• Home
  • 03 September 2001
  • English
  • rss
  • CARI BERITA
Home
Online
  • TEMPOinteraktif
  • English Edition
  • Koran Tempo
  • PDAT
  • Photostock
  • U-Mag
  • Ruang Baca
  • Blog
  • Jurnalisme Publik
  • iTempo
  • Video
  • Audio
  • Infografis
  • Halaman Utama
  • Ekonomi
    • Ekonomi dan Bisnis
    • Media
  • Gaya Hidup
    • Olahraga
    • Kesehatan
    • Film
    • Televisi
    • Hiburan
  • Hukum
    • Hukum
    • Kriminalitas
  • Internasional
    • Luar Negeri
  • Laporan Utama
    • Laporan Utama
  • Nasional
    • Nasional
  • Opini
    • Kolom
    • Catatan Pinggir
    • Opini
  • Prelude
    • Surat
    • Inovasi
    • Kartun
  • Sains
    • Lingkungan
    • Pendidikan
    • Ilmu dan Teknologi
    • Buku
  • Seni
    • Teater
    • Seni
  • Tokoh
    • Pokok dan Tokoh
    • Obituari
    • Wawancara
  • Arsip
  • 03 September 2001

    Agustus, Deflasi Minus 0,21 Persen

    Ada kado istimewa ketika Indonesia sedang merayakan hari jadi ke-56. Agustus kemarin, Indonesia mengalami deflasi sebesar minus 0,21 persen. Indeks harga konsumen turun dari 238,42 pada Juli 2001 menjadi 237,92 pada Agustus. Ini merupakan deflasi pertama sejak tahun 2001. Demikian hasil pemantauan Badan Pusat Statistik di 43 kota di Indonesia pada Agustus 2001. Data tersebut menyebutkan, yang mengalami deflasi adalah kelompok bahan makanan sebesar minus 2,35 persen dan kelompok sandang sebesar minus 2,68 persen. Menurut ekonom Indef, Dr. Dradjad H. Wibowo, deflasi sekarang ini lebih bagus. Alasannya, penurunan harga lebih merata dibanding deflasi pada Maret 2000, yang dipengaruhi kenaikan harga gabah. Untuk tahun ini, Dradjad memperkirakan harga-harga akan menurun sampai September dan Oktober. Namun, di akhir tahun, harga-harga akan naik karena mendekati bulan puasa, Lebaran, dan Natal. "Itu merupakan pola inflasi di Indonesia, yakni setiap akhir tahun mengalami kenaikan," kata Dradjad. Nah, bila inflasi dapat ditekan dan rupiah stabil di bawah Rp 9.800 per dolar, mestinya tidak ada alasan bagi Bank Indonesia untuk tidak menurunkan suku bunga yang membuat sektor riil menjerit.

    "Nikmati tulisan lengkap artikel ini pada versi cetak dan versi digital majalah Tempo" Silahkan hubungi customer service kami untuk berlangganan edisi cetak di 021-5360409 ext 9. Silahkan hubungi Pusat Data Analisa Tempo untuk mendapatkan versi arsip dalam bentuk PDF, di 021-7255624 ext 486

    Download versi digitalnya :
    1. iPad : melalui aplikasi Tempo Media Apps. Klik disini
    2. Samsung Galaxy Tab melalui aplikasi Samsung E Reader. Klik disini
    3. Huawei Ideos S7 melalui aplikasi XL-Baca. Klik disini

    Terima Kasih.

cover

Buku

Kisah dari Para Amtenar

Catatan Pinggir

Baucau

Televisi

Melongok Dapur Politik di Gedung Putih

TEMPO|interaktif

Bisnis

Prospek Saham Teknologi Bebani Bursa Nasdaq

Artika Jual Baju Hingga ke Australia Via Facebook

Internasional

Rusia Pikir Amerika Sabotase Sukhoi

Nasional

Apa yang Terjadi Jika Ruang Sidang Tipikor Sepi Kasus ?

Teknologi

Badak Ternyata Bisa Juga Cemburu

Nasional

Serangan Anas-Ibas Bukti Demokrat Rentan Konflik

Metro

Mulai Senin, Ada Pengalihan Lalu Lintas di Kuningan

Bisnis

Elpiji Bersubsidi Langka Diduga karena Dioplos

Nasional

Aroma Konspirasi di Balik Pengusiran Anas-Ibas ?

Nasional

Wamen Denny Siap Ladeni Gugatan atas Grasi Corby

Nasional

Denny Akui Grasi Corby Ada 'Dimensi' Diplomasi  

iklan generik

Top
  • Majalah Tempo
  • English Edition
  • Koran Tempo
  • PDAT
  • Photostock
  • U-Mag
  • Ruang Baca
  • Blog
  • Jurnalisme Publik
  • iTempo
  • Video
  • Audio
  • Infografis
  • Nasional
  • Metro
  • Bisnis
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Seni & Hiburan
  • Internasional
  • Selebritas
  • Kolom
  • English
  • Japanese
  • Help
  • About us
  • Contact
Copyright 2011 TEMPOinteraktif