• Home
  • 10 Desember 2001
  • English
  • rss
  • CARI BERITA
Home
Online
  • TEMPOinteraktif
  • English Edition
  • Koran Tempo
  • PDAT
  • Photostock
  • U-Mag
  • Ruang Baca
  • Blog
  • Jurnalisme Publik
  • iTempo
  • Video
  • Audio
  • Infografis
  • Halaman Utama
  • Ekonomi
    • Ekonomi dan Bisnis
  • Gaya Hidup
    • Olahraga
    • Kesehatan
    • Film
    • Hiburan
  • Hukum
    • Hukum
  • Internasional
    • Luar Negeri
  • Laporan Utama
    • Laporan Utama
  • Nasional
    • Nasional
  • Opini
    • Kolom
    • Catatan Pinggir
    • Opini
  • Prelude
    • Surat
    • Inovasi
    • Kartun
  • Sains
    • Lingkungan
    • Pendidikan
    • Ilmu dan Teknologi
    • Buku
    • Agama
  • Seni
    • Seni Rupa
  • Tokoh
    • Pokok dan Tokoh
    • Wawancara
  • Arsip
  • 10 Desember 2001

    Setahun Sekali Mengalap Berkah

    Tekanlah tombol televisi Anda pada hari-hari ini, pada jam buka puasa dan sahur. Wajah pelawak Ibu Kota akan bermunculan di sejumlah saluran. Mereka memandu berbagai paket acara khusus untuk menyambut bulan puasa: dari semata-mata komedi, kuis, hingga acara yang bernuansa keagamaan. Di TPI, misalnya, jelang buka puasa ada tayangan komedi Asep Show, yang menampilkan dalang wayang golek Asep Sunarya dengan para pelawak. Saat sahur, RCTI punya Ronda-Ronda, yang digawangi dua bersaudara Topan-Leysus, SCTV punya Sahur Kita, yang dikawal Eko Patrio dan Ulfa. Acara serupa bisa mudah pula ditemukan pada saluran lain. Tak salah lagi: bulan puasa menjadi "bulan penuh tawa" di televisi. Yang pertama kali tersenyum dengan fenomena ini tentulah para pelawak yang laris. Duet Eko dan Ulfa disebut-sebut yang paling melejit honornya. Untuk Sahur Kita, kabarnya, dua orang ini masing-masing menerima honor Rp 3 juta hingga Rp 4 juta per episode. Bila ada 30 episode, honor dalam kisaran Rp 100 juta bisa dipastikan masuk kantong mereka. Barisan pelawak lama juga ikut kecipratan. Pelawak senior Haji Juhri alias Jojon termasuk yang sering nongol di layar kaca akhir-akhir ini. Ia ikut tiap episode Asep Show, yang syutingnya memakai sistem kejar tayang. Kesibukan Jojon yang kini berkarir solo ini bukan cuma itu. Selain naik panggung, ia juga sedang menyelesaikan, antara lain, tiga sinetron komedi. "Mungkin saya masih dianggap lucu sama orang," kata pelawak yang punya ciri khas kumis palsu ala Hitler ini. Jojon mengaku jadi jarang di rumah gara-gara bertimbunnya order. Karena sudah teken kontrak, kadang dalam kondisi kurang fit ia harus tetap berada di lokasi. Pelawak yang dulu besar lewat Grup Jayakarta ini mengaku bulan puasa kali ini mengalirkan berkah baginya-dalam bentuk tawaran melawak di televisi. Padahal, Jojon meng-golongkan dirinya sebagai pelawak yang sudah "sebegini" alias lewat masa jaya. Dengan lain kata, bisa dapat order saja sudah amat bagus. Berapa honor yang dia kantongi? "Alhamdulillah, pokoknya bisa buat berhari raya," kata Jojon. Dua bersaudara Topan-Leysus juga tak kalah dalam urusan mengalap berkah dari layar televisi. Sekalipun cuma mengisi acara Ronda-Ronda, kontrak mereka sebulan penuh. Honor mereka pun naik cukup lumayan daripada tahun lalu, saat mereka mengasuh acara yang sama. Berapa? Leysus rikuh menyebut angka. Namun ada sedikit ancar-ancar. Teguh Juwarno, Manajer Humas RCTI, menyebut ongkos produksi Ronda per episode sekitar Rp 20 juta. Empat puluh persennya alias Rp 8 juta untuk honor artis. Bila dalam sebulan mereka bisa siaran sekitar 20 kali-karena diselingi siaran sepak bola-dua bersaudara ini bisa beroleh Rp 160 juta. Tak ingin menyabet tawaran show lain? "Siapa sih yang tidak butuh duit? Tapi kita kan juga ingin menjalankan ibadah puasa dengan tenang," kata Leysus, yang juga seorang mubalig, kepada Tempo News Room. Apa sebetulnya yang membuat stasiun televisi ramai-ramai membuat acara berlumur komedi di bulan puasa ini? Teguh menyebut pelawak punya nilai jual tinggi. Budi Darmawan, Manajer Humas SCTV, menuturkan niat awalnya sederhana, yaitu membuat program segar yang bisa mengurangi kantuk penonton saat sahur. Kebetulan format Sahur Kita di SCTV disukai pemirsa. Indikasinya, rating-nya mencapai 8 dan slot iklannya penuh. Dibandingkan dengan beberapa sinetron bernuansa keagamaan yang diputar jelang buka puasa, Sahur Kita lebih banyak menarik pemirsa. Namun, acara ini masih kalah populer ketimbang Asep Show, yang rating-nya mencapai 12. Veven Sp. Wardhana, pengamat program televisi, menilai pemakaian komedian memang strategi bagus. Acara bernapaskan keagamaan bisa cair dan tak lagi angker. Namun ia melihat dalam banyak acara justru unsur membanyolnya jauh lebih menonjol. Akibatnya, atmosfer kesakralannya menguap. Selain itu, tak ada perbedaan signifikan antara acara stasiun yang satu dan yang lain. Ia juga tak yakin, rating acara ini bagus karena faktor pemandu acara. "Mungkin iming-iming hadiah kuis yang membuat pemirsa tertarik," kata Veven. Para pengisi acara boleh jadi tak terlalu hirau dengan kecemasan Veven. Maklum, berkah semacam ini cuma datang setahun sekali. Yusi A. Pareanom, Endah W.S., Dwi Arjanto, Darmawan Sepriyossa

    "Nikmati tulisan lengkap artikel ini pada versi cetak dan versi digital majalah Tempo" Silahkan hubungi customer service kami untuk berlangganan edisi cetak di 021-5360409 ext 9. Silahkan hubungi Pusat Data Analisa Tempo untuk mendapatkan versi arsip dalam bentuk PDF, di 021-7255624 ext 486

    Download versi digitalnya :
    1. iPad : melalui aplikasi Tempo Media Apps. Klik disini
    2. Samsung Galaxy Tab melalui aplikasi Samsung E Reader. Klik disini
    3. Huawei Ideos S7 melalui aplikasi XL-Baca. Klik disini

    Terima Kasih.

cover

Agama

Syak Wasangka untuk Azzaitun

Buku

Sufi Kota, Sufi dengan Dasi

Catatan Pinggir

Rifangi

Seni Rupa

Potret Diri Sang Pelukis Rakyat

TEMPO|interaktif

Bisnis

Panin Sekuritas: Indeks Bergerak Datar Antara 3.940 – 4.000

Ada Akun @TrioMacan2000, Ini Komentar Trio Macan  

Olahraga

Dukungan Interisti Indonesia Bikin Kagum Cordoba

Nasional

OPM Ingin Hidup Damai dengan Polisi

Nasional

TrioMacan2000 Akhirnya Mau Buka Identitas?

Olahraga

Juventus Perpanjang Kontrak Conte

Bisnis

Prospek Saham Teknologi Bebani Bursa Nasdaq

Artika Jual Baju Hingga ke Australia Via Facebook

Internasional

Rusia Pikir Amerika Sabotase Sukhoi

Nasional

Apa yang Terjadi Jika Ruang Sidang Tipikor Sepi Kasus ?

Teknologi

Badak Ternyata Bisa Juga Cemburu

iklan generik

Top
  • Majalah Tempo
  • English Edition
  • Koran Tempo
  • PDAT
  • Photostock
  • U-Mag
  • Ruang Baca
  • Blog
  • Jurnalisme Publik
  • iTempo
  • Video
  • Audio
  • Infografis
  • Nasional
  • Metro
  • Bisnis
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Seni & Hiburan
  • Internasional
  • Selebritas
  • Kolom
  • English
  • Japanese
  • Help
  • About us
  • Contact
Copyright 2011 TEMPOinteraktif