• Home
  • 10 Desember 2001
  • English
  • rss
  • CARI BERITA
Home
Online
  • TEMPOinteraktif
  • English Edition
  • Koran Tempo
  • PDAT
  • Photostock
  • U-Mag
  • Ruang Baca
  • Blog
  • Jurnalisme Publik
  • iTempo
  • Video
  • Audio
  • Infografis
  • Halaman Utama
  • Ekonomi
    • Ekonomi dan Bisnis
  • Gaya Hidup
    • Olahraga
    • Kesehatan
    • Film
    • Hiburan
  • Hukum
    • Hukum
  • Internasional
    • Luar Negeri
  • Laporan Utama
    • Laporan Utama
  • Nasional
    • Nasional
  • Opini
    • Kolom
    • Catatan Pinggir
    • Opini
  • Prelude
    • Surat
    • Inovasi
    • Kartun
  • Sains
    • Lingkungan
    • Pendidikan
    • Ilmu dan Teknologi
    • Buku
    • Agama
  • Seni
    • Seni Rupa
  • Tokoh
    • Pokok dan Tokoh
    • Wawancara
  • Arsip
  • 10 Desember 2001

    Syak Wasangka untuk Azzaitun

    BADAI protes mengguncang Pesantren Azzaitun di Indramayu. Ceritanya, sekitar enam keluarga wali santri pesantren termegah se-Asia Tenggara tersebut menyambangi Kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Jawa Barat pada 22 November. Mereka mengadu kepada para wakil rakyat di Komisi E karena anak-anak mereka yang nyantri di Azzaitun berperilaku tak lazim dan bukan "anak manis" lagi seperti dulu. Perilaku tak lazim itu antara lain, mereka tak lagi salat lima waktu. Padahal salat, menurut ajaran Islam yang lazim, wajib dikerjakan. Alasan anak-anak itu kepada orang tua masing-masing adalah karena kewajiban salat mereka sudah ditanggung oleh sang imam. Namun, yang mengejutkan bukan hanya itu. Kata para wali murid, anak-anak itu meminta secara paksa kepada orang tua mereka uang Rp 1 juta lebih. Katanya, uang itu untuk membayar biaya hijrah dan fitrah, suatu ajaran yang juga tak lazim dalam ajaran Islam umumnya. Para orang tua yang mengaku ikut menyelidiki penyebab perilaku tak lazim anak-anak mereka itu mencurigai bahwa Azzaitun menjadi markas penyebaran ajaran sesat Negara Islam Indonesia Komandemen Wilayah (NII KW) 9, suatu kelompok yang ingin mendirikan negara Islam. Karena itu, para orang tua yang kemudian membentuk Forum Musyawarah Korban NII KW9 itu meminta agar para wakil rakyat menolong mereka. "Mereka menjalani tindakan yang menyimpang," kata Krisman, ketua forum. Azzaitun memang pesantren yang menyimpan misteri. Pondok di Desa Mekarjaya di Kecamatan Haurgeulis, Indramayu, Jawa Barat, itu memang mempesona. Kompleks pesantrennya bergedung megah, mirip kawasan apartemen elite di Jakarta semisal Citraland. Segala keperluan untuk pendidikan, ruang kelas, laboratorium, asrama, rumah sakit, dan sarana olahraga tersedia. Sekitar 3.000 orang yang terdiri dari guru, pegawai, dan staff Azzaitun mengelola kesemuanya. "Ini baru 2,5 persen dari rencana," kata A.S. Panji Gumilang alias Abu Toto entang rencana pengembangan pesantrennya. Keseluruhan rencana diperkirakan akan rampung lima tahun ke depan dan memerlukan dana sebesar Rp 4 triliun lebih. Dahsyat. Sistem pendidikannya pun, selain memadukan kurikulum agama dan umum, dilengkapi laboratorium canggih. "Kami menerapkan kurikulum yang komprehensif, modern, dan selalu sensitif terhadap perkembangan zaman," kata Gumilang kepada Bobby Gunawan dari TEMPO. Namun, sejak berdiri pada 1993, Azzaitun telah menunjukkan tanda-tanda tak lazim. Pesantren harusnya akrab dan ramah kepada lingkungan sosialnya. Namun, menurut laporan beberapa penduduk sekitar Azzaitun kepada TEMPO suatu waktu, proses pembebasan tanah untuk kompleks pesantren seluas 1.200 hektare ini dilakukan dengan paksa. Lahan itu dibeli hanya dengan harga 300 perak hingga 700 perak per meter persegi. Pesantren yang dipimpin A.S. Panji Gumilang, tokoh Islam garis keras, itu pernah diselidiki Lembaga Pengkajian dan Penelitian Islam di Jakarta. Hasilnya tertuang dalam buku berjudul Membongkar Gerakan Sesat NII di Balik Pesantren Mewah Azzaitun. Selain itu, Umar Abduh, bekas anggota jemaah Imron yang terkenal dengan kasus Woyla, juga menerbitkan buku berjudul Pesantren Azzaitun Sesat?. Buku setebal 326 halaman itu memuat hasil investigasi Umar Abduh terhadap Pesantren Azzaitun. Investigasi diarahkan untuk melacak ajaran yang menyimpang dari Islam dan sikap antisosial pesantren, serta keterkaitan antara pesantren dan gerakan sebuah faksi dalam NII. Berlangsung selama setahun, investigasi itu dilakukan secara intensif dengan memburu sumber-sumber dari bekas anggota NII di berbagai provinsi di Indonesia, para korban yang dirugikan pesantren, warga empat desa di sekitar pesantren, selain wawancara dengan pimpinan pesantren, yaitu A.S. Panji Gumilang. Hasil investigasi itu mengungkapkan antara lain bahwa Panji Gumilang, yang bernama asli Abdul Salam bin Rasyidi, adalah pemimpin salah satu faksi dalam NII, juga bahwa Azzaitun mengajarkan ajaran yang menyimpang dari Islam dan bersikap antisosial terhadap masyarakat sekitarnya. Lalu, dalam penggalangan dana sebesar Rp 4 triliun, pesantren diduga memperoleh sebagian dananya dari bekas tokoh-tokoh Orde Baru yang berkonspirasi untuk mendirikan negara Islam. Juga ada upaya pemerasan terhadap sebagian umat Islam melalui berbagai cara yang dibungkus agama. Wartawan TEMPO berusaha mengonfirmasikan tudingan miring itu. Namun, pihak pesantren cenderung mengelak. Panji Gumilang hanya berkomentar pendek. "Tanya saja pada penulisnya," katanya, seraya menghindari pertanyaan soal kedekatan pondok tersebut dengan ide NII. Tampaknya syak wasangka itu perlu diklarifikasi. K.M.N., Rinny Srihartini (Bandung)

    "Nikmati tulisan lengkap artikel ini pada versi cetak dan versi digital majalah Tempo" Silahkan hubungi customer service kami untuk berlangganan edisi cetak di 021-5360409 ext 9. Silahkan hubungi Pusat Data Analisa Tempo untuk mendapatkan versi arsip dalam bentuk PDF, di 021-7255624 ext 486

    Download versi digitalnya :
    1. iPad : melalui aplikasi Tempo Media Apps. Klik disini
    2. Samsung Galaxy Tab melalui aplikasi Samsung E Reader. Klik disini
    3. Huawei Ideos S7 melalui aplikasi XL-Baca. Klik disini

    Terima Kasih.

cover

Agama

Syak Wasangka untuk Azzaitun

Buku

Sufi Kota, Sufi dengan Dasi

Catatan Pinggir

Rifangi

Seni Rupa

Potret Diri Sang Pelukis Rakyat

TEMPO|interaktif

Bisnis

Panin Sekuritas: Indeks Bergerak Datar Antara 3.940 – 4.000

Ada Akun @TrioMacan2000, Ini Komentar Trio Macan  

Olahraga

Dukungan Interisti Indonesia Bikin Kagum Cordoba

Nasional

OPM Ingin Hidup Damai dengan Polisi

Nasional

TrioMacan2000 Akhirnya Mau Buka Identitas?

Olahraga

Juventus Perpanjang Kontrak Conte

Bisnis

Prospek Saham Teknologi Bebani Bursa Nasdaq

Artika Jual Baju Hingga ke Australia Via Facebook

Internasional

Rusia Pikir Amerika Sabotase Sukhoi

Nasional

Apa yang Terjadi Jika Ruang Sidang Tipikor Sepi Kasus ?

Teknologi

Badak Ternyata Bisa Juga Cemburu

iklan generik

Top
  • Majalah Tempo
  • English Edition
  • Koran Tempo
  • PDAT
  • Photostock
  • U-Mag
  • Ruang Baca
  • Blog
  • Jurnalisme Publik
  • iTempo
  • Video
  • Audio
  • Infografis
  • Nasional
  • Metro
  • Bisnis
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Seni & Hiburan
  • Internasional
  • Selebritas
  • Kolom
  • English
  • Japanese
  • Help
  • About us
  • Contact
Copyright 2011 TEMPOinteraktif