• Home
  • 12 Maret 2001
  • English
  • rss
  • CARI BERITA
Home
Online
  • TEMPOinteraktif
  • English Edition
  • Koran Tempo
  • PDAT
  • Photostock
  • U-Mag
  • Ruang Baca
  • Blog
  • Jurnalisme Publik
  • iTempo
  • Video
  • Audio
  • Infografis
  • Halaman Utama
  • Ekonomi
    • Ekonomi dan Bisnis
  • Gaya Hidup
    • Olahraga
    • Kesehatan
    • Perilaku
    • Film
  • Hukum
    • Hukum
  • Internasional
    • Luar Negeri
  • Laporan Utama
    • Laporan Utama
  • Nasional
    • Nasional
  • Opini
    • Kolom
    • Catatan Pinggir
    • Opini
  • Prelude
    • Ralat
    • Surat
    • Inovasi
    • Kartun
  • Sains
    • Pendidikan
    • Ilmu dan Teknologi
    • Buku
    • Agama
  • Selingan
    • Indonesiana
    • Iqra
  • Tokoh
    • Pokok dan Tokoh
    • Obituari
    • Wawancara
  • Arsip
  • 12 Maret 2001

    Naik Haji ke Bali

    Maksud hati pergi ke tanah suci Mekah, apa daya terdampar di pulau pariwisata Bali. Itulah kisah sedih yang menimpa 51 orang calon haji asal Sengkang, Sulawesi Selatan. Ceritanya begini. Para calon haji itu mendaftarkan diri dan menyetor ongkos naik haji mereka ke Yayasan Bagussalam. "Karena sudah percaya, saya tidak minta kuitansi," kata Hasani, 47 tahun, salah seorang korban. Sedangkan perusahaan yang mengurusi visa adalah PT Saudi Utama Travelindo (PT Sutra). Sebenarnya, Hasani mengaku sudah curiga ketika dia diberi paspor hijau, bukan paspor cokelat, yang khusus untuk berhaji. Tapi, keraguan itu ia tepis, karena untuk pergi haji, hati dan pikiran memang harus bersih, tidak gampang curiga. Apalagi, para calon haji ini sudah diberangkatkan dari Sengkang ke Makassar dan mengikuti manasik haji di sana. Lalu, rombongan itu terbang lagi ke Denpasar pada 8 Februari, meskipun mereka belum memiliki visa Arab Saudi. Ternyata, di Bali, mereka hanya bisa menunggu di sebuah losmen murahan di kawasan Sanur. Dan itu berlangsung berhari-hari, bahkan sempat pindah ke losmen lain. Uniknya, selama di Bali, mereka tetap diberi ceramah-ceramah agama, latihan doa-doa berhaji, dan menghafalkan urutan aktivitas haji, lengkap memakai baju ihram. Ketika hari penantian semakin lama dan ruang gerak mereka dibatasi, mereka pun mulai curiga. "Kami merasa kebingungan," kata Syamsu Alam, seorang korban yang menjadi dosen di Fakultas Pertanian Universitas Hasanuddin, Makassar. Umumnya, mereka sulit melakukan kontak ke keluarganya di Sangkang, dan para keluarga korban pun tampaknya menduga rombongan ini sudah berangkat ke Tanah Suci. Akhirnya, 40 orang memutuskan pulang tanpa gelar haji, sementara 11 orang bertahan di Denpasar menunggu kepastian apakah uang yang mereka setor akan dikembalikan atau tidak. Mereka juga sudah melaporkan kasus ini ke Kanwil Departemen Agama Bali dan berniat menggugat Yayasan Bagussalam. Kasihan, naik haji itu ibadah, bukan pelesiran. Bina Bektiati, Ecep Suwardani Yasa (Semarang), dan Rofiqi Hasan (Bali)

    "Nikmati tulisan lengkap artikel ini pada versi cetak dan versi digital majalah Tempo" Silahkan hubungi customer service kami untuk berlangganan edisi cetak di 021-5360409 ext 9. Silahkan hubungi Pusat Data Analisa Tempo untuk mendapatkan versi arsip dalam bentuk PDF, di 021-7255624 ext 486

    Download versi digitalnya :
    1. iPad : melalui aplikasi Tempo Media Apps. Klik disini
    2. Samsung Galaxy Tab melalui aplikasi Samsung E Reader. Klik disini
    3. Huawei Ideos S7 melalui aplikasi XL-Baca. Klik disini

    Terima Kasih.

cover

Agama

Agar Konsumen Tak Ragu

Buku

Untuk Bumi yang Rentan

Perjumpaan 150 Tahun Silam

Catatan Pinggir

Wajah

Indonesiana

Bubarkan Golkar dengan Mi

Naik Haji ke Bali

Ralat

Ralat

TEMPO|interaktif

Nasional

Denny Akui Grasi Corby Ada 'Dimensi' Diplomasi  

Nasional

Grasi untuk Corby, Indonesia Tabrak Konvensi PBB

Nasional

Terima Grasi, Corby Sehat dan Ketawa-ketiwi

Nasional

Kelompok Siapa yang Usir Anas - Ibas di Ternate?

Metro

Reka Ulang Kasus Geng Motor, Siapa Pembunuh Ismail - Anggi Belum Jelas

Nasional

Polisi dan BIN Usut Penyerang Anas-Ibas

Nasional

Grasi Corby, Kekalahan Politik Diplomasi Indonesia

Seni & Hiburan

Konser Lady Gaga, Pengelola GBK Tolak Tanggapi

Seni & Hiburan

Ahmad Dhani Bakal Nostalgia Dewa 19

Metro

Bawa Narkoba, Putri Pedangdut Ditangkap

Tak Boleh Ada Mal di Taman Pramuka Cibubur

iklan generik

Top
  • Majalah Tempo
  • English Edition
  • Koran Tempo
  • PDAT
  • Photostock
  • U-Mag
  • Ruang Baca
  • Blog
  • Jurnalisme Publik
  • iTempo
  • Video
  • Audio
  • Infografis
  • Nasional
  • Metro
  • Bisnis
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Seni & Hiburan
  • Internasional
  • Selebritas
  • Kolom
  • English
  • Japanese
  • Help
  • About us
  • Contact
Copyright 2011 TEMPOinteraktif