• Home
  • 12 Maret 2001
  • English
  • rss
  • CARI BERITA
Home
Online
  • TEMPOinteraktif
  • English Edition
  • Koran Tempo
  • PDAT
  • Photostock
  • U-Mag
  • Ruang Baca
  • Blog
  • Jurnalisme Publik
  • iTempo
  • Video
  • Audio
  • Infografis
  • Halaman Utama
  • Ekonomi
    • Ekonomi dan Bisnis
  • Gaya Hidup
    • Olahraga
    • Kesehatan
    • Perilaku
    • Film
  • Hukum
    • Hukum
  • Internasional
    • Luar Negeri
  • Laporan Utama
    • Laporan Utama
  • Nasional
    • Nasional
  • Opini
    • Kolom
    • Catatan Pinggir
    • Opini
  • Prelude
    • Ralat
    • Surat
    • Inovasi
    • Kartun
  • Sains
    • Pendidikan
    • Ilmu dan Teknologi
    • Buku
    • Agama
  • Selingan
    • Indonesiana
    • Iqra
  • Tokoh
    • Pokok dan Tokoh
    • Obituari
    • Wawancara
  • Arsip
  • 12 Maret 2001

    Perjumpaan 150 Tahun Silam

    Pengaruh Portugis di Indonesia Penulis : Antonio Pinto da Franca Penerbit : Jakarta: Pustaka Sinar Harapan, 2000 Tebal : 144 halaman ANTERO, baluarti, bendera, beranda, kue bolu, boneka, gagu, garpu, kantin, natal, tempo. Kata-kata ini kerap dipergunakan dalam percakapan kita sehari-hari. Namun, tahukah Anda bahwa semua kata dalam bahasa Indonesia itu mendapat pengaruh dari budaya Portugis, yang sempat menguasai Kepulauan Nusantara antara abad ke-16 dan ke-17? Pengaruh Portugis itu bisa ditemui di Indonesia, baik dalam bentuk pemakaian sejumlah kata, sejumlah tarian di daerah Indonesia Timur, dan artifak peninggalan masa Portugis, di antaranya meriam si Jagur, yang kini tersimpan di Museum Nasional, Jakarta. Konon, meriam si Jagur ini pernah punya reputasi sebagai sumber kesuburan bagi wanita yang belum dikaruniai keturunan. Sebaliknya, Nusantara sendiri punya pengaruh balik terhadap Portugis, baik dari sisi pemikiran, kesenian, maupun sastra. Buku ini ditulis oleh bekas duta besar Portugal di Indonesia antara tahun 1964 dan 1970. Mengaku bahwa ia sendiri bukan seorang pakar sejarah, tulisan Da Franca ini lebih menyerupai penelusuran awal jejak-jejak kebudayaan Portugis di Kepulauan Nusantara, yaitu di Sumatra, Jawa, Kalimantan, Sulawesi, Ambon, dan Nusatenggara. Tentu saja pedagang dan misionaris Portugis yang beragama Katolik meninggalkan banyak jejak di beberapa wilayah Nusantara yang akrab dengan tradisi Katolik, misalnya dalam bentuk sejumlah benda upacara keagamaan. Bahkan, salah satu misionaris penting dari ordo Jesuit, Fransiscus Xaverius, juga tercatat menapakkan kakinya di Kepulauan Maluku pada tahun 1546. Pertemuan budaya antara Portugis dan Kepulauan Nusantara selama satu setengah abad ini oleh penulisnya dianggap "melambangkan pembauran universal, menjadi puncak dialog antarbangsa, mencerminkan kemampuan manusia, bangsa, dan peradaban untuk menukar dan saling berbagi pengalaman" dalam semangat kolonial Barat: gold, glory, gospel (mencari harta, mengalahkan negeri-negeri baru, dan menyebarkan agama). Buku ini menarik untuk dibaca, melengkapi pengetahuan kita tentang pertemuan budaya yang terjadi berabad-abad lampau antara para pedagang dan misionaris Portugis dan berbagai penduduk di Kepulauan Nusantara. Ign. Haryanto

    "Nikmati tulisan lengkap artikel ini pada versi cetak dan versi digital majalah Tempo" Silahkan hubungi customer service kami untuk berlangganan edisi cetak di 021-5360409 ext 9. Silahkan hubungi Pusat Data Analisa Tempo untuk mendapatkan versi arsip dalam bentuk PDF, di 021-7255624 ext 486

    Download versi digitalnya :
    1. iPad : melalui aplikasi Tempo Media Apps. Klik disini
    2. Samsung Galaxy Tab melalui aplikasi Samsung E Reader. Klik disini
    3. Huawei Ideos S7 melalui aplikasi XL-Baca. Klik disini

    Terima Kasih.

cover

Agama

Agar Konsumen Tak Ragu

Buku

Untuk Bumi yang Rentan

Perjumpaan 150 Tahun Silam

Catatan Pinggir

Wajah

Indonesiana

Bubarkan Golkar dengan Mi

Naik Haji ke Bali

Ralat

Ralat

TEMPO|interaktif

Nasional

Denny Akui Grasi Corby Ada 'Dimensi' Diplomasi  

Nasional

Grasi untuk Corby, Indonesia Tabrak Konvensi PBB

Nasional

Terima Grasi, Corby Sehat dan Ketawa-ketiwi

Nasional

Kelompok Siapa yang Usir Anas - Ibas di Ternate?

Metro

Reka Ulang Kasus Geng Motor, Siapa Pembunuh Ismail - Anggi Belum Jelas

Nasional

Polisi dan BIN Usut Penyerang Anas-Ibas

Nasional

Grasi Corby, Kekalahan Politik Diplomasi Indonesia

Seni & Hiburan

Konser Lady Gaga, Pengelola GBK Tolak Tanggapi

Seni & Hiburan

Ahmad Dhani Bakal Nostalgia Dewa 19

Metro

Bawa Narkoba, Putri Pedangdut Ditangkap

Tak Boleh Ada Mal di Taman Pramuka Cibubur

iklan generik

Top
  • Majalah Tempo
  • English Edition
  • Koran Tempo
  • PDAT
  • Photostock
  • U-Mag
  • Ruang Baca
  • Blog
  • Jurnalisme Publik
  • iTempo
  • Video
  • Audio
  • Infografis
  • Nasional
  • Metro
  • Bisnis
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Seni & Hiburan
  • Internasional
  • Selebritas
  • Kolom
  • English
  • Japanese
  • Help
  • About us
  • Contact
Copyright 2011 TEMPOinteraktif