• Home
  • 17 September 2001
  • English
  • rss
  • CARI BERITA
Home
Online
  • TEMPOinteraktif
  • English Edition
  • Koran Tempo
  • PDAT
  • Photostock
  • U-Mag
  • Ruang Baca
  • Blog
  • Jurnalisme Publik
  • iTempo
  • Video
  • Audio
  • Infografis
  • Halaman Utama
  • Ekonomi
    • Ekonomi dan Bisnis
    • Media
  • Gaya Hidup
    • Olahraga
    • Kesehatan
    • Film
  • Hukum
    • Hukum
    • Kriminalitas
  • Internasional
    • Luar Negeri
  • Laporan Utama
    • Laporan Utama
  • Nasional
    • Nasional
  • Opini
    • Kolom
    • Opini
  • Prelude
    • Ralat
    • Album
    • Surat
    • Inovasi
    • Kartun
  • Sains
    • Lingkungan
    • Ilmu dan Teknologi
    • Buku
  • Selingan
    • Indonesiana
    • Selingan
  • Seni
    • Teater
    • Seni
  • Tokoh
    • Pokok dan Tokoh
    • Wawancara
  • Arsip
  • 17 September 2001

    Cukai untuk yang Besar

    Era persaingan bebas di industri rokok akan dimulai. Pemerintah tak lama lagi akan mengubah sistem cukai rokok dari advolerum menjadi semispesifik. Dalam sistem yang lama, pemerintah menentukan tarif cukai sekaligus harga jual eceran rokok. Sedangkan dalam sistem yang baru, harga akan ditentukan oleh pabrik rokok. Perubahan ini dilakukan seiring dengan peningkatan target perolehan cukai pada tahun anggaran 2002 menjadi Rp 22,35 triliun, dari Rp 17,6 triliun tahun ini. "Sistem baru ini akan mencegah terjadinya perpindahan konsumen rokok ke produk yang lebih murah," kata Direktur Jenderal Bea dan Cukai, Permana Agung Drajatun, kepada pers di Jakarta, Rabu pekan lalu. Menurut Permana, dalam sistem yang lama, setiap kali pemerintah menaikkan target perolehan cukai, saat itu harga jual eceran juga naik. Dalam 18 bulan terakhir, misalnya, pemerintah sudah empat kali menaikkan harga jual eceran rokok. Akibatnya, banyak perokok yang berpindah ke produk yang lebih murah. Di satu sisi, aturan baru yang diharapkan bisa selesai sebelum Desember 2001 ini memang membuat pasar rokok menjadi lebih terbuka. Tapi, di sisi lain, peraturan ini akan menguntungkan perusahaan rokok besar. Paling tidak, pabrikan besar tidak perlu ketar-ketir bakal kehilangan konsumen, karena mereka bisa menyesuaikan harga rokoknya dengan permintaan pasar

    "Nikmati tulisan lengkap artikel ini pada versi cetak dan versi digital majalah Tempo" Silahkan hubungi customer service kami untuk berlangganan edisi cetak di 021-5360409 ext 9. Silahkan hubungi Pusat Data Analisa Tempo untuk mendapatkan versi arsip dalam bentuk PDF, di 021-7255624 ext 486

    Download versi digitalnya :
    1. iPad : melalui aplikasi Tempo Media Apps. Klik disini
    2. Samsung Galaxy Tab melalui aplikasi Samsung E Reader. Klik disini
    3. Huawei Ideos S7 melalui aplikasi XL-Baca. Klik disini

    Terima Kasih.

cover

Album

Meninggal

Buku

Pada Mulanya Persepsi Diri

Indonesiana

Perkawinan yang Gagal

Pelarian yang Sukses

Ralat

Ralat

TEMPO|interaktif

Bisnis

Prospek Saham Teknologi Bebani Bursa Nasdaq

Artika Jual Baju Hingga ke Australia Via Facebook

Internasional

Rusia Pikir Amerika Sabotase Sukhoi

Nasional

Apa yang Terjadi Jika Ruang Sidang Tipikor Sepi Kasus ?

Teknologi

Badak Ternyata Bisa Juga Cemburu

Nasional

Serangan Anas-Ibas Bukti Demokrat Rentan Konflik

Metro

Mulai Senin, Ada Pengalihan Lalu Lintas di Kuningan

Bisnis

Elpiji Bersubsidi Langka Diduga karena Dioplos

Nasional

Aroma Konspirasi di Balik Pengusiran Anas-Ibas ?

Nasional

Wamen Denny Siap Ladeni Gugatan atas Grasi Corby

Nasional

Denny Akui Grasi Corby Ada 'Dimensi' Diplomasi  

iklan generik

Top
  • Majalah Tempo
  • English Edition
  • Koran Tempo
  • PDAT
  • Photostock
  • U-Mag
  • Ruang Baca
  • Blog
  • Jurnalisme Publik
  • iTempo
  • Video
  • Audio
  • Infografis
  • Nasional
  • Metro
  • Bisnis
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Seni & Hiburan
  • Internasional
  • Selebritas
  • Kolom
  • English
  • Japanese
  • Help
  • About us
  • Contact
Copyright 2011 TEMPOinteraktif