• Home
  • 10 Desember 2001
  • English
  • rss
  • CARI BERITA
Home
Online
  • TEMPOinteraktif
  • English Edition
  • Koran Tempo
  • PDAT
  • Photostock
  • U-Mag
  • Ruang Baca
  • Blog
  • Jurnalisme Publik
  • iTempo
  • Video
  • Audio
  • Infografis
  • Halaman Utama
  • Ekonomi
    • Ekonomi dan Bisnis
  • Gaya Hidup
    • Olahraga
    • Kesehatan
    • Film
    • Hiburan
  • Hukum
    • Hukum
  • Internasional
    • Luar Negeri
  • Laporan Utama
    • Laporan Utama
  • Nasional
    • Nasional
  • Opini
    • Kolom
    • Catatan Pinggir
    • Opini
  • Prelude
    • Surat
    • Inovasi
    • Kartun
  • Sains
    • Lingkungan
    • Pendidikan
    • Ilmu dan Teknologi
    • Buku
    • Agama
  • Seni
    • Seni Rupa
  • Tokoh
    • Pokok dan Tokoh
    • Wawancara
  • Arsip
  • 10 Desember 2001

    Antara Blokir dan Etiket

    ANDA tentu mafhum. Di beberapa tempat, Anda dilarang menghidupkan telepon seluler alias ponsel. Di rumah sakit, terlebih di sekitar ruang bedah, tentu dering ponsel bisa mengganggu suatu operasi medis. Di gedung bioskop atau teater juga demikian. Suara telepon sekecil apa pun bisa mengundang cibiran penonton lain. Bahkan, di Swedia, operator telepon Telia Mobitel gencar mengampanyekan etiket berponsel lewat berbagai papan iklan. British Telecommunications di Inggris juga menyebarkan brosur petunjuk etiket berponsel. Sementara itu, perusahaan terbesar ponsel, Nokia, memasang papan "zona tanpa ponsel" di beberapa kota, antara lain San Diego, Amerika Serikat. Namun, larangan tertulis ataupun papan iklan rupanya tak cukup meredam orang agar tak mengaktifkan ponsel di tempat tertentu. Itu sebabnya, Rabu dua pekan lalu, Champion Technology Holdings di Hong Kong memproduksi peranti baru bernama Mute Tone. Peranti untuk memblokir sinyal ponsel dengan teknologi jamming (pengacak) ini bisa membungkam ponsel bandel di area khusus seperti rumah sakit, tempat ibadah, dan gedung teater. Mute Tone bisa efektif memandulkan ponsel. "Ini jurus menegakkan etiket penggunaan ponsel setelah pendekatan persuasif gagal," kata Paul Kan, Direktur Champion Technology. Produsen elektronik terkemuka di Hong Kong yang membenamkan investasi US$ 30 juta itu optimistis bisa memasarkan alat tersebut ke 50 negara. Peranti ini dijual seharga US$ 1.600 per unit. Alat ini hasil modifikasi dari peralatan militer sinyal peluncur rudal. Ada tambahan berupa sirkuit elektronik ber-chip pintar yang mengubah sensor penuntun sinyal menjadi pemancar sinyal. Sirkuit pemancar itu mengeluarkan sinyal pada frekuensi 800 MHz atau 900 MHz. Sinyal itu bisa memblokir atau men-dubling bila ada sinyal ponsel yang lewat di daerah beradius maksimal 300 meter persegi. Sebenarnya ada dua cara pemblokiran dengan Mute Tone. Pertama, ia mengeluarkan sinyal kuat. Kedua, gedung tertentu, misalnya markas militer, di-ground atau diselubungi pelindung sinyal. Kalau orang masuk ke gedung itu dengan membawa handphone, otomatis sinyalnya hilang. Mute Tone punya beberapa macam jangkauan. Untuk yang mencakup area kecil, antara 100 dan 300 meter persegi, alatnya dijual bebas di pasar. Namun, untuk yang berjangkauan luas sampai satu kilometer persegi, hanya pemerintah yang berhak menggunakannya. Perusahaan atau perorangan dilarang membeli peranti blokir jenis ini. Hal itu sesuai dengan aturan dari konsorsium telekomunikasi dunia, International Telecommunication Union (ITU). Persoalannya, ternyata tak gampang memanfaatkan aksi Mute Tone. Buktinya, sampai pekan lalu, sebagaimana dirilis situs CNN, Champion terus berunding dengan pemerintah Hong Kong untuk memperoleh legalitas Mute Tone. Sebelumnya, sebuah produsen alat blokir serupa ditolak oleh regulator telekomunikasi Hong Kong. Rupanya, sinyal yang dipancarkannya dinilai terlalu kuat sehingga mengganggu ponsel dan peralatan lain yang berada di luar area--yang mestinya tidak diblokir. Namun, Paul Kan masih merasa optimistis dengan legalitas Mute Tone. "Sejauh alat tersebut hanya dipakai di area tertentu dan sinyal jamming tak menjalar liar ke luar area, mestinya hukum tak perlu menolak penggunaannya," katanya. Mungkin argumentasi Kan cukup kuat. Alat blokir sinyal ponsel seperti Mute Tone bisa saja dioperasikan di tempat yang dibebaskan dari gangguan frekuensi, misalnya ruang operasi rumah sakit, instalasi pembangkit tenaga nuklir, dan kawasan khusus seperti departemen pertahanan. Menurut pakar telematika R.M. Roy Suryo, di tempat semacam itu sinyal ponsel bisa mengganggu peralatan yang sedang dioperasikan. "Di lokasi seperti itu boleh dilakukan jamming ponsel. Tapi, kalau di bioskop, sebenarnya yang berlaku adalah etiket. Karena itu, pengelola bioskop tak boleh memasang alat jammer," kata Roy. Roy juga menambahkan, seharusnya penerapan jamming berdasarkan aturan ITU. Dengan demikian, "Pengguna ponsel bisa memprotes kalau ada suatu tempat yang sebetulnya tak berbahaya tapi dipasangi alat blokir ponsel. Tentu kita terganggu," ujarnya. Toh, Champion tak sabar menanti. Perusahaan itu dikabarkan telah menyanggupi pemesanan 150 ribu unit penjualan Mute Tone ke sebuah negara yang tak disebutkan namanya. Alat itu akan digunakan untuk memblokir ponsel badung di tempat ibadah di negara Timur Tengah. Dwi Arjanto

    "Nikmati tulisan lengkap artikel ini pada versi cetak dan versi digital majalah Tempo" Silahkan hubungi customer service kami untuk berlangganan edisi cetak di 021-5360409 ext 9. Silahkan hubungi Pusat Data Analisa Tempo untuk mendapatkan versi arsip dalam bentuk PDF, di 021-7255624 ext 486

    Download versi digitalnya :
    1. iPad : melalui aplikasi Tempo Media Apps. Klik disini
    2. Samsung Galaxy Tab melalui aplikasi Samsung E Reader. Klik disini
    3. Huawei Ideos S7 melalui aplikasi XL-Baca. Klik disini

    Terima Kasih.

cover

Agama

Syak Wasangka untuk Azzaitun

Buku

Sufi Kota, Sufi dengan Dasi

Catatan Pinggir

Rifangi

Seni Rupa

Potret Diri Sang Pelukis Rakyat

TEMPO|interaktif

Bisnis

Panin Sekuritas: Indeks Bergerak Datar Antara 3.940 – 4.000

Ada Akun @TrioMacan2000, Ini Komentar Trio Macan  

Olahraga

Dukungan Interisti Indonesia Bikin Kagum Cordoba

Nasional

OPM Ingin Hidup Damai dengan Polisi

Nasional

TrioMacan2000 Akhirnya Mau Buka Identitas?

Olahraga

Juventus Perpanjang Kontrak Conte

Bisnis

Prospek Saham Teknologi Bebani Bursa Nasdaq

Artika Jual Baju Hingga ke Australia Via Facebook

Internasional

Rusia Pikir Amerika Sabotase Sukhoi

Nasional

Apa yang Terjadi Jika Ruang Sidang Tipikor Sepi Kasus ?

Teknologi

Badak Ternyata Bisa Juga Cemburu

iklan generik

Top
  • Majalah Tempo
  • English Edition
  • Koran Tempo
  • PDAT
  • Photostock
  • U-Mag
  • Ruang Baca
  • Blog
  • Jurnalisme Publik
  • iTempo
  • Video
  • Audio
  • Infografis
  • Nasional
  • Metro
  • Bisnis
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Seni & Hiburan
  • Internasional
  • Selebritas
  • Kolom
  • English
  • Japanese
  • Help
  • About us
  • Contact
Copyright 2011 TEMPOinteraktif