risikonya. Namun, ia menyebut justru risiko tinggi membuat percobaannya kian menarik. Bila ketinggian itu dilampauinya, ia punya target besar lainnya: ketinggian 5 meter. Dragila mengakui, rekor dunia setinggi 6,14 meter di nomor putra, yang dibukukan atlet legendaris Sergei Bubka pada tahun 1994, akan sulit didekati atlet putri, bahkan sampai beberapa tahun mendatang. Namun, ia yakin atlet-atlet putri yang lebih muda kelak akan sanggup melakukannya. ?Saya sudah membuktikan wanita mampu melakukan apa saja,? kata Dragila.

    "Nikmati tulisan lengkap artikel ini pada versi cetak dan versi digital majalah Tempo" Silahkan hubungi customer service kami untuk berlangganan edisi cetak di 021-5360409 ext 9. Silahkan hubungi Pusat Data Analisa Tempo untuk mendapatkan versi arsip dalam bentuk PDF, di 021-7255624 ext 486

    Download versi digitalnya :
    1. iPad : melalui aplikasi Tempo Media Apps. Klik disini
    2. Samsung Galaxy Tab melalui aplikasi Samsung E Reader. Klik disini
    3. Huawei Ideos S7 melalui aplikasi XL-Baca. Klik disini

    Terima Kasih.

cover

Agama

Daging Kurban, Dikornetkan Saja

Album

Sakit

Buku

Buah Cinta Sang Budayawan

Catatan Pinggir

Infalibilitas

Layar

Lat, Crayon Shin-chan, dan Calvin: Kisah Para Bocah dalam Komik

Lat: Si Kampung Boy yang Rendah Hati

'Crayon Shin-chan', Sang Penebar Virus

Tari

Menengok Karya Tari Dua Luthan

TEMPO|interaktif

Nasional

Grasi untuk Corby, Indonesia Tabrak Konvensi PBB

Nasional

Terima Grasi, Corby Sehat dan Ketawa-ketiwi

Nasional

Kelompok Siapa yang Usir Anas - Ibas di Ternate?

Metro

Reka Ulang Kasus Geng Motor, Siapa Pembunuh Ismail - Anggi Belum Jelas

Nasional

Polisi dan BIN Usut Penyerang Anas-Ibas

Nasional

Grasi Corby, Kekalahan Politik Diplomasi Indonesia

Seni & Hiburan

Konser Lady Gaga, Pengelola GBK Tolak Tanggapi

Seni & Hiburan

Ahmad Dhani Bakal Nostalgia Dewa 19

Metro

Bawa Narkoba, Putri Pedangdut Ditangkap

Tak Boleh Ada Mal di Taman Pramuka Cibubur

Internasional

Gaya Trio ‘Lara Croft' di Parkiran

iklan generik

Top
  • Majalah Tempo
  • English Edition
  • Koran Tempo
  • PDAT
  • Photostock
  • U-Mag
  • Ruang Baca
  • Blog
  • Jurnalisme Publik
  • iTempo
  • Video
  • Audio
  • Infografis
  • Nasional
  • Metro
  • Bisnis
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Seni & Hiburan
  • Internasional
  • Selebritas
  • Kolom
  • English
  • Japanese
  • Help
  • About us
  • Contact
Copyright 2011 TEMPOinteraktif