• Home
  • 10 Desember 2001
  • English
  • rss
  • CARI BERITA
Home
Online
  • TEMPOinteraktif
  • English Edition
  • Koran Tempo
  • PDAT
  • Photostock
  • U-Mag
  • Ruang Baca
  • Blog
  • Jurnalisme Publik
  • iTempo
  • Video
  • Audio
  • Infografis
  • Halaman Utama
  • Ekonomi
    • Ekonomi dan Bisnis
  • Gaya Hidup
    • Olahraga
    • Kesehatan
    • Film
    • Hiburan
  • Hukum
    • Hukum
  • Internasional
    • Luar Negeri
  • Laporan Utama
    • Laporan Utama
  • Nasional
    • Nasional
  • Opini
    • Kolom
    • Catatan Pinggir
    • Opini
  • Prelude
    • Surat
    • Inovasi
    • Kartun
  • Sains
    • Lingkungan
    • Pendidikan
    • Ilmu dan Teknologi
    • Buku
    • Agama
  • Seni
    • Seni Rupa
  • Tokoh
    • Pokok dan Tokoh
    • Wawancara
  • Arsip
  • 10 Desember 2001

    Lagu Lama itu Diputar Kembali

    LAGU" lama itu terdengar kembali setelah Tommy Soeharto ditangkap, Rabu pekan lalu. Bekas presiden Abdurrahman Wahid dikabarkan pernah melakukan kesepakatan politik dengan putra bekas presiden Soeharto itu. Tommy, di tahanan Kepolisian Daerah Metro Jaya, memang sempat berujar ia melarikan diri gara-gara Abdurrahman. Ucapan Tommy dikuatkan pengacaranya. Elza Syarief, pengacara itu, Ahad pekan lalu, mengaku punya bukti lengkap. Elza siap menjelaskan kesepakatan yang terjadi antara kliennya dan Abdurrahman. Kesepakatan apa? Ini sebetulnya soal lama. Sebelum permohonan grasi Tommy ditolak Presiden Abdurrahman pada 2 November 2000, keduanya memang bertemu di Hotel Borobudur pada 5 Oktober 2000. Pertemuan digagas oleh Tommy dan diatur oleh Raden Dody Sumadi, yang kala itu sedang magang jadi santri di pesantren milik Noer Iskandar Sq. Nama terakhir ini adalah teman dekat Abdurrahman. Yang hadir adalah Tommy, Dody, Abdurrahman, dan Noer Iskandar. Dody sendiri sekarang raib entah ke mana. Nah, dalam pertemuan itu, menurut Elza kepada wartawan setahun silam, kliennya melakukan tawar-menawar dengan Abdurrahman Wahid. Tapi tak jelas bagaimana persisnya isi tawar-menawar tersebut. Yang muncul cuma isu: Tommy meminta agar Abdurrahman tak mengintervensi proses peninjauan kembali (PK) kasusnya. Abdurrahman dikabarkan menyetujui permintaan tersebut asalkan Tommy menyerahkan dua pertiga hartanya, yang ditaksir mencapai Rp 400 miliar. Rupanya Tommy tak langsung setuju. Pertemuan berakhir tanpa kesepakatan apa pun. Mereka bertemu lagi sehari kemudian di Hotel Regent. Kali ini yang meminta bertemu adalah Siti Hardijanti Rukmana alias Tutut. Tommy datang menyertai kakaknya tadi dan didampingi Dody. Abdurrahman ditemani Noer Iskandar. Tawar-menawar kembali di-lakukan. Abdurrahman kabarnya tetap pada pendiriannya, sehingga pertemuan itu lagi-lagi tak ada hasilnya. Baik Abdurrahman maupun saksi lain seperti Noer Iskandar mengakui adanya pertemuan tersebut. Namun, mereka membantah telah melakukan kesepakatan dengan Tommy, apalagi menerima pemberian sejumlah uang atau barang. Abdurrahman bahkan telah berkali-kali menyampaikan bantahan tersebut, baik secara pribadi maupun lewat juru bicaranya, Adhie Massardi dan Wimar Witoelar. Beberapa orang dekatnya, seperti Noer Iskandar, yang ikut hadir dalam pertemuan, dan Arifin Junaidi, pernah menyatakan bantahan yang sama. Abdurrahman mengatakan, dalam pertemuan itu, Tommy meminta dirinya menangani PK perkaranya di Mahkamah Agung. Namun, menurut Abdurrahman, permintaan itu ditolaknya. Alasannya, ia tidak mau mengganggu jalannya proses hukum. Keterangan Abdurrahman dibenarkan oleh Noer Iskandar. Pembicaraan yang berlangsung kurang dari dua jam itu, kata Noer dalam wawancara dengan Adi Prasetya dari TEMPO tahun lalu, hanya diisi dengan silaturahmi. Tapi memang Tommy menyatakan kekecewaannya atas penolakan grasi yang diajukannya kepada Abdurrahman. Karena itu, Tommy menyampaikan niatnya untuk mengajukan PK. Abdurrahman, masih menurut Noer, menanggapinya dengan dingin. "Silakan saja ajukan PK. Tapi itu bukan urusan saya. Itu urusan Mahkamah Agung," kata Abdurrahman ditirukan Noer. Karena itu, Abdurrahman Wahid menduga tudingan menerima suap dari Tommy hanyalah bagian dari upaya mengalihkan perhatian masyarakat dari masalah-masalah yang ada sekarang ini. Abdurrahman merasa yakin dirinya menjadi sasaran alihan dari persoalan yang sebenarnya, yakni pelarian Tommy. Adhie Massardi, juru bicara Abdurrahman, menambahkan bahwa alasan Tommy lari karena sakit hati kepada Abdurrahman jelas tidak berkaitan. Sakit hati adalah satu hal, yakni problem pribadi antara keduanya, sementara kaburnya Tommy adalah masalah hukum. Walhasil, apa yang sebenarnya terjadi di Hotel Borobudur tetap gelap, termasuk apakah ada transaksi Rp 15 miliar di sana. Pihak Tommy kabarnya punya bukti rekaman kaset, tapi sejauh ini "senjata" itu belum jelas benar-benar ada seperti kata Elza Syarief atau gertak sambal belaka. Kalau ada, tentu "kisah" Tommy ini akan makin menarik diikuti. Wicaksono

    "Nikmati tulisan lengkap artikel ini pada versi cetak dan versi digital majalah Tempo" Silahkan hubungi customer service kami untuk berlangganan edisi cetak di 021-5360409 ext 9. Silahkan hubungi Pusat Data Analisa Tempo untuk mendapatkan versi arsip dalam bentuk PDF, di 021-7255624 ext 486

    Download versi digitalnya :
    1. iPad : melalui aplikasi Tempo Media Apps. Klik disini
    2. Samsung Galaxy Tab melalui aplikasi Samsung E Reader. Klik disini
    3. Huawei Ideos S7 melalui aplikasi XL-Baca. Klik disini

    Terima Kasih.

cover

Agama

Syak Wasangka untuk Azzaitun

Buku

Sufi Kota, Sufi dengan Dasi

Catatan Pinggir

Rifangi

Seni Rupa

Potret Diri Sang Pelukis Rakyat

TEMPO|interaktif

Bisnis

Panin Sekuritas: Indeks Bergerak Datar Antara 3.940 – 4.000

Ada Akun @TrioMacan2000, Ini Komentar Trio Macan  

Olahraga

Dukungan Interisti Indonesia Bikin Kagum Cordoba

Nasional

OPM Ingin Hidup Damai dengan Polisi

Nasional

TrioMacan2000 Akhirnya Mau Buka Identitas?

Olahraga

Juventus Perpanjang Kontrak Conte

Bisnis

Prospek Saham Teknologi Bebani Bursa Nasdaq

Artika Jual Baju Hingga ke Australia Via Facebook

Internasional

Rusia Pikir Amerika Sabotase Sukhoi

Nasional

Apa yang Terjadi Jika Ruang Sidang Tipikor Sepi Kasus ?

Teknologi

Badak Ternyata Bisa Juga Cemburu

iklan generik

Top
  • Majalah Tempo
  • English Edition
  • Koran Tempo
  • PDAT
  • Photostock
  • U-Mag
  • Ruang Baca
  • Blog
  • Jurnalisme Publik
  • iTempo
  • Video
  • Audio
  • Infografis
  • Nasional
  • Metro
  • Bisnis
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Seni & Hiburan
  • Internasional
  • Selebritas
  • Kolom
  • English
  • Japanese
  • Help
  • About us
  • Contact
Copyright 2011 TEMPOinteraktif