• Home
  • 08 Oktober 2001
  • English
  • rss
  • CARI BERITA
Home
Online
  • TEMPOinteraktif
  • English Edition
  • Koran Tempo
  • PDAT
  • Photostock
  • U-Mag
  • Ruang Baca
  • Blog
  • Jurnalisme Publik
  • iTempo
  • Video
  • Audio
  • Infografis
  • Halaman Utama
  • Ekonomi
    • Ekonomi dan Bisnis
    • Media
  • Gaya Hidup
    • Olahraga
    • Kesehatan
    • Film
    • Hiburan
  • Hukum
    • Hukum
  • Internasional
    • Luar Negeri
  • Laporan Khusus
    • Laporan Khusus
  • Laporan Utama
    • Laporan Utama
  • Nasional
    • Nasional
  • Opini
    • Kolom
    • Catatan Pinggir
    • Opini
  • Prelude
    • Ralat
    • Surat
    • Inovasi
    • Kartun
  • Sains
    • Lingkungan
    • Pendidikan
    • Ilmu dan Teknologi
    • Buku
  • Seni
    • Tari
  • Tokoh
    • Pokok dan Tokoh
    • Wawancara
  • Arsip
  • 08 Oktober 2001

    Kebrutalan di Cipinang

    SEKALI lagi terbukti, lembaga pemasyarakatan (LP) bukan lagi tempat untuk menyembuhkan tabiat para penjahat. Di lembaga itu naluri kriminal dan kebrutalan mereka malah berkembang. Nyatanya, di LP Cipinang, Jakarta, Selasa pekan lalu, terjadi bentrok antarkelompok narapidana, yang mengakibatkan tiga nyawa melayang. Menurut Direktur Jenderal Pemasyarakatan, Adi Sujatno, ada tiga kelompok besar di LP Cipinang, yakni kelompok Arek, Ambon, dan Batak. Kelompok Arek merupakan gabungan etnis Jawa, khususnya Jawa Timur dan Madura. Anggotanya ada di hampir semua blok. Kelompok Ambon menguasai Blok II-D, II-A, dan IV-A. Sedangkan kelompok Batak menguasai Blok III-G (dapur), I-D, sebagian I-B, dan I-C. Pertarungan sering terjadi antara kelompok Arek dan gabungan kelompok Ambon-Batak. Kerusuhan yang berawal dari Blok E melawan Blok F siang itu dengan cepat berkembang ke semua blok. Ini bukan bentrok pertama di LP tersebut. Tawuran antarnapi pernah terjadi akhir Maret dan pertengahan September lalu. Akar persoalannya juga hampir sama, yakni perebutan lahan bisnis. Kelompok-kelompok yang dominan itu berusaha menguasai perdagangan legal barang kebutuhan sehari-hari di penjara. Mereka juga berebut mengusasi usaha peternakan ayam potong yang didanai Ricardo Gelael, terpidana kasus tukar guling Bulog-Goro. Selain itu, ada bisnis lain yang tak kalah menggiurkan: pengamanan tahanan berduit. Wicaksono, Leanika Tanjung, Johan Budi S.P.

    "Nikmati tulisan lengkap artikel ini pada versi cetak dan versi digital majalah Tempo" Silahkan hubungi customer service kami untuk berlangganan edisi cetak di 021-5360409 ext 9. Silahkan hubungi Pusat Data Analisa Tempo untuk mendapatkan versi arsip dalam bentuk PDF, di 021-7255624 ext 486

    Download versi digitalnya :
    1. iPad : melalui aplikasi Tempo Media Apps. Klik disini
    2. Samsung Galaxy Tab melalui aplikasi Samsung E Reader. Klik disini
    3. Huawei Ideos S7 melalui aplikasi XL-Baca. Klik disini

    Terima Kasih.

cover

Buku

Remuk-Retak Kreativitas Industri Televisi

Catatan Pinggir

Mati

Ralat

Ralat

Tari

Tarian Kursi dan Bayangan

TEMPO|interaktif

Nasional

TrioMacan2000 Akhirnya Mau Buka Identitas?

Olahraga

Juventus Perpanjang Kontrak Conte

Bisnis

Prospek Saham Teknologi Bebani Bursa Nasdaq

Artika Jual Baju Hingga ke Australia Via Facebook

Internasional

Rusia Pikir Amerika Sabotase Sukhoi

Nasional

Apa yang Terjadi Jika Ruang Sidang Tipikor Sepi Kasus ?

Teknologi

Badak Ternyata Bisa Juga Cemburu

Nasional

Serangan Anas-Ibas Bukti Demokrat Rentan Konflik

Metro

Mulai Senin, Ada Pengalihan Lalu Lintas di Kuningan

Bisnis

Elpiji Bersubsidi Langka Diduga karena Dioplos

Nasional

Aroma Konspirasi di Balik Pengusiran Anas-Ibas ?

iklan generik

Top
  • Majalah Tempo
  • English Edition
  • Koran Tempo
  • PDAT
  • Photostock
  • U-Mag
  • Ruang Baca
  • Blog
  • Jurnalisme Publik
  • iTempo
  • Video
  • Audio
  • Infografis
  • Nasional
  • Metro
  • Bisnis
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Seni & Hiburan
  • Internasional
  • Selebritas
  • Kolom
  • English
  • Japanese
  • Help
  • About us
  • Contact
Copyright 2011 TEMPOinteraktif