• Home
  • 10 Desember 2001
  • English
  • rss
  • CARI BERITA
Home
Online
  • TEMPOinteraktif
  • English Edition
  • Koran Tempo
  • PDAT
  • Photostock
  • U-Mag
  • Ruang Baca
  • Blog
  • Jurnalisme Publik
  • iTempo
  • Video
  • Audio
  • Infografis
  • Halaman Utama
  • Ekonomi
    • Ekonomi dan Bisnis
  • Gaya Hidup
    • Olahraga
    • Kesehatan
    • Film
    • Hiburan
  • Hukum
    • Hukum
  • Internasional
    • Luar Negeri
  • Laporan Utama
    • Laporan Utama
  • Nasional
    • Nasional
  • Opini
    • Kolom
    • Catatan Pinggir
    • Opini
  • Prelude
    • Surat
    • Inovasi
    • Kartun
  • Sains
    • Lingkungan
    • Pendidikan
    • Ilmu dan Teknologi
    • Buku
    • Agama
  • Seni
    • Seni Rupa
  • Tokoh
    • Pokok dan Tokoh
    • Wawancara
  • Arsip
  • 10 Desember 2001

    Pokoknya Eropa!

    Inilah PialaDunia yang paling gila. Itu komentar jutaan penggila sepak bola Inggris setelah menyaksikan hasil undian Piala Dunia yang digelar di Busan, Korea Selatan, Sabtu pekan silam. Pasukan St. George Cross ini memang berada di grup neraka, bersama Argentina, Nigeria, dan Swedia. Sven Goran Eriksson, pelatih Inggris asal Swedia yang berhasil meloloskan Inggris ke Piala Dunia 2002 ini, tak cuma harus bekerja keras, tapi perlu memiliki semacam jimat untuk lolos dari Grup F. Tiga pesaing Inggris di grup yang akan bertanding di Jepang itu sudah terbukti mampu mendatangkan mimpi buruk. Dalam Piala Dunia Prancis 1998, Inggris di babak kedua dilibas Argentina melalui adu penalti. Melawan Swedia? Maafkan. Sejak 1968, tim Inggris tak pernah mampu menang. Ancaman lain datang dari Tim Elang Super, Nigeria, yang diawaki beberapa pemain seperti Nwankwo Kanu dan Finidi George, yang merumput di Liga Inggris. "Sebuah kesalahan besar bila menganggap remeh kami," kata Kanu. Pokoknya, bagi Inggris (dan siapa pun juara Grup F) berlaku pepatah berakit-rakit ke hulu, berenang-renang ke tepian. "Sakit" di penyisihan grup, (bisa) senang di babak selanjutnya. Siapa pun yang bisa menjuarai Grup F, me-nurut ramalan TEMPO, negara itu akan mampu melaju setidaknya sampai semifinal. Sinyo Aliandoe setuju dengan ramalan ini. "Perjuangan Inggris di babak awal memang berat," tutur pelatih Malang United yang mengaku menjagokan Inggris itu. "Matematika"-nya begini. Misalnya Inggris juara Grup F, mereka akan bertemu dengan runner-up Grup A, yang boleh jadi adalah Uruguay. Kalau menang, mereka mendapat lawan juara grup H atau runner-up Grup C, yakni Rusia atau Kosta Rika atau Turki. Di atas kertas, Beckham dkk. seharusnya mampu mengatasinya. Keadaan serupa terjadi di Grup D. Siapa pun juara grup itu, sangat besar peluangnya sampai semifinal. TEMPO menjagokan tim Portugal untuk merebut gelar juara grup itu dan melaju sampai ke semifinal. Secara umum, undian kali ini memang lebih menguntungkan tim-tim Eropa. Sangat besar peluang benua itu untuk menciptakan All European Final alias final antara dua tim Eropa. Sebaliknya, tim Amerika Latin menempati posisi sulit. Yang paling berpeluang mendobrak dominasi Eropa hanyalah Argentina, itu pun dengan syarat Gabriel Batistuta dkk. harus mampu menjuarai grupnya. Brasil? Lucu. Peluang pasukan Scolari itu justru lebih ringan kalau mereka cuma menjadi runner-up Grup C. Kalau juara grup, mereka bisa ketemu Jepang atau Rusia. Lolos lagi, waduh, sudah menghadang juara dunia Prancis. Dengan prestasi kembang kempis di pra-Piala Dunia, repot benar membayangkan Brasil bisa menang. Afrika? Wah, sulit tuh. Nigeria misalnya. Kalaupun mereka berhasil lolos ke babak kedua, lawan tangguh seperti Spanyol sudah menunggu. Tim Asia? "Wah, berat," kata Ronny Patinasarani. Sebetulnya, tim dari Asia ini bukan saja hampir tanpa peluang. Hadirnya tuan rumah yang kemudian menjadi tim unggulan pun sebetulnya sudah "mengacaukan" keasyikan turnamen ini sendiri. "Tim seperti Inggris harus berada di grup maut," kata Ronny sekali lagi. Tapi apa mau dikata, begitulah peraturannya. Lalu, bagaimanakah peluang mereka sebenarnya? Masih terlalu pagi memang. Tapi tak ada salahnya mengutak-atik kekuatan masing-masing. Hitung-hitung bekal untuk menonton Piala Dunia mulai 31 Mei tahun depan. Irfan Budiman

    "Nikmati tulisan lengkap artikel ini pada versi cetak dan versi digital majalah Tempo" Silahkan hubungi customer service kami untuk berlangganan edisi cetak di 021-5360409 ext 9. Silahkan hubungi Pusat Data Analisa Tempo untuk mendapatkan versi arsip dalam bentuk PDF, di 021-7255624 ext 486

    Download versi digitalnya :
    1. iPad : melalui aplikasi Tempo Media Apps. Klik disini
    2. Samsung Galaxy Tab melalui aplikasi Samsung E Reader. Klik disini
    3. Huawei Ideos S7 melalui aplikasi XL-Baca. Klik disini

    Terima Kasih.

cover

Agama

Syak Wasangka untuk Azzaitun

Buku

Sufi Kota, Sufi dengan Dasi

Catatan Pinggir

Rifangi

Seni Rupa

Potret Diri Sang Pelukis Rakyat

TEMPO|interaktif

Bisnis

Panin Sekuritas: Indeks Bergerak Datar Antara 3.940 – 4.000

Ada Akun @TrioMacan2000, Ini Komentar Trio Macan  

Olahraga

Dukungan Interisti Indonesia Bikin Kagum Cordoba

Nasional

OPM Ingin Hidup Damai dengan Polisi

Nasional

TrioMacan2000 Akhirnya Mau Buka Identitas?

Olahraga

Juventus Perpanjang Kontrak Conte

Bisnis

Prospek Saham Teknologi Bebani Bursa Nasdaq

Artika Jual Baju Hingga ke Australia Via Facebook

Internasional

Rusia Pikir Amerika Sabotase Sukhoi

Nasional

Apa yang Terjadi Jika Ruang Sidang Tipikor Sepi Kasus ?

Teknologi

Badak Ternyata Bisa Juga Cemburu

iklan generik

Top
  • Majalah Tempo
  • English Edition
  • Koran Tempo
  • PDAT
  • Photostock
  • U-Mag
  • Ruang Baca
  • Blog
  • Jurnalisme Publik
  • iTempo
  • Video
  • Audio
  • Infografis
  • Nasional
  • Metro
  • Bisnis
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Seni & Hiburan
  • Internasional
  • Selebritas
  • Kolom
  • English
  • Japanese
  • Help
  • About us
  • Contact
Copyright 2011 TEMPOinteraktif