• Home
  • 10 Desember 2001
  • English
  • rss
  • CARI BERITA
Home
Online
  • TEMPOinteraktif
  • English Edition
  • Koran Tempo
  • PDAT
  • Photostock
  • U-Mag
  • Ruang Baca
  • Blog
  • Jurnalisme Publik
  • iTempo
  • Video
  • Audio
  • Infografis
  • Halaman Utama
  • Ekonomi
    • Ekonomi dan Bisnis
  • Gaya Hidup
    • Olahraga
    • Kesehatan
    • Film
    • Hiburan
  • Hukum
    • Hukum
  • Internasional
    • Luar Negeri
  • Laporan Utama
    • Laporan Utama
  • Nasional
    • Nasional
  • Opini
    • Kolom
    • Catatan Pinggir
    • Opini
  • Prelude
    • Surat
    • Inovasi
    • Kartun
  • Sains
    • Lingkungan
    • Pendidikan
    • Ilmu dan Teknologi
    • Buku
    • Agama
  • Seni
    • Seni Rupa
  • Tokoh
    • Pokok dan Tokoh
    • Wawancara
  • Arsip
  • 10 Desember 2001

    Menggosok Gigi Kuda Nil

    TANGAN-tangan mungil milik murid Taman Kanak-Kanak Madania, Jakarta Selatan, itu belepotan bubur kertas. Mereka mengaduk-aduk kertas bekas yang sudah bercampur lem. Jumat pekan lalu, bocah-bocah itu sedang belajar membuat kertas daur ulang, dipandu relawan dari lembaga nirlaba yang menamakan dirinya Aikon. "Kita ingin menanamkan kesadaran lingkungan sejak usia dini," kata salah seorang relawan dari Aikon siang itu. Ternyata, murid-murid yang baru lepas balita itu cukup paham, dengan pengertian menghemat kertas berarti mengurangi pohon yang ditebang. Upaya menanamkan cinta lingkungan ini memang merupakan satu dari sejumlah kegiatan Aikon sejak mereka berdiri tujuh tahun lalu. Pada awalnya lembaga ini mengkhususkan diri di bidang media massa. Namun setahun kemudian mereka mulai melirik kegiatan di luar percetakan, atau yang mereka sebut off print. Kegiatan itu antara lain seni, lingkungan, dan warisan budaya. Khusus untuk lingkungan, mereka punya sejumlah acara yang langsung menggiring masyarakat untuk terlibat. Salah satunya masih soal pemanfaatan kertas bekas, yaitu kegiatan minggu kertas. Kegiatan ini melibatkan individu, kelompok, ataupun perusahaan untuk bersaing mengumpulkan kertas bekas sebanyak-banyaknya. Tercatat sekitar 21 perusahaan, 100 perorangan, dan tujuh lembaga yang ikut berkompetisi. Minggu kertas ini sudah mereka lakukan dua kali. Pertama lima tahun lalu, dan yang terakhir akhir Oktober lalu. Dari dua kegiatan ini mereka berhasil mengumpulkan sekitar 23 ton kertas. Kertas-kertas itu mereka salurkan ke pendaur ulang agar bisa dimanfaatkan lagi. Sebagian lagi mereka jual untuk membantu penyelenggaraan Festival Internasional Seni Pertunjukan IV. Ternyata tanggapan masyarakat terus berdatangan dengan menyerahkan kertas bekas yang mereka miliki. Kertas yang menumpuk itu kemudian mereka jual. "Hasilnya akan kami pakai membuat pusat informasi soal kertas," kata Harjuni Rohayati, staf Aikon bidang kemasyarakatan. Nantinya setiap orang yang membutuhkan data tentang kertas dapat mengaksesnya lewat internet. Selain soal kertas, mereka juga melakukan kegiatan memberi makan untuk satwa di Kebun Binatang Ragunan, Jakarta. Kegiatan yang disebut "gelar kebon" ini mereka lakukan bekerja sama dengan organisasi pencinta binatang (WWF). Adapun Aikon mengundang relawan dari masyarakat untuk bergabung. Kegiatan ini mereka mulai sejak enam tahun lalu. Pada tahap awal sekitar 300 orang terlibat. Kemudian jumlah ini terus membesar hingga mencapai 600 orang dua tahun lalu. Setiap akhir pekan mereka mengumpulkan makanan dari sejumlah restoran, hotel, dan pribadi yang ada di Jakarta dan sekitarnya. Makanan yang diberikan itu bukanlah makanan bekas. Menurut Yanuar, salah seorang relawan, sayuran, roti, dan buah-buahan yang disumbangkan itu makanan baru tapi tidak lolos kontrol mutu. "Sayur yang sobek atau roti yang cuil, yang nggak mungkin dihidangkan, diserahkan kepada kita," kata Yanuar, yang menjadi relawan sejak mahasiswa. Tak tanggung-tanggung, mereka bisa mendapat sumbangan dua kuintal setiap akhir pekan. Selain memberi makan, mereka juga terlibat dalam perawatan binatang. "Aku pernah menggosok giginya kuda nil," kata Yanuar, gadis yang sudah enam tahun terlibat gelar kebon ini. Sedangkan beberapa rekannya membersihkan kandang beruang. Sayangnya, kegiatan ini tak selalu mulus berjalan. Beberapa kali gelar kebon menghentikan kegiatannya karena jumlah peserta yang makin sedikit. Namun, setelah digenjot dengan sejumlah iklan dan undangan, para relawan kembali berkumpul. Tapi setelah beberapa bulan vakum lagi. Seperti yang dituturkan Yanuar, setelah kini bekerja, dia tak lagi bisa aktif di kegiatan tersebut. "Terakhir dilakukan dua bulan lalu," katanya. Selain Aikon, sejumlah lembaga swadaya masyarakat juga mengajak peran masyarakat untuk peduli lingkungan. Birdlife International, misalnya. Lembaga yang peduli pada soal burung ini pertengahan tahun lalu mengajak masyarakat mengamati ekosistem burung di Gelora Bung Karno, Senayan. Sekitar 250 orang dari anak-anak hingga dewasa mencatat jenis burung yang mereka temui. Hasil keker-mengeker ini, Birdlife mencatat masih ada sekitar 23 jenis burung liar yang beterbangan di taman-taman sekitar arena oleh raga itu. Sayangnya, acara pengamatan burung dan gelar kebon hanya bersifat sementara. Acara semacam ini hanya hangat-hangat tai ayam. Setelah berjalan sekali dua kali atau mungkin beberapa bulan, kegiatan ini hilang. "Dalam kegiatan semacam ini, patah tumbuh selalu terjadi,'' kata Harjuni. Jadi, lebih banyak dibutuhkan penggerak semacam Harjuni. Agung Rulianto

    "Nikmati tulisan lengkap artikel ini pada versi cetak dan versi digital majalah Tempo" Silahkan hubungi customer service kami untuk berlangganan edisi cetak di 021-5360409 ext 9. Silahkan hubungi Pusat Data Analisa Tempo untuk mendapatkan versi arsip dalam bentuk PDF, di 021-7255624 ext 486

    Download versi digitalnya :
    1. iPad : melalui aplikasi Tempo Media Apps. Klik disini
    2. Samsung Galaxy Tab melalui aplikasi Samsung E Reader. Klik disini
    3. Huawei Ideos S7 melalui aplikasi XL-Baca. Klik disini

    Terima Kasih.

cover

Agama

Syak Wasangka untuk Azzaitun

Buku

Sufi Kota, Sufi dengan Dasi

Catatan Pinggir

Rifangi

Seni Rupa

Potret Diri Sang Pelukis Rakyat

TEMPO|interaktif

Bisnis

Panin Sekuritas: Indeks Bergerak Datar Antara 3.940 – 4.000

Ada Akun @TrioMacan2000, Ini Komentar Trio Macan  

Olahraga

Dukungan Interisti Indonesia Bikin Kagum Cordoba

Nasional

OPM Ingin Hidup Damai dengan Polisi

Nasional

TrioMacan2000 Akhirnya Mau Buka Identitas?

Olahraga

Juventus Perpanjang Kontrak Conte

Bisnis

Prospek Saham Teknologi Bebani Bursa Nasdaq

Artika Jual Baju Hingga ke Australia Via Facebook

Internasional

Rusia Pikir Amerika Sabotase Sukhoi

Nasional

Apa yang Terjadi Jika Ruang Sidang Tipikor Sepi Kasus ?

Teknologi

Badak Ternyata Bisa Juga Cemburu

iklan generik

Top
  • Majalah Tempo
  • English Edition
  • Koran Tempo
  • PDAT
  • Photostock
  • U-Mag
  • Ruang Baca
  • Blog
  • Jurnalisme Publik
  • iTempo
  • Video
  • Audio
  • Infografis
  • Nasional
  • Metro
  • Bisnis
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Seni & Hiburan
  • Internasional
  • Selebritas
  • Kolom
  • English
  • Japanese
  • Help
  • About us
  • Contact
Copyright 2011 TEMPOinteraktif