Dagunya yang kukuh, juga sorot matanya yang tajam, menebarkan kesan ia seorang prajurit yang kenyang tempaan. Setumpuk pengalaman lelaki yang hampir berusia 54 tahun itu seolah membekas pada kerut keningnya. Dia berbicara lugas mengenai masalah yang serius. Tapi, kalau sedang berbincang santai, apalagi bercanda, akan segera tampak kesederhanaan Endriartono Sutarto ini.