| Apakah tindakan aparat keamanan mengatasi aksi demonstrasi mahasiswa melampaui batas? (22 - 29, Juni 2001) | ||
| Ya | ||
| 42.2% | 153 | |
| Tidak | ||
| 55.1% | 199 | |
| Tidak tahu | ||
| 2.5% | 9 | |
| Total | 100% | 361 |
Sepanjang pekan lalu, aparat kepolisian sibuk menangani unjuk rasa mahasiswa menentang kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM). Lemparan batu dan aksi bakar ban bekas oleh para calon sarjana ini dibalas aparat kepolisian dengan tembakan gas air mata dan peluru karet.
Jatuhnya korban luka-luka di pihak mahasiswa ternyata tidak serta-merta membuat semua orang menyalahkan kepolisian. Sebagian besar responden (55,1 persen) jajak pendapat TEMPO Interaktif malah menilai tindakan aparat penegak hukum tersebut belum melewati batas.
Kepala Dinas Penerangan (Kadispen) Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Polisi Anton Bachrul Alam, mengaku anggotanya ada yang melakukan penembakan dalam menangani aksi-aksi mahasiswa tersebut. Namun, tindakan keras dengan peluru karet ini semata-mata untuk melumpuhkan, dengan sasaran daerah lutut ke bawah. "Apakah masyarakat setuju atau tidak, yang jelas polisi harus menghentikan kegiatan yang membahayakan kepentingan umum," begitu alasannya.
Meski demikian, Anton mengakui ada anggotanya yang telah melakukan tindakan pemukulan dan penganiayaan dalam menangani aksi massa belakangan ini. Tindakan yang sebetulnya tidak patut dilakukan itu dilakukan anggotanya karena emosi.
| Jajak Pendapat Pekan Depan:
Pemerintah memutuskan untuk mengedarkan kupon transportasi bagi pelajar dan mahasiswa. Langkah ini diambil pemerintah dalam upaya mengurangi beban masyarakat kelas menengah ke bawah akibat naiknya harga BBM yang lantas diikuti oleh kenaikan tarif angkutan umum. Apakah Anda setuju dengan penerapan kupon transportasi untuk pelajar dan mahasiswa? Suarakan pendapat Anda melalui www.tempointeraktif.com .
"Nikmati tulisan lengkap artikel ini pada versi cetak dan versi digital majalah Tempo" Silahkan hubungi customer service kami untuk berlangganan edisi cetak di 021-5360409 ext 9. Silahkan hubungi Pusat Data Analisa Tempo untuk mendapatkan versi arsip dalam bentuk PDF, di 021-7255624 ext 486 Download versi digitalnya : Terima Kasih. TEMPO|interaktif |
